BPOM Raih Juara II Penghargaan Kearsipan pada Hari Kearsipan Ke-54

23-05-2025 Umum Dilihat 1341 kali Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat

Jakarta – BPOM mendapat penghargaan Peringkat II Hasil Pengawasan Kearsipan Klaster Lembaga Pemerintah Non Kementerian, dengan kategori Sangat Memuaskan. Peringkat tersebut diperoleh BPOM dengan skor nilai 97,50, di bawah Arsip Negara Republik Indonesia (ANRI) yang merupakan peringkat I dengan nilai 99,54, disusul Lembaga Administrasi Negara (LAN) di peringkat III dengan nilai 97,50.

Perhargaan tersebut disampaikan pada Hari Kearsipan Nasional ke-54, bertepatan dengan diselenggarakannya Rapat Koordinasi Kearsipan Tahun 2025 yang diselenggarakan di Kantor ANRI, Kamis (22/5/2025). Piagam diserahkan oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini dan diterima oleh Sekretaris Utama BPOM Jayadi, yang hadir langsung mewakili Kepala BPOM.

Rapat Koordinasi Kearsipan Tahun 2025 mengusung tema Prakarsa Mahardika: Ekosistem Kearsipan Digital untuk Pemerintahan Berdayaguna, Kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Budaya Bangsa. Deputi Bidang Penyelamatan, Pelestarian dan Perlindungan Arsip Kandar, dalam laporannya, menyampaikan bahwa Indonesia mencatatkan diri sebagai negara yang berhasil meregistrasikan 5 warisan dokumenter, dengan jumlah inskripsi terbanyak pada periode 2024–2025. 

Dari 122 pengajuan naskah arsip, 74 naskah telah terpilih dan 5 di antaranya berasal dari Indonesia. Naskah tersebut antara lain arsip pendirian ASEAN; arsip Kartini; arsip Tari Jawa Tari Mangkunegaran; naskah Sanghyang Siksa Kandang Karesian; dan naskah syair Hamzah Fansuri. Kelima naskah tersebut dinobatkan sebagai Memory of The World oleh United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO) pada sidang Dewan Eksekutif ke-221 di Paris, Prancis, pada 11 April 2025.

Arsip milik negara harus dikelola dan diselamatkan sebagai bahan akuntabilitas kinerja, alat bukti yang sah, serta merupakan identitas dan jati diri sebagai memori kolektif bangsa. Hal ini sesuai dengan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan.

“Melalui arsip, kita dapat bercermin dari masa lalu, untuk memahami masa kini dan bertindak untuk masa depan yang lebih baik,” tutur Kandar.

Dalam sambutannya, Kepala ANRI Mego Pinandito menyambut kehadiran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini, diikuti oleh berbagai kepala daerah, gubernur, wakil gubernur, serta pimpinan madya dan pratama kementerian dan lembaga yang hadir dari berbagai wilayah di Indonesia. “Hari Kearsipan Nasional ke-54 merupakan momentum bersejarah, yang menandai kita mengundangkan aturan terkait kearsipan, sekaligus menjadi referensi kearsipan dan transformasi kearsipan digital yang terus berjalan hingga saat ini,” ucap Mego.

Tema kali ini mengandung makna inisiatif atau sebuah upaya mulia para civitas kearsipan untuk menciptakan terobosan dalam pengelolaan arsip. Selain juga membangun ekosistem kearsipan digital yang mampu mendorong pemerintahan berdaya guna (efektif, efisien, dan bermanfaat bagi masyarakat) serta mengakomodir transformasi informasi kearsipan menjadi ilmu pengetahuan dan memperkuat budaya bangsa. 

“Saat ini, sudah terdapat 27 arsip yang telah teregistrasi sebagai Memori Kolektif Bangsa, 3 arsip sebagai Memory of The World Asia-Pacific Committee (MoWCAP), dan 9 arsip sebagai Memory of the World. Semua ini tentunya dapat dicapai atas kolaborasi berbagai pihak, termasuk seluruh civitas kearsipan di Indonesia.” tambah Mego. Menurutnya, melalui kolaborasi yang kuat, Prakarsa Mahardika akan menjadi gerakan nasional yang membawa kearsipan Indonesia naik kelas: tidak hanya fungsi administratif, tetapi memiliki peran strategis dalam tata kelola pemerintahan dan pembangunan, pengembangan ilmu pengetahuan dan penguatan budaya bangsa.

Mego menegaskan ANRI akan terus berupaya memperkuat program di lingkungan ANRI untuk bersama-sama mendukung program K/L/D di seluruh daerah dalam mendukung percepatan pelaksanaan program kearsipan secara nasional. Hal ini diharapkan dapat mewujudkan kearsipan yang lebih baik dan memperbaiki tata kelola naskah serta percepatan reformasi dan birokrasi nasional. 

Menteri PANRB Rini Widyantini juga berpesan kepada ANRI dan teman-teman arsiparis di K/L/D untuk berbenah diri, melakukan transformasi digital berbasis inovasi. “Hari Kearsipan ke-54 ini semoga menjadi momentum ANRI dan instansi pemerintah yang mempunyai peran di bidang kearsipan untuk meningkatkan kinerja dalam pembangunan nasional, dalam mendukung Asta Cita Indonesia Emas 2045,” tukas Rini. 

Kepala BPOM Taruna Ikrar pada kesempatan yang berbeda menyampaikan apresiasi kepada ANRI atas penghargaan yang diterima BPOM. Ia juga mengapresiasi jajarannya yang telah melakukan pengelolaan kearsipan BPOM secara optimal. Ia juga berkomitmen akan mempertahankan dan meningkatkan kualitas mutu penyelenggaraan kearsipan dengan penyelamatan dan pelestarian arsip memori kolektif melalui peningkatan kompetensi Arsiparis BPOM.  

“Pengelolaan arsip di BPOM sangat penting karena BPOM merupakan lembaga yang scientific based, berdasarkan data sehingga kearsipan yang baik akan mendukung kelancaran operasional dan pengambilan keputusan yang tepat serta berbasis pada informasi yang akurat dan tepercaya. Semua ini tentu akan berdampak terhadap upaya BPOM dalam meningkatkan perlindungan kepada masyarakat,” pungkas Taruna Ikrar. (HM-Rizky)

Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat

Berita Terkait

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana