Jakarta - BPOM kembali dipercaya menjadi tuan rumah the 9th Meeting of the ASEAN Health Cluster 4 (AHC4) on Ensuring Food Safety, yang digelar secara hybrid dari Jakarta pada 8—10 Oktober 2025. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Sekretariat ASEAN dan Pemerintah Indonesia, sekaligus menandai kali kedua BPOM menjadi penyelenggara forum kerja sama regional di bidang keamanan pangan.
Pertemuan dihadiri seluruh negara anggota ASEAN (ASEAN member state/AMS) dan Timor Leste sebagai observer. Tak hanya itu hadir mitra internasional seperti International Life Sciences Institute (ILSI), Food and Agriculture Organization (FAO), World Health Organization (WHO), ASEAN-UK Health Security Partnership (HSP) Programme, European Union Technical Assistance Facility to the Green Team Europe Initiative (TAF GTEI), serta Indo-Pacific Agriculture and Agri-Food Office (IPAAO).
Mewakili Indonesia, Tepy Usia dari BPOM bertindak sebagai Chair dengan Viengxay Vansilalom dari Lao PDR sebagai Vice Chair. Delegasi Indonesia dipimpin Direktur Pengawasan Produksi Pangan Olahan BPOM Sondang Widya Estikasari bersama perwakilan Kementerian Kesehatan, Kementerian Luar Negeri, dan Badan Pangan Nasional.
Dalam sambutan pembukaan secara virtual, Kepala BPOM Taruna Ikrar menyampaikan apresiasi atas kehadiran seluruh delegasi dan mitra. Ia menegaskan pentingnya memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk menghadapi tantangan keamanan pangan di masa depan, sejalan dengan semangat One Health.
“ASEAN perlu memperkuat kerja sama regional dalam menghadapi isu pangan baru, ketertelusuran digital, dan risiko akibat perubahan iklim. Dengan komitmen dan kerja kolektif, kita dapat membangun ASEAN yang lebih sehat, aman, dan tangguh,” ujar Taruna Ikrar.
Kepala BPOM juga menekankan bahwa AHC4 bukan sekadar forum teknis, melainkan platform strategis untuk memperkuat sistem keamanan pangan melalui pertukaran data, kajian ilmiah, dan harmonisasi standar. Bagi Indonesia, forum ini menjadi wujud komitmen untuk mendorong kebijakan keamanan pangan berbasis sains sekaligus meningkatkan daya saing produk nasional di pasar regional.
Sebagai bagian dari ASEAN Health Sector Cooperation, AHC4 berfokus pada peningkatan kapasitas negara anggota dalam penilaian risiko dan pengawasan keamanan pangan. BPOM memegang Keketuaan AHC4 periode 2024–2026, melanjutkan mandat dari Kamboja, dan sejak 2016 menjadi representasi utama Indonesia dalam forum ini.
Pada pertemuan tahun ini, peserta membahas berbagai inisiatif strategis dalam ASEAN Strategic Framework and Plan of Action on Food Safety. Pembahasan mencakup penguatan ASEAN Risk Assessment Center (ARAC), peningkatan kapasitas sistem pengawasan keamanan pangan di kawasan, penguatan mekanisme respons cepat terhadap isu dan krisis pangan, sinergi lintas sektor melalui pendekatan One Health, serta perluasan kerja sama dengan mitra internasional.
Salah satu isu yang menarik adalah usulan asesmen risiko terhadap kontaminasi aflatoxin M1 pada susu serta etilen oksida (EtO), termasuk senyawa 2- kloro etanol (2-CE) pada mi instan dan bumbu rempah yang digunakan sebagai bahan baku. Isu ini menjadi perhatian setelah muncul pemberitaan terkait kandungan EtO pada mi instan Indonesia di luar negeri.
Selain itu, pertemuan juga membahas peran ASEAN–UK Health Security ASEAN–UK Health Security Partnership (HSP) yang saat ini menyumbang sekitar 4% dari keseluruhan prioritas kesehatan ASEAN. Dalam hal ini, food safety disepakati sebagai salah satu prioritas utama, dan AHC 4 diharapkan memberikan masukan substantif agar keamanan pangan tetap menjadi fokus dalam putaran pendanaan.
Pada sesi penutupan, Vice Chair dari Lao PDR Viengxay Vansilalom, menyampaikan apresiasi atas kepemimpinan Indonesia yang kuat dan kolaboratif. Laos akan melanjutkan keketuaan AHC4 periode 2026–2027 dan berkomitmen memperkuat penerapan konsep One Health di ASEAN. “Kami banyak belajar dari kepemimpinan Indonesia dan berharap dapat melanjutkan semangat kolaborasi ini pada pertemuan berikutnya,” ungkap Viengxay.
Sementara itu, Timor Leste yang hadir sebagai observer turut menyampaikan terima kasih atas kesempatan berbagi pengalaman dan praktik terbaik negara-negara ASEAN. “Forum ini menjadi wadah penting untuk menjajaki kerja sama di bawah ASEAN Health Development Agenda, terutama seiring kemajuan Timor Leste menuju keanggotaan penuh ASEAN,” ujar Sergio da Costa Belo.
Melalui penyelenggaraan the 9th Meeting of the ASEAN Health Cluster 4 on Ensuring Food Safety, BPOM menegaskan perannya sebagai penggerak utama dalam penguatan sistem keamanan pangan di kawasan, guna memastikan seluruh masyarakat ASEAN memperoleh akses terhadap pangan yang aman, bermutu, dan bergizi. (WasProdPO–Annisa/HM-Nelly)
Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat
