Codex Indonesia adalah Milik Kita Bersama

24-11-2023 Umum Dilihat 680 kali Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat

Jakarta – “Setiap kebijakan yang dibuat pemerintah, harus bermanfaat setinggi-tinggi untuk kepentingan dan kebutuhan masyarakat. Termasuk saat menyusun standar, tujuannya bagaimana agar masyarakat terlindungi.” Demikian disampaikan Plt. Kepala BPOM RI, Lucia Rizka Andalusia dalam sambutan pada kegiatan Rapat Komite Nasional Codex Indonesia, Kamis (23/11/2023).

 

Sebelumnya, Plt. Kepala BPOM menyampaikan apresiasi kepada Komite Nasional (Komnas) Codex Indonesia. “Kegiatan ini strategis dan penting, dapat memperkuat fungsi pengawasan BPOM di bidang keamanan pangan,” tuturnya.

 

Lebih lanjut, Rizka Andalusia menyebut bahwa penyusunan standar keamanan pangan di Indonesia harus dapat dipertahankan dan terus ditingkatkan, serta dapat diarahkan kepada penanganan stunting dan mengurangi pembatasan pangan yang berisiko terhadap peningkatan penyakit degeneratif. Ia juga mendorong partisipasi aktif Indonesia dan keterwakilan Indonesia dalam organisasi Internasional, termasuk Codex. Tidak saja menjadi anggota, tapi juga dapat menduduki jabatan tertinggi dalam organisasi.

 

Rapat Komnas Codex Indonesia yang digelar secara hybrid di Gedung Bhineka Tunggal Ika BPOM dan melalui Zoom Meeting ini dipimpin langsung oleh Kepala Badan Standardisasi Nasional (BSN), Kukuh S. Achmad, sebagai Ketua Komnas Codex Indonesia. Dalam pembukaannya, Ketua Komnas menegaskan Codex Alimentarius memiliki peran penting dalam kaitannya dengan keamanan pangan. Codex juga menjamin praktik yang jujur dalam perdagangan pangan internasional. 

 

“Indonesia memiliki komite yang menyatukan kementerian/lembaga yang berkaitan dengan Codex. Karena itu, Komnas Codex Indonesia adalah milik kita bersama. Komnas melakukan rapat bergilir di kementerian/lembaga untuk menyatukan visi dan misi,” paparnya.

 

“Ada mekanisme pengelolaan Codex. Forum ini adalah forum tertinggi dalam pengambilan kebijakan strategis, sebelum Indonesia (pemerintah). Selain mengadopsi jadi kebijakan nasional, juga menyusun posisi Indonesia saat mengikuti sidang Codex Alimentarius Commission (CAC),” tuturnya lebih lanjut.

 

Kepada peserta rapat, Kukuh mengungkapkan setidaknya ada lima agenda pembahasan dalam rapat komnas hari ini. Kelima agenda tersebut adalah (1) reviu tindak lanjut hasil rapat Komite Nasional Codex Indonesia tanggal 20 Juli 2023; (2) penetapan posisi Indonesia pada Sidang CAC ke-46 yang berkaitan dengan isu strategis nasional; (3) rencana peningkatan partisipasi Indonesia dalam perumusan standar Codex dan kepemimpinan organisasi Codex; (4) Isu strategis keamanan dan mutu pangan; dan (5) jadwal dan tempat penyelenggaraan rapat komnas berikutnya.

 

Terkait rencana peningkatan partisipasi Indonesia dalam kepemimpinan organisasi Codex, Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan BPOM, Rita Endang, menyatakan persetujuannya agar Indonesia dapat menjadi pemimpin di Codex. Selain memiliki pengalaman melaksanakan sidang Codex, peran dan kepemimpinan Indonesia dalam forum Codex telah dimulai sejak tahun 19852020. Saat itu, Indonesia menjadi Chair, Vice Chair Codex, dan koordinator Asia, sehingga kepemimpinan Indonesia dalam forum Codex sudah teruji.

Selain perwakilan BPOM dan BSN, Rapat Komnas Codex Indonesia ini turut dihadiri oleh perwakilan Kementerian Pertanian, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Kesehatan, Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Luar Negeri, Badan Pangan Nasional, Badan Riset dan Inovasi Nasional, Gabungan Produsen Makanan Minuman Indonesia (GAPMMI), Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), dan para pakar di bidang keamanan pangan. Peserta rapat menyepakati rapat Komnas selanjutnya akan diselenggarakan pada bulan Februari 2024 dengan tuan rumah Kementerian Luar Negeri. Sementara itu, Sidang CAC ke-46 akan dilaksanakan pada tanggal 27 November hingga 2 Desember 2023 di Food and Agriculture Organization (FAO) Headquarter, Roma, Italia. (HM-Nelly)

 

Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat

 

Berita Terkait

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana