BPOM Raih Penghargaan Anindhita Wistara Data 2023

09-12-2023 Umum Dilihat 523 kali Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat

Jakarta – Menjelang akhir tahun 2023, BPOM meraih penghargaan Anindhita Wistara Data atas Evaluasi Penyelenggaraan Statistik Sektoral (EPSS) tahun 2023 dengan predikat “Baik. Penghargaan ini diberikan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) dalam acara Diseminasi Hasil Sensus Pertanian 2023 Tahap I, Senin (04/12/2023).

 

BPOM meraih Anindhita Whistara Data sebagai lembaga dengan nilai Indeks Pembangunan Statistik 3.04 atau kategori Baik. Penghargaan yang diserahkan oleh Sekretaris Utama BPS, Atqo Mardiyanto, tersebut diterima langsung oleh Kepala Pusat Data dan Informasi Obat dan Makanan selaku Walidata BPOM. Selain BPOM, terdapat 20 instansi pusat lainnya yang meraih penghargaan yang sama, antara lain Kementerian Pertanian, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian Dalam Negeri, Badan Pemeriksa Keuangan, dan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.

 

Pada kesempatan ini, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, menyampaikan penghargaan dan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pembinaan statistik untuk mendorong literasi dan pemanfaatan data statistik. “Marilah kita terus berkolaborasi untuk menghasilkan data statistik yang lebih berkualitas untuk membangun Indonesia yang lebih baik,” ajaknya.

 

Penyelenggaraan EPSS didasarkan pada Peraturan Kepala BPS Nomor 3 Tahun 2022 tentang Evaluasi Penyelenggaraan Statistik Sektoral. Dalam peraturan tersebut, disebutkan bahwa EPSS bertujuan mengukur capaian kemajuan penyelenggaraan statistik sektoral, meningkatkan kualitas penyelenggaraan statistik sektoral, dan meningkatkan kualitas pelayanan publik di bidang statistik pada instansi pusat dan pemerintahan daerah.

 

EPSS dilakukan melalui tiga tahap kegiatan, yaitu penilaian mandiri, penilaian dokumen, dan penilaian interviu. Penilaian mandiri dilakukan oleh tim penilai internal pada instansi pusat dan/atau pemerintahan daerah dengan menilai tingkat kematangan dari masing-masing indikator, memberikan penjelasan yang diperlukan, dan menyampaikan data dukung yang sesuai. Selanjutnya, dilakukan penilaian dokumen oleh tim penilai Badan sebagai bentuk verifikasi hasil penilaian mandiri. Tahap terakhir adalah penilaian interviu yang dilakukan dengan metode tanya jawab antara tim penilai Badan dengan tim penilai internal untuk meyakinkan validitas dan kesesuaian bukti dukung hasil penilaian mandiri.

 

Tahun 2023 adalah kali pertama BPOM melakukan penilaian terhadap komponen EPSS. Penilaian EPPS meliputi lima domain, di antaranya prinsip Satu Data Indonesia, kualitas data, proses bisnis statistik, kelembagaan, dan statistik nasional. Penilaian mandiri ini dilakukan oleh tim penilai internal yang merupakan kolaborasi lintas unit kerja di BPOM, yaitu Pusat Data dan Informasi Obat dan Makanan, Pusat Analisis Kebijakan Obat dan Makanan, Biro Perencanaan dan Keuangan, Biro Sumber Daya Manusia, dan Biro Hukum dan Organisasi.

 

Dalam laporannya setelah menerima penghargaan, Kepala Pusat Data dan Informasi Obat dan Makanan, Indra Jaya Sukma, menyatakan bahwa pada tahun 2024 akan dilakukan penyelarasan kegiatan statistik sektoral dengan kebutuhan butir-butir pelaksanaan kegiatan statistik, sehingga memenuhi kebutuhan penilaian EPSS. Selain itu, juga akan melakukan sosialisasi kepada seluruh unit kerja di lingkungan BPOM terkait dengan kegiatan statistik sektoral. (HM-Nelly)

 

Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat

 

Berita Terkait

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana