Buku Taksonomi Koleksi Tanaman Obat Kebun Tanaman Obat Citeureup

11-09-2009 Umum Dilihat 6713 kali Pusat Data dan Informasi Obat dan Makanan

Umum

Sesuai dengan Keputusan Presiden RI No.103 tahun 2001 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Kewenangan, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Pemerintahan Non Departemen, bagian kedua puluh tiga, pasal 69, butir (f) dinyatakan bahwa Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) RI dalam menyelenggarakan fungsinya mempunyai kewenangan dalam penetapan pedoman penggunaan, konservasi, pengembangan dan pengawasan tanaman obat. Sejalan dengan hal tersebut salah satu strategi induk organisasi Badan POM RI diarahkan untuk memantapkan jejaring lintas sektor dalam pengawasan obat dan makanan dengan sasaran berfungsinya jaringan lintas sektor dalam pengembangan, pengawasan dan konservasi tanaman obat

Banyak keanekaragaman tumbuhan yang hampir punah atau sudah punah sebelum teridentifikasi dengan benar, baik dalam hal taksonomi maupun khasiat/ manfaatnya. Kondisi tersebut bila di biarkan terlalu berkepanjangan akan menyebabkan kelangkaan terhadap keanekaragaman tumbuhan terutama pada spesies yang terancam kepunahannya yang secara alami sulit berkembang apabila tanpa campur tangan manusia. Oleh karena itu tentunya akan sangat disayangkan jika hal tersebut terjadi terhadap spesies yang sangat berguna yaitu tumbuhan berkhasiat obat. Dengan demikian upaya konservasi menjadi penting dalam konteks penyelamatan spesies tumbuhan obat yang terancam punah. Upaya penyelamatan keanekaragaman tumbuhan tentu dapat dilakukan melalui upaya konservasi tumbuhan obat liar di luar habitatnya (ex-situ) terutama konservasi untuk tumbuhan obat yang dihabitat aslinya seringkali menghadapi ancaman yang besar akibat perusakan habitat oleh berbagai aktivitas dan ekploitasi yang tidak terkendali oleh manusia. Konservasi yang dilakukan juga dapat berfungsi sebagai tempat pendidikan, peragaan, penelitian, pengembangan ilmu pengetahuan, sarana perlindungan dan pelestarian jenis, serta sarana rekreasi yang sehat

Berdasarkan hal tersebut pengelolaan dan pengembangan Kebun Tanaman Obat (KTO) Citeureup Badan POM RI merupakan wujud dari tanggungjawab yang telah diamanatkan untuk tujuan konservasi dan pengembangan tanaman obat. KTO Badan POM RI tentunya perlu didukung oleh media informasi yang memuat keseluruhan koleksi tanaman obat sehingga dapat dimanfaatkan untuk mengetahui lebih banyak tentang satu jenis tanaman obat, salah satunya adalah dengan disusunnya buku Taksonomi Tanaman Obat Koleksi Kebun Tanaman Obat (KTO) Citeureup Badan POM RI. Diharapkan buku ini dapat memberikan manfaat yang bagi masyarakat luas terutama untuk memperoleh informasi deskripsi visual tanaman obat yang lebih lengkap

Kepada semua pihak yang telah berkerja keras menyusun buku ini kami ucapkan terima kasih, semoga kerja keras Saudara-saudara dapat memberikan sumbangan kepada pembangunan kesehatan dan bermanfaat bagi pengembangan obat asli Indonesia

 

Drs. Ruslan Aspan

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana