Cerdaskan Generasi Zilenial dalam Memilih Pangan Olahan Bernutrisi

10-11-2023 Umum Dilihat 1044 kali Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat

Jakarta – Kedeputian Bidang Pengawasan Pangan Olahan BPOM melakukan edukasi keamanan pangan kepada siswa SMA/SMK/Madrasah Aliyah, mahasiswa, dan guru di Indonesia melalui acara Gebyar Zilenial Keamanan Pangan dengan tema “Generasi Zilenial: Cerdas Memilih Pangan Olahan Bernutrisi" pada Kamis (09/11/2023) di Auditorium  gedung Merah Putih BPOM. Kegiatan ini bertujuan untuk mempersiapkan dan mengajak generasi zilenial untuk ikut berpartisipasi mewujudkan budaya pangan aman dan menjadi role model bagi lingkungannya.

Generasi Zilenial merupakan gabungan dua generasi, yaitu Generasi Z dan Generasi Milenial sebagai generasi yang termasuk dalam bonus demografi di Indonesia tahun 2030. Bonus demografi yang akan mencapai puncak di tahun 2030-an dengan 70% komposisinya adalah penduduk usia produktif. Bonus demografi ini merupakan peluang besar untuk meraih Indonesia Emas 2045.

Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan, Rita Endang, mengatakan “Dalam memastikan keamanan pangan mulai dari produksi, distribusi, sampai dengan konsumsi. Perlu implementasi keamanan pangan di sepanjang rantai pangan yang dilaksanakan secara terpadu dengan melibatkan peran aktif masyarakat agar dapat memberikan dampak bagi masyarakat.”

“Seiring dengan perkembangan zaman di era 4.0, pola hidup masyarakat menjadi lebih cepat dan lebih mudah dalam mendapatkan pangan yang dikonsumsi. BPOM sebagaiinstansi yang bertanggung jawab dalam penjaminan keamanan pangan, mengajak generasi muda untuk ikut berpartisipasi mewujudkan budaya pangan aman dan menjadi role model bagi lingkungannya.” jelas Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan. 

Pada kegiatan ini juga dilaksanakan talkshow interaktif dengan tema “Kiat memilih pangan olahan bernutrisi bagi generasi emas Indonesia” dengan narasumber Koordinator Substansi Kurikulum, Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kementerian Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, Yogi Anggraena, dan Direktur Pemberdayaan Masyarakat dan Pelaku Usaha Pangan Olahan, Ema Setyawati.

Dalam paparannya Yogi menerangkan, “Kebugaran dan kesehatan peserta didik merupakan hal yang sangat penting dan ini sangat berkaitan dengan pangan yang dikonsumsi. Seperti halnya dalam ilmu matematika jika kita menambahkan sesuatu maka akan berpengaruh terhadap hasilnya, maka para guru atau pengajar wajib turut memperhatikan apa saja yang muridnya konsumsi di lingkungan sekolah.”  

Direktur Pemberdayaan Masyarakat dan Pelaku Usaha Pangan Olahan menjelaskan “Melalui kegiatan ini diharapkan kita semakin memahami cara memilih pangan olahan bernutrisi. Kita semua berharap ini dapat masuk menjadi bagian dari kurikulum muatan lokal di sekolah, sehingga dapat diakses oleh semua siswa. Semoga dengan pemahaman cara memilih pangan olahan bernutrisi ini dapat membantu mengatasi triple burden of malnutrition termasuk masalah gizi pada anak usia sekolah. ” 

Triple burden of malnutrition adalah suatu kondisi kekurangan gizi (undernutrition), kelebihan berat badan (overnutrition), serta kekurangan zat gizi mikro (micronutrient deficiency). BPOM berharap melalui kegiatan ini generasi muda dapat ikut berpartisipasi mewujudkan budaya pangan aman dan menjadi role model bagi lingkungannya. Generasi muda memiliki kemampuan untuk memilih makanan olahan yang aman, bermutu, dan bernutrisi, serta membantu mempromosikan kepada masyarakat untuk meningkatkan hidup yang lebih sehat, menuju Generasi Emas 2045. (HM-Rasyad)

Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat

 

Berita Terkait

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana