BPOM Perkuat Kerja Sama Farmasi dengan Federasi Rusia

25-11-2025 Kerjasama dan Humas Dilihat 373 kali Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat

Abu Dhabi, UEA – BPOM RI memperkuat kerja sama strategis dengan Federasi Rusia dalam rangka membuka akses teknologi pengawasan obat dan makanan serta mempercepat pengembangan dan akses obat-obatan inovatif. Komitmen ini ditegaskan dalam pertemuan bilateral antara BPOM dengan Ministry of Industry and Trade (MIT) serta State Institute of Drugs and Good Practices (SID&GP) Federasi Rusia pada Senin (24/11/2025), di sela-sela kegiatan The 2nd International Forum of Pharmaceutical Inspectorates (IFPI) yang berlangsung di Abu Dhabi.

“Kerja sama ini bukan hanya memperkuat posisi Indonesia dan Rusia sebagai mitra strategis, tetapi juga menjadi langkah penting untuk mempercepat ketersediaan obat inovasi bagi masyarakat. Kerja sama ini menjadi momentum penting bagi Indonesia,” ujar Taruna.

Pertemuan tersebut juga membahas mengenai harmonisasi regulasi, peningkatan akses pasar obat antara Indonesia dan Rusia, serta peluang regulatory reliance yang dapat mengurangi hambatan masuknya produk farmasi ke kedua negara. Taruna meyakini kolaborasi regulatori ini akan memperkuat ekosistem inovasi di sektor farmasi dan memberikan manfaat bagi negara-negara yang termasuk dalam kelompok BRICS (Brazil, Rusia, India, Tiongkok, dan Afrika Selatan) maupun pasar Eurasian Economic Union (EAEU) yang merupakan aliansi ekonomi regional dari 5 negara: Rusia, Armenia, Belarus, Kazakhstan, dan Kirgistan.

Dari pihak Rusia, Direktur Department of Pharmaceutical and Medical Industry Development, MIT Federasi Rusia Dmitry Galkin menyampaikan apresiasi atas komitmen Indonesia. “Kami melihat Indonesia sebagai mitra penting dalam pengembangan industri farmasi modern. Kerja sama ini akan mempercepat pertukaran teknologi dan membuka ruang bagi inovasi yang lebih cepat di kedua negara,” ujar Galkin.

Senada dengan itu, Direktur State Institute of Drugs and Good Practices (SID&GP) Vladislav Shestakov menekankan pentingnya kolaborasi dalam peningkatan kualitas pengawasan. “Kami menyambut baik langkah BPOM untuk memperluas kerja sama dalam inspeksi cara pembuatan obat yang baik (CPOB). Pertukaran pengetahuan dan pelatihan bersama akan memperkuat kapasitas kedua regulator dan memastikan standar internasional dapat diterapkan secara konsisten,” kata Shestakov. Ia juga menegaskan kesiapan lembaganya untuk mendukung program pelatihan bersama, termasuk melalui Eurasian Academy of Good Practices.

Lebih jauh mengenai potensi kerja sama ke depan, Taruna Ikrar menambahkan bahwa BPOM telah menyiapkan konsep awal nota kesepahaman dan optimis dapat disepakati bersama dengan Federasi Rusia sebelum akhir tahun. Kerja sama yang dibangun mencakup penyusunan memorandum of understanding (MoU) tingkat kementerian, pengembangan program pelatihan inspeksi bersama, hingga peningkatan akses impor-ekspor produk farmasi, herbal, kosmetik, dan pangan olahan. Di sisi lain, BPOM melihat bahwa harmonisasi prosedur inspeksi dan pemanfaatan regulatory reliance dapat mempercepat proses perizinan tanpa mengurangi aspek keamanan dan mutu.

Pertemuan tersebut menegaskan komitmen kedua negara untuk memperkuat kehadirannya dalam rantai pasok farmasi global, memperluas adopsi teknologi baru, serta meningkatkan kualitas pengawasan obat dan makanan. Pada akhir pertemuan, Taruna Ikrar mengundang langsung pimpinan SID&GP dan MIT Federasi Rusia untuk melakukan kunjungan resmi ke Indonesia sebagai tindak lanjut kerja sama.

“Melalui dialog yang berkelanjutan dan aksi konkret, saya yakin kita dapat membuka peluang besar bagi akselerasi obat inovatif dan penguatan teknologi pengawasan di kedua negara,” tutup Taruna. (HM-Benny)

Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat

Berita Terkait

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana