BPOM Gelar Kajian Islam Peringati Tahun Baru 1448 Hijriah, Momentum Muhasabah dan Perubahan

18-06-2026 Umum Dilihat 947 kali Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat

Jakarta — Dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, BPOM menyelenggarakan Kajian Islam pada Rabu (17/6/2026) di Auditorium Gedung Merah Putih BPOM. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya memperkuat nilai-nilai keimanan, ketakwaan, dan integritas dalam pelaksanaan tugas serta menjadi momentum refleksi diri bagi seluruh pegawai BPOM.

Kegiatan dihadiri oleh Kepala BPOM Taruna Ikrar, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) BPOM Ny. Elfi Taruna Ikrar, Ustaz Satria Hadi Lubis sebagai penceramah, serta Ustaz Salahuddin Ayyub Fakhruddin yang memimpin doa. Acara diikuti oleh pegawai BPOM secara luring maupun daring dari berbagai unit kerja pusat dan daerah.

Dalam sambutannya, Kepala BPOM Taruna Ikrar menyampaikan bahwa tema kajian tahun ini mengandung pesan penting untuk melakukan introspeksi diri dan memperbarui semangat menjadi pribadi yang lebih baik. Menurutnya, pergantian tahun hijriah bukan sekadar penanda waktu, melainkan momentum untuk memperkuat komitmen dalam meningkatkan kualitas diri dan pengabdian kepada masyarakat.

“Tema Kajian Islam sekaligus peringatan Tahun Baru 1448 Hijriah hari ini, yaitu ‘Tahun Baru Hijriah, Saatnya Muhasabah dan Perubahan’. Tema yang mengingatkan kita untuk melakukan introspeksi diri serta memperbarui semangat menjadi pribadi lebih baik bagi diri sendiri, keluarga, masyarakat, bangsa, negara, dan bahkan alam semesta,” ujar Taruna Ikrar.

Ia menambahkan bahwa Tahun Baru Islam mengajarkan makna hijrah, yaitu berpindah dari kondisi yang baik menuju kondisi yang lebih baik lagi. Semangat hijrah tersebut, menurutnya, senantiasa relevan dalam setiap fase kehidupan, termasuk dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai aparatur negara.

“Marilah kita memanfaatkan awal tahun hijriah, bulan Muharram ini, dengan meningkatkan keimanan, ketakwaan, amal ibadah kepada Allah SWT, serta memperbanyak amal baik kepada sesama,” tambahnya.

Pada sesi tausiyah, Ustaz Satria Hadi Lubis mengajak peserta menjadikan Tahun Baru Hijriah sebagai momentum evaluasi diri dan perbaikan berkelanjutan. Menurutnya, salah satu bentuk hijrah yang perlu dilakukan adalah meninggalkan kebiasaan-kebiasaan yang tidak memberikan manfaat dan berpotensi menjauhkan diri dari nilai-nilai kebaikan.

Ustaz Satria mengingatkan peserta untuk mewaspadai 3 hal yang dapat mengundang dosa apabila tidak dikelola dengan baik, yaitu mulut (mouth), hiburan (music), dan harta (money). Ia menjelaskan bahwa mulut sering kali menjadi sumber kesalahan melalui ghibah atau perkataan yang menyakiti orang lain. Hiburan dan musik pada dasarnya diperbolehkan, tetapi tidak boleh dilakukan secara berlebihan hingga melalaikan kewajiban. Sementara, harta harus dikelola secara bijaksana dan digunakan untuk tujuan yang baik serta bermanfaat.

Ustaz Satria, yang juga dikenal sebagai penceramah, trainer, dan penulis di bidang life skills, ketahanan keluarga, dan dakwah, juga mengajak peserta memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya. Menurutnya, esensi hijrah pada tahun baru Islam adalah melakukan perubahan nyata menuju kehidupan yang lebih produktif, lebih bermakna, dan lebih dekat kepada Allah SWT.

Melalui kegiatan ini, BPOM berharap semangat Tahun Baru 1448 Hijriah dapat menjadi pengingat bagi seluruh pegawai untuk terus meningkatkan kualitas keimanan. Tidak hanya dari sisi spiritual, tetapi integritas dan profesionalisme juga perlu terus ditingkatkan dalam menjalankan tugas pengawasan obat dan makanan demi melindungi kesehatan masyarakat Indonesia. (HM-Devi)

 

Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat

Berita Terkait

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana