BPOM Dorong Sinergi Global dalam Inovasi Vaksin Lewat Kunjungan ke Xiamen Innovax Biotech

10-11-2025 Kerjasama dan Humas Dilihat 494 kali Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat

Xiamen, Tiongkok Rangkaian lawatan Kepala BPOM ke Tiongkok pada akhir pekan ini adalah kunjungan ke Xiamen Innovax Biotech Co., Ltd. (Xiamen Innovax Biotech) pada Sabtu (8/11/2025). Xiamen Innovax merupakan salah satu industri terdepan dalam pengembangan, produksi, dan penjualan produk vaksin inovatif di Tiongkok. Kunjungan ini menjadi wujud upaya BPOM dalam memelihara komitmen dan kerja sama yang sebelumnya telah terjalin antara BPOM dan Xiamen Innovax Biotech untuk terus mengembangkan riset dan produk vaksin terbaik.

Dalam lawatan tersebut, Kepala BPOM Taruna Ikrar beserta delegasi BPOM disambut hangat oleh Chairman of Xiamen Innovax Biotech Shicheng Li, Vice President/Head of International Affairs Wendy Huang, Head of Public Relations Cynthia Zhai, International Business Manager Neal Xiao, Regulatory Affairs Manager Sally Chen, Research & Development Scientist Dorcia Lin & ⁠Zhao Zhao, International Business Development Specialist Ying Lu, serta seluruh pegawai dari Xiamen Innovax Biotech.

Taruna Ikrar menyatakan apresiasi atas sambutan dari pihak Xiamen Innovax Biotech. Melalui kunjungan ini, Ia berharap agar kolaborasi antara kedua instansi sekaligus hubungan Indonesia dan Tiongkok, khususnya dalam bidang medis, dapat terus berlanjut secara positif.

“Kunjungan ini memberikan kesempatan yang sangat baik untuk memperkuat kemitraan kita dalam memajukan inovasi vaksin dan memastikan akses terhadap vaksin yang aman, efektif, dan berkualitas tinggi, khususnya bagi warga Indonesia,” papar Taruna Ikrar.

Taruna juga mengapresiasi Xiamen Innovax Biotech atas pencapaiannya yang signifikan dalam menemukan dan mengembangkan vaksin Hepatitis E berlisensi pertama di dunia serta vaksin bivalen human papillomavirus (HPV) yang telah memperoleh prakualifikasi dari WHO. Hal ini membuktikan komitmen Xiamen Innovax Biotech dalam memecahkan masalah dan mengatasi tantangan kesehatan global.

Taruna kemudian memaparkan mengenai sistem regulatori yang dilakukan BPOM dalam memberikan persetujuan produk obat. Ia menekankan evaluasi BPOM dilakukan berdasarkan penilaian ketat dengan mengutamakan pemenuhan standar keamanan, efikasi, dan mutu sesuai persyaratan good manufacturing practices (GMP). BPOM juga telah menerapkan mekanisme reliance dalam melakukan evaluasi pre-market untuk produk biologi, termasuk vaksin.

“Sejak 2017, BPOM telah mengevaluasi 72 produk biologi melalui mekanisme reliance. Ini menunjukkan komitmen kami untuk mengefisiensikan proses regulatori dengan tetap memastikan keamanan dan mutu dari produk yang akan beredar di Indonesia,” tegasnya.

Chairman of Xiamen Innovax Biotech Shicheng Li menanggapi apresiasi dan penjelasan Kepala BPOM dengan memaparkan bahwa vaksin yang dihasilkan industrinya memiliki tingkat efikasi 100% dengan harga yang terjangkau. Pihaknya saat ini tengah menjalani proses registrasi peredaran di Indonesia melalui kolaborasi dengan salah satu industri farmasi Indonesia.

“Kami percaya bahwa target pertumbuhan ekonomi 8% Indonesia yang disampaikan oleh Prof. Taruna sebagai target nasional pemerintah Indonesia akan dapat terwujud, dengan semangat dan optimisme yang dimiliki oleh Indonesia,” tuturnya. Lebih lanjut, di tengah peluang pertumbuhan ekonomi Indonesia tersebut, Shicheng Li berharap agar produk vaksin yang dihasilkan Xiamen Innovax Biotech dapat merambah pasar Indonesia. “Ini berpotensi meningkatkan perekonomian Indonesia maupun Tiongkok, khususnya dalam peningkatan kesehatan masyarakat,” tambahnya.

Hubungan yang terjalin antara BPOM dan Xiamen Innovax Biotech dapat dipandang secara prospek jangka panjang. Hal ini disampaikan langsung oleh Taruna dengan melihat peluang kolaborasi ke depan. “Kami melihat potensi yang kuat dalam meningkatkan kerja sama melalui pertemuan ilmiah teknis untuk mendukung evaluasi yang sedang berlangsung, peningkatan pemanfaatan mekanisme ketergantungan untuk produk prekualifikasi WHO, dan potensi penilaian bersama dengan otoritas regulasi rujukan,” ujar Taruna.

Setelah sesi diskusi, rombongan delegasi BPOM berkesempatan melihat langsung berbagai fasilitas yang terdapat di Xiamen Innovax Biotech. Taruna menghargai kesempatan berharga tersebut, yang tentunya mampu dijadikan sebagai rujukan studi banding dalam pengembangan kualitas riset dan inovasi di bidang kesehatan.

“Kami sangat menghargai kesempatan untuk mengunjungi fasilitas manufaktur hari ini. Tur ini memberikan wawasan berharga tentang kepatuhan GMP, sistem mutu, dan proses produksi. Lewat tur ini juga, kami merasakan keterlibatan langsung yang mampu memperkuat pemahaman bersama dan memfasilitasi penilaian regulasi untuk produk yang saat ini sedang dievaluasi di BPOM,” ucap Taruna Ikrar. 

Mengakhiri kunjungannya, Taruna Ikrar menguntai harapan agar pertemuan ini mampu menjadi langkah lanjut dari hubungan kemitraan yang lebih mendalam dan menguntungkan antara kedua negara agar mampu berkontribusi pada kesehatan global. “Saya kembali menyampaikan penghargaan atas komitmen Xiamen Innovax Biotech untuk memperluas akses global terhadap vaksin yang terjangkau dan berkualitas tinggi. BPOM terus berkomitmen untuk bekerja sama guna memfasilitasi jalur regulasi yang mendukung inovasi dan akses pasien, seraya menegakkan mandat kami untuk melindungi kesehatan masyarakat. Kami sangat terbuka untuk diskusi yang produktif dan kolaborasi berkelanjutan di masa mendatang,” tutup Taruna Ikrar. (HM-Julio/HM-Herma)

Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat

Berita Terkait

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana