BPOM Kawal Lompatan Teknologi Biosimilar dan Ekspansi Ekspor dari Industri Farmasi dan Makanan di Sidoarjo

15-06-2026 Kerjasama dan Humas Dilihat 968 kali Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat

Sidoarjo – Kepala BPOM Taruna Ikrar melakukan kunjungan kerja monitoring dan evaluasi (monev) ke 2 industri besar di Sidoarjo, Jawa Timur, yaitu PT Bernofarm dan PT Sekar Laut Tbk., Senin (15/6/2026). Kunjungan ini menegaskan komitmen kuat BPOM dalam menjalankan fungsi perlindungan berlapis bagi masyarakat, sekaligus bertindak sebagai enabler yang mengawal kemandirian farmasi dan ketahanan pangan nasional di pasar global.

Kunjungan pertama dilakukan ke fasilitas PT Bernofarm untuk meninjau perkembangan proses lompatan teknologi berupa produksi biosimilar. BPOM secara resmi telah menerbitkan Sertifikat Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) bagi fasilitas drug substance dan drug product produk uji klinik biosimilar PT Bernofarm. Dalam menerbitkan Sertifikat CPOB tersebut, BPOM menerapkan sistem pengawasan ketat dari pre-market hingga post-market demi menjamin keamanan produk. Kepala BPOM menegaskan bahwa pengawasan ketat ini merupakan bentuk tanggung jawab mutlak regulator dalam melindungi masyarakat.

"Tugas kami itu memastikan bahwa betul-betul semua prosedur standar terjalankan. Pengawasan ini bukan untuk mempersulit, tetapi untuk melindungi. Kalau terjadi kesalahan di kemudian hari, investasi ratusan miliar bisa habis dan masyarakat yang menjadi korban. Makanya, kami tidak main-main dalam mengawal," tegas Taruna Ikrar.

Presiden Direktur PT Bernofarm Haryanto Poedjianto menyampaikan apresiasi terhadap pendampingan proaktif dari BPOM yang kini telah mengantongi status global WHO-Listed Authority (WLA) sebagai "paspor emas" ekspor. "Terima kasih Prof. Taruna atas dukungannya sejak tahun lalu hingga saat ini berkenan meninjau langsung perkembangan fasilitas kami. Kami juga sangat bersyukur bulan lalu telah mendapatkan sertifikat CPOB produk biosimilar untuk skala uji klinik. Ini adalah kemajuan besar bagi kami untuk melangkah ke tahap berikutnya," ujar Haryanto.

Selanjutnya, BPOM meninjau pabrik pangan olahan PT Sekar Laut Tbk., yang merupakan produsen kerupuk dengan kapasitas produksi 25 ton per hari dan telah mengantongi 9 sertifikat Izin Penerapan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (IP CPPOB). Industri pangan ini telah mengekspor ke lebih dari 30 negara dan meraih establishment approval dari otoritas Arab Saudi (Saudi Food and Drug Authority/SFDA) sejak Agustus 2025.

BPOM menginspeksi langsung seluruh lini produksi untuk memastikan tidak ada celah kontaminasi fisik maupun kimia berbahaya. Langkah monitoring ini diwajibkan untuk menjaga kesehatan publik sekaligus membentengi keberlangsungan industri lokal.

"Latar belakang kami jelas, memastikan keamanan, memastikan kualitas dalam perlindungan masyarakat dari pre-market sampai post-market. Surat keterangan ekspor itu semua bukan sekadar stempel. Itu jaminan. Monitoring evaluasi wajib hukumnya bagi kami. Supaya bukan hanya melindungi masyarakat, tapi melindungi industri juga," jelas Taruna Ikrar mengenai kunjungannya.

Pihak PT Sekar Laut Tbk. menyambut positif transformasi pelayanan BPOM yang kini serba digital, transparan, dan berbasis sains (science-based regulation). Mereka menilai transformasi ini sangat memotong jalur birokrasi dan mempermudah pelaku usaha.

"BPOM bagi kami merupakan mitra strategis, terutama 2 tahun lalu saat kami mengurus approval number ke Arab Saudi. Berkat bantuan BPOM, izin tersebut bisa segera terbit. Alhamdulillah, sekarang sistemnya sudah berbasis online, pelayanan BPOM menunjukkan progress yang sangat bagus," ungkap Bambang selaku Senior Manager PT Sekar Laut Tbk.

Melalui rangkaian kunjungan monitoring dan evaluasi ini, BPOM membuktikan bahwa pengawasan ketat berstandar internasional mampu menyinergikan perlindungan kesehatan masyarakat dengan penguatan ekonomi nasional. Kehadiran BPOM ke fasilitas produksi obat dan makanan ini sekaligus memastikan produk karya anak bangsa aman dikonsumsi di dalam negeri, juga memiliki daya saing tinggi di kancah internasional. (HM-Syale)

Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat

Berita Terkait

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana