Jakarta — Dengan suasana khidmat dan penuh semangat kebersamaan, BPOM memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia (HAKORDIA) 2025 dengan meneguhkan komitmen penguatan budaya integritas dalam rangka mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045. Kegiatan yang mengusung tema “BPOM Menjulang, Membumi, dan Mengakar Berlandaskan Integritas Menuju Indonesia Emas 2045” ini, diselenggarakan secara luring dan daring (hybrid) dari Aula Bhinneka Tunggal Ika, Jumat (19/12/2025).
Kepala BPOM Taruna Ikrar menegaskan bahwa peringatan HAKORDIA bukan sekadar kegiatan seremonial. “Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia ini harus menjadi momentum untuk meneguhkan komitmen dan kesadaran kita bersama dalam membudayakan antikorupsi di lingkungan BPOM,” tegas Taruna Ikrar dalam sambutannya.
Dalam rangkaian acara peringatan tersebut, BPOM secara resmi meluncurkan Senam Integritas sebagai simbol penguatan nilai antikorupsi yang diinternalisasikan secara menyeluruh dan berkelanjutan. Acara peringatan semakin bermakna dengan adanya momen penyerahan simbol integritas berupa tokoh wayang Bima oleh Kepala BPOM kepada Inspektur Utama BPOM Yan Setiadi. Tokoh Bima merepresentasikan kejujuran, keberanian, dan keteguhan dalam menegakkan kebenaran.
Rangkaian acara dilanjutkan dengan pembacaan Pernyataan Komitmen Integritas yang dipimpin langsung oleh Kepala BPOM dan diikuti serentak oleh seluruh peserta, baik yang hadir secara luring maupun daring. Pernyataan ini merupakan simbol dari kesatuan tekad dalam membangun budaya antikorupsi yang mengakar di lingkungan BPOM.
Kegiatan HAKORDIA BPOM 2025 dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan lintas sektor, antara lain perwakilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kementerian PANRB), Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Kepolisian RI (Polri), Kejaksaan Agung, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), serta asosiasi pelaku usaha di bidang obat dan makanan. Kehadiran para mitra strategis ini menjadi wujud kolaborasi dalam membangun ekosistem integritas yang kuat dan berkelanjutan.
Dalam sambutannya, Kepala BPOM juga menekankan bahwa pemberantasan korupsi merupakan salah satu pilar utama dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. “Integritas bukan hanya slogan, tetapi nilai yang harus kita jaga bersama demi kepercayaan publik dan masa depan negara yang lebih baik,” ujar Taruna Ikrar.
Pelaksana Tugas (Plt.) Deputi Bidang Pencegahan dan Monitoring KPK Aminudin, dalam kesempatan yang sama, menekankan pentingnya perubahan pendekatan dalam upaya pemberantasan korupsi. “Ke depannya, penindakan korupsi lebih mengedepankan reformasi proaktif sistem, tidak lagi hanya reaktif,” ujar Aminudin.
Ia menegaskan bahwa penguatan sistem, tata kelola, dan pengawasan internal menjadi kunci pencegahan korupsi yang berkelanjutan. Ketiga aspek tersebut sekaligus mendorong instansi pemerintah untuk membangun ekosistem kerja yang transparan, akuntabel, dan berintegritas sejak dari hulu.
Sebagai bentuk komitmen konkret, BPOM terus memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel melalui penerapan nilai-nilai aparatur sipil negara yang Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif (ASN BerAKHLAK). Juga melalui pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), serta penguatan sistem pengendalian intern dan manajemen risiko. Upaya tersebut turut didukung dengan digitalisasi dan integrasi sistem manajemen pengawasan.
Capaian dari komitmen tersebut tercermin dari hasil Survei Penilaian Integritas (SPI) BPOM Tahun 2025 yang memperoleh skor 80,03 dengan kategori “Terjaga”. Capaian ini menempatkan BPOM pada zona hijau sekaligus menjadi dasar untuk terus melakukan perbaikan berkelanjutan dalam membangun kepercayaan publik.
Rangkaian peringatan HAKORDIA BPOM 2025 yang terdiri atas Krida Integritas, Acara Puncak HAKORDIA, serta seminar bertema “Delik Kerugian Keuangan Negara pada Undang Undang Tipikor”. Ketiganya menjadi cerminan upaya BPOM membangun integritas tidak hanya melalui kebijakan, tetapi juga melalui internalisasi nilai dan partisipasi aktif insan organisasi. Melalui rangkaian kegiatan ini, BPOM menegaskan perannya sebagai institusi yang berkomitmen terhadap integritas, transparansi, dan akuntabilitas dalam menjalankan tugas pengawasan obat dan makanan. (HM-Zein)
Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat
