Jakarta – BPOM menyelenggarakan vaksinasi human papillomavirus (HPV) massal bagi aparatur sipil negara (ASN) perempuan serta keluarga di lingkungan BPOM pada Kamis (11/12/2025) di Gedung Bhinneka Tunggal Ika BPOM. Kegiatan vaksinasi HPV ini merupakan inisiasi dari Dewan Pengurus Korpri Nasional (DPKN) dan BPOM yang menyasar kementerian/lembaga (K/L) di Indonesia.
Hal ini dilandasi oleh data dari Kementerian Kesehatan yang mencatat bahwa terdapat 36.633 kasus kanker serviks setiap tahunnya dan menjadi penyebab 21.000 kematian di Indonesia. Selain itu, data dari World Health Organization (WHO) menyebutkan bahwa vaksin HPV dapat mencegah 70–90% kasus kanker serviks.
Kegiatan ini menjadi bagian penguatan sinergi antara BPOM dan DPKN dalam rangka mewujudkan Asta Cita Presiden di bidang kesehatan serta memeriahkan rangkaian acara hari ulang tahun (HUT) Ke-54 Korpri. Bertajuk “Program Sejuta Vaksin Kanker Serviks,” kegiatan ini didasari oleh semangat melindungi ASN perempuan dan keluarga sebagai upaya preventif akan ancaman kanker serviks.
Kegiatan hari ini dihadiri oleh seluruh pejabat tinggi pratama dan madya BPOM serta ragam organisasi masyarakat, seperti Dharma Wanita Persatuan (DWP) Pusat, DWP BPOM, Kwartir Nasional Pramuka, Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jakarta, Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) Pusat, Perempuan Konghucu Indonesia (Perkhin), Muslimat Nahdlatul Ulama, Wanita Buddhis Indonesia, serta Wirawati Catur Panca.
Kegiatan vaksinasi diawali dengan penyampaian laporan “Sejuta Vaksin ASN” oleh Hariyadi Wibowo sebagai Koordinator Program Sejuta Vaksin dan Ketua Departemen Perlindungan Kesehatan DPKN. “Program Sejuta Vaksin HPV merupakan bagian dalam menyukseskan Asta Cita Presiden di bidang kesehatan khususnya dalam memastikan kesehatan ASN perempuan di seluruh Indonesia. Hal ini menjadi penting mengingat kanker serviks merupakan penyebab kematian nomor dua di Indonesia setelah kanker payudara,” ujar Hariyadi. Hariyadi juga menambahkan bahwa program ini akan dilaksanakan secara bertahap sampai tahun 2026 yang akan menjangkau 38 provinsi, 524 kabupaten/kota, serta 105 kementerian/lembaga.
Selanjutnya, Ketua Departemen Perlindungan ASN Korpri Nasional Karjono Atmoharsono menyampaikan sambutan mewakili Ketua DPKN. Dalam sambutannya, Karjono menyampaikan pesan apresiasi dari Ketua DPKN atas berjalannya kegiatan vaksinasi HPV di lingkungan BPOM. Karjono berharap program ini dapat memperkuat sinergitas antara Korpri Nasional dan BPOM serta memastikan seluruh ASN dapat tetap produktif dan terhindar dari ancaman penyakit, khususnya penyakit kanker serviks bagi ASN perempuan.
“Berdasarkan data yang kami terima, kegiatan vaksinasi HPV hari ini mendapatkan respons yang positif oleh ASN di BPOM. Hal ini dibuktikan dengan jumlah pendaftar vaksinasi yang menembus lebih dari 400 peserta, yang berasal dari ASN Perempuan di lingkungan BPOM dan keluarga,” tutur Karjono.
Kepala BPOM Taruna Ikrar, saat menyampaikan sambutan sekaligus membuka kegiatan vaksinasi, mengapresiasi DPKN serta seluruh pihak yang telah berkolaborasi dalam penyelenggaraan program strategis ini. Menurutnya, program ini merupakan langkah yang mulia, mengingat urgensi vaksinasi merupakan bagian dalam pencegahan terhadap potensi maupun ancaman penyakit, khususnya kanker serviks.
“Baik berdasarkan saintifik ilmu farmakologi, saintifik ilmu kedokteran, dan saintifik ilmu kesehatan, pekerjaan hari ini adalah sangat mulia dan mari kita selamatkan ibu-ibu kita, mari kita selamatkan saudari-saudari kita, mari kita selamatkan keluarga besar kita, supaya jangan terjangkit penyakit kanker dengan cara vaksinasi,” tegas Taruna.
Sebagai Kepala BPOM, Taruna memastikan bahwa keamanan vaksin bagi masyarakat tetap terjaga. Hal ini dilakukan oleh BPOM dengan memastikan ketersediaan vaksin yang terjamin dalam rantai pasok dan cold chain sesuai standar serta memiliki sistem post-market surveillance, termasuk farmakovigilans.
“Vaksin HPV yang kita miliki memiliki efikasi hampir 100%, yang artinya memiliki khasiat keefektifannya sangat tinggi. Selain itu, BPOM juga telah mendapatkan WHO Listed Authority atau WLA yang terfokus pada vaksin. Apa artinya? Artinya jaminannya itu bukan hanya jaminan di Indonesia, tetapi juga sudah menjadi jaminan dunia,” tegas Taruna.
Taruna Ikrar serta seluruh pejabat tinggi madya dan pratama di BPOM serta perwakilan DPKN yang hadir kemudian meninjau langsung pelaksanaan kegiatan vaksinasi ini. Taruna Ikrar beserta rombongan menyapa langsung para peserta vaksinasi dan menyampaikan apresiasi terhadap partisipasi aktif para peserta dalam program ini.
Setelah meninjau pelaksanaan vaksinasi, Taruna juga memberikan pernyataan kepada media. Dalam sesi tersebut, Taruna kembali menegaskan pentingnya vaksinasi ini dalam menyelamatkan masyarakat dari potensi bahaya kesehatan akibat kanker serviks. “Mari kita melaksanakan vaksinasi secara nasional untuk mencegah, melindungi, dan memastikan proteksi dan sekaligus kebahagiaan seluruh anggota kita di seluruh Indonesia,” pungkas Taruna. (HM-Julio/HM-Herma)
Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat
