BPOM Dukung Akses Terapi Inovatif Tirzepatide untuk Pengelolaan Diabetes Tipe 2 dan Obesitas

07-07-2026 Kerjasama dan Humas Dilihat 940 kali Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat

Jakarta — BPOM terus berkomitmen mendukung peningkatan akses masyarakat terhadap obat yang aman, berkhasiat, dan bermutu melalui penguatan kolaborasi dengan industri farmasi. Sebagai bagian dari upaya tersebut, Kepala BPOM Taruna Ikrar menghadiri peluncuran produk dengan zat aktif tirzepatide yang diselenggarakan oleh PT Anugerah Pharmindo Lestari (PT APL) di Jakarta, Sabtu (4/7/2026).

Kehadiran terapi inovatif ini menjadi salah satu langkah penting dalam memperluas pilihan pengobatan berbasis bukti ilmiah bagi pasien diabetes melitus tipe 2, sekaligus mendukung penanganan obesitas dan kelebihan berat badan di Indonesia. Momen peluncuran produk tersebut turut dihadiri oleh Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia Dante Saksono Harbuwono, Ketua Umum Pengurus Pusat Perkumpulan Endokrinologi Indonesia Yunir, Chief Executive Officer (CEO) Zuellig Pharma John Graham, serta President Director PT Anugerah Pharmindo Lestari (APL) Christophe Piganiol.

Dalam sambutannya, Kepala BPOM Taruna Ikrar menyampaikan bahwa meningkatnya prevalensi diabetes melitus dan obesitas menjadi tantangan kesehatan masyarakat yang membutuhkan penanganan secara komprehensif. Upaya tersebut tidak hanya berfokus pada pencegahan dan penerapan gaya hidup sehat, tetapi juga harus didukung dengan ketersediaan terapi inovatif yang telah memenuhi standar keamanan, khasiat, dan mutu. Menurutnya, kehadiran obat dengan tirzepatide ini merupakan salah satu kemajuan penting dalam pengelolaan penyakit kronis yang semakin membebani sistem kesehatan dan produktivitas nasional.

"Semakin meningkatnya prevalensi obesitas dan kelebihan berat badan turut meningkatkan beban penyakit kronis yang berdampak pada individu, keluarga, sistem kesehatan, hingga produktivitas nasional,” ujar Taruna Ikrar.

“Kehadiran terapi inovatif seperti obat ini menjadi kemajuan penting dalam memperluas pilihan pengobatan berbasis bukti ilmiah yang aman, efektif, dan terjamin mutunya bagi masyarakat Indonesia," tambahnya kembali.

Data International Diabetes Federation (IDF) Diabetes Atlas 2025 menunjukkan sekitar 11,1% atau 1 dari 9 penduduk dewasa usia 20–79 tahun hidup dengan diabetes. Dari 10 penyandang diabetes, lebih dari 4 orang di antaranya belum mengetahui kondisi yang dialaminya. Di Indonesia sendiri, diperkirakan terdapat sekitar 19,5 juta orang dewasa yang hidup dengan diabetes melitus tipe 2. Sementara itu, data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 mencatat prevalensi obesitas pada penduduk usia 18 tahun ke atas meningkat dari 21,8% pada 2018 menjadi 23,4% pada 2023. Kondisi ini sejalan dengan laporan Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) yang menyebutkan lebih dari 890 juta orang dewasa di dunia hidup dengan obesitas pada 2022.

Produk dengan merek Mounjaro yang diluncurkan ini mengandung zat aktif tirzepatide yang bekerja melalui mekanisme ganda dengan menargetkan reseptor glucagon-like peptide-1 (GLP-1) dan glucose-dependent insulinotropic polypeptide (GIP). Mekanisme tersebut membantu meningkatkan pelepasan insulin setelah makan sehingga mampu menurunkan kadar glukosa darah pada pasien diabetes melitus tipe 2. Selain itu, aktivasi kedua reseptor tersebut juga berperan dalam menekan nafsu makan sehingga membantu pengelolaan berat badan.

Kepala BPOM turut menegaskan bahwa seluruh obat yang memperoleh izin edar di Indonesia telah melalui proses evaluasi ilmiah yang ketat sesuai standar internasional. Dalam menjalankan fungsinya sebagai regulator, BPOM memastikan setiap produk obat memenuhi aspek keamanan, khasiat, dan mutu melalui penerapan good laboratory practices (GLP), good clinical practices (GCP), dan good manufacturing practices (GMP). Selain tirzepatide, obat golongan agonis reseptor GLP-1 dengan indikasi serupa yang telah memperoleh izin edar di Indonesia, antara lain semaglutide dan liraglutide.

“Kami juga meyakini bahwa kolaborasi yang kuat antara regulator, industri farmasi, dan tenaga kesehatan merupakan kunci untuk menghadirkan akses obat yang lebih cepat, merata, dan tetap mengutamakan perlindungan kesehatan masyarakat," tegas Taruna Ikrar. Ia menambahkan bahwa sinergi seluruh pemangku kepentingan diperlukan agar masyarakat dapat memperoleh akses terhadap terapi inovatif secara tepat waktu tanpa mengurangi standar keamanan, khasiat, dan mutu yang ditetapkan BPOM.

"Kami merasa terhormat dapat menyambut BPOM dalam peluncuran Mounjaro di Indonesia. Kehadiran ini mencerminkan pentingnya kolaborasi yang kuat antara regulator dan industri dalam membangun ekosistem kesehatan yang tepercaya," ujar President Director PT APL Christophe Piganiol. Menurutnya, kolaborasi yang erat antara regulator dan industri merupakan kunci untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan yang berkualitas.

Christophe menambahkan bahwa PT APL tidak hanya berkomitmen terhadap keunggulan operasional, tetapi juga terus mengintegrasikan prinsip keberlanjutan dalam setiap aktivitasnya. Upaya meningkatkan akses terhadap layanan kesehatan harus berjalan seiring dengan penciptaan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan.

Melalui peluncuran terapi inovatif ini di Indonesia, BPOM kembali menegaskan komitmennya untuk terus mendorong hadirnya inovasi farmasi yang memenuhi standar keamanan, khasiat, dan mutu. Dengan tetap mengedepankan evaluasi ilmiah yang ketat, BPOM akan terus memastikan masyarakat memperoleh akses terhadap terapi inovatif yang berkualitas sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan kesehatan nasional. (HM-Devi)

 

Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat

 

 

Berita Terkait

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana