BPOM Kolaborasi dengan PMDA Jepang untuk Perkuat Hubungan Indonesia-Jepang

21-02-2024 Kerjasama dan Humas Dilihat 12509 kali Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat

Jakarta – Indonesia dan Jepang telah membangun kerja sama di bidang pengawasan obat. Kerja sama ini tergambar dalam Plan of Action (PoA) yang telah disusun di bawah naungan Memorandum of Understanding (MoU) antara BPOM dengan Kementerian Kesehatan, Ketenagakerjaan, dan Kesejahteraan Jepang tentang Kerangka Dialog dan Kerja Sama Regulasi Produk Medis yang ditandatangani pada 27 Agustus 2021. 

Untuk memperkuat kerja sama tersebut, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala BPOM RI, L Rizka Andalusia menerima kunjungan dari The Pharmaceuticals and Medical Devices Agency (PMDA) Jepang pada Senin (19/02/2024). Isu utama yang dibahas dalam pertemuan ini adalah terkait peningkatan implementasi dan peluang kerja sama antara PMDA dan BPOM, terutama di tahun 2024.

Dalam sambutannya, Plt. Kepala BPOM menyebut bahwa kerja sama yang diperlukan BPOM salah satunya adalah untuk capacity building dalam pengembangan laboratorium menjadi national reference laboratory yang tengah fokus dilakukan dalam 2 tahun terakhir. Mengingat bahwa Jepang telah memiliki sistem pengawasan obat yang baik dan Jepang telah memiliki teknologi di bidang produk biologi, generative medicine, dan therapeutic medicine. 

Capacity building dibutuhkan terkait metode analisa laboratorium seperti metode pengujian produk sel punca karena Jepang memiliki kapasitas tersebut,” ujar Kepala Balai Pusat Pengembangan Pengujian Obat dan Makanan Nasional, Dio Ramondrana menyusul pernyataan Plt. Kepala BPOM sebelumnya. 

Selain itu, kerja sama lain yang diharapkan adalah untuk pengembangan kapasitas dalam pengawasan produk obat tradisional. Pengembangan kapasitas tersebut seperti workshop terkait pengategorisasian obat kuasi di Jepang dan regulasi yang berlaku, Workshop on Clinical Trial for Herbal Medicine, dan Workshop on Probiotics Development.

Indonesia-Jepang juga dapat berbagi mengenai peluang dan tantangan dalam pengawasan obat. Hal tersebut diutarakan oleh PMDA Senior Executive Director, Uzu Shinobu. “Saya senang dengan persahabatan antara Indonesia dan Jepang dan semoga lebih kuat,” tukasnya. 

Dalam kesempatan ini, Uzu Shinobu juga menjelaskan bahwa agenda kunjungan saat ini termasuk membahas mengenai sejumlah rencana kerja sama yang akan dilakukan dan pertemuan di Tokyo pada bulan April 2024 mendatang. Pertemuan yang akan diselenggarakan di Tokyo membahas secara komprehensif mengenai pengawasan obat. 

“Pertemuan akan mencakup PMDA-ASEAN Reliance meeting, Indonesia-Japan Bilateral meeting, 13th Asia Partnership Conference of Pharmaceutical Associations (APAC), dan 6th Asian Network Meeting (ANM),” lanjut PMDA Coordinator, Division of Asia Ⅱ, Office of International Programs, Ishida Hayato. Ia juga menambahkan bahwa dalam pertemuan ANM nantinya, BPOM diharapkan dapat ikut bergabung untuk berbagi perspektif regulator mengenai riset dan pengembangan produk farmasi yang inovatif. (HM-Khairul)

Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat

 

Berita Terkait

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana