Jakarta – BPOM menegaskan komitmennya dalam memperkuat ekosistem industri kosmetik nasional melalui partisipasi aktif pada kegiatan Indonesia Cosmetics Ingredients (ICI) Expo and Seminar 2026 yang diselenggarakan pada Rabu (6/5/2026) di JIEXPO Kemayoran, Jakarta. Kegiatan yang digelar oleh Persatuan Perusahaan Kosmetika Indonesia (Perkosmi) ini mengusung tema “Innovating the Future of Cosmetic Ingredients: Technology, Safety, and Sustainable Excellence”.
Dalam sambutannya, Kepala BPOM Taruna Ikrar menyampaikan apresiasi atas konsistensi penyelenggaraan ICI sebagai forum strategis dalam mendorong penguatan sektor hulu industri kosmetik, khususnya bahan baku sebagai fondasi utama dalam menghasilkan produk yang aman, bermutu, dan berdaya saing. “Tema ICI 2026 sangat relevan dengan perkembangan global industri kosmetik yang menekankan pentingnya inovasi teknologi, jaminan keamanan, serta keberlanjutan. Sinergi ketiga aspek tersebut menjadi kunci untuk mewujudkan kosmetik yang aman, bermutu, dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Taruna Ikrar.
Lebih lanjut, Kepala BPOM menjelaskan bahwa industri kosmetik memiliki potensi besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Hal ini tercermin dari tingginya permintaan produk kosmetik, baik di pasar domestik maupun global. Di Indonesia, nilai pasar kosmetik pada 2025 diperkirakan mencapai Rp35,6 triliun dengan tren pertumbuhan positif setiap tahunnya.
“BPOM berkomitmen memastikan seluruh produk kosmetik yang beredar memenuhi aspek keamanan, mutu, dan kemanfaatan. Di sisi lain, BPOM juga terus mendorong peningkatan daya saing industri melalui penguatan regulasi berbasis risiko, digitalisasi layanan perizinan, serta pendampingan kepada pelaku usaha, termasuk UMKM,” tambah Taruna Ikrar
ICI 2026 menghadirkan berbagai rangkaian kegiatan, antara lain pameran bahan baku kosmetik, seminar ilmiah, serta kompetisi inovasi bertajuk Applied Research Innovation Competition dan Innovation Zone Best Ingredients Award. Kompetisi ini menjadi wadah bagi perguruan tinggi dan institusi riset untuk menampilkan inovasi berbasis penelitian terapan yang berpotensi dihilirisasi oleh industri. BPOM turut berperan aktif dalam kegiatan tersebut, antara lain dengan menyediakan booth konsultasi bagi pelaku usaha, berpartisipasi sebagai narasumber dalam sesi seminar dan talkshow, serta terlibat sebagai dewan juri dalam ajang Innovation Zone Best Ingredients Award.
Ketua Umum Perkosmi Sancoyo Antarikso, dalam kesempatan terpisah, menyampaikan bahwa ICI 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, industri, dan akademisi dalam menghadapi tantangan industri kosmetik yang semakin dinamis. “Kami mengapresiasi dukungan BPOM yang selama ini sangat responsif dalam membantu industri menghadapi berbagai tantangan. Melalui ICI 2026, kami berharap kolaborasi ini semakin erat untuk mendorong inovasi dan kemandirian industri kosmetik nasional,” ujarnya.
Sementara itu, Technical Director Innovation Zone Kilala Tilaar menjelaskan bahwa penilaian inovasi dalam kompetisi tahun ini menitikberatkan pada aspek kebaruan bahan aktif, keberlanjutan, serta relevansi dengan tren industri global. “Inovasi bahan baku kosmetik saat ini harus berbasis sains, aman, dan memiliki dampak nyata bagi industri serta masyarakat. Ajang ini diharapkan dapat menjembatani hasil riset dengan kebutuhan industri,” jelasnya.
Melalui penyelenggaraan ICI 2026, BPOM menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, akademisi, dan pelaku usaha dalam membangun ekosistem industri kosmetik yang kuat dan berkelanjutan. Kolaborasi ini diharapkan mampu menghasilkan inovasi bahan baku kosmetik yang tidak hanya mengikuti tren, tetapi juga berbasis bukti ilmiah dan memenuhi standar regulasi.
“Kerja sama antara academia, business, dan government harus terus diperkuat agar inovasi yang dihasilkan dapat memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional serta menjadikan produk kosmetik Indonesia unggul di pasar global,” tutup Kepala BPOM. (HM - Rasyad)
Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat
