Jakarta - Sebuah momen bersejarah kembali terjadi di lingkungan BPOM. Untuk pertama kalinya para istri dari Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) BPOM dari seluruh Indonesia hadir berkumpul di Gedung Bhinneka Tunggal Ika, Kamis (11/9/2025). Mereka hadir untuk dikukuhkan sebagai Dharma Wanita Persatuan (DWP) Unit BPOM Masa Bakti 2024—2029.
Pengukuhan DWP Unit BPOM dipimpin langsung oleh Ketua DWP BPOM Masa Bakti 2024—2029 Elfi Taruna Ikrar melalui pembacaan Naskah Pengukuhan. Selanjutnya, Elfi Taruna Ikrar menyematkan pin DWP secara simbolis kepada perwakilan Ketua DWP Unit BPOM dari Balai Besar POM (BBPOM), Balai POM, dan Loka POM yang dikukuhkan.
Dalam sambutannya, Elfi Taruna Ikrar menyampaikan DWP memiliki peran penting dalam mendukung tugas dan pengabdian para suami, serta berkontribusi dalam pembangunan nasional. “Peran penting kita khususnya terkait dengan pemberdayaan perempuan dan peningkatan kesejahteraan keluarga,” tuturnya.
Kepada para pengurus DWP Unit yang baru dikukuhkan tersebut, Ketua DWP BPOM mengajak seluruhnya untuk terus aktif mengikuti kegiatan dan mempererat tali silaturahmi. “Mari kita jadikan Dharma Wanita Persatuan sebagai wadah pembelajaran, pengembangan diri, dan pelayanan sosial,” ujar Elfi Taruna Ikrar lebih lanjut.
Setelah pengukuhan, DWP Unit berkesempatan melakukan tatap muka dan berdiskusi dengan Kepala BPOM Taruna Ikrar sebagai Penasihat DWP BPOM. Dalam sambutannya, Taruna Ikrar menekankan bahwa keberadaan DWP sangat penting. "Saya sebagai Kepala BPOM pun tidak bisa bekerja secara optimal tanpa dukungan penuh dari istri," ujarnya.
Sejumlah perwakilan DWP dari berbagai daerah, seperti Aceh, Jayapura, Kupang, Sangihe, Manado, Samarinda, dan Medan, turut menyampaikan testimoni yang menyentuh hati. Mereka merasa bangga akhirnya dapat berseragam resmi, bersatu dalam wadah nasional yang selama ini belum pernah ada.
Ketua DWP Unit BBPOM di Medan Yulfi Aneta berbagi cerita bahwa istri pegawai BPOM sebelumnya beraktivitas sendiri-sendiri, tidak ada sistem secara nasional. “[Dengan adanya DWP Unit BPOM], mudah-mudahan kami bisa ikut memberikan andil bagi organisasi BPOM,” tuturnya.
Maria Fatima DWP Unit dari Balai POM di Kupang juga mengungkapkan perasaan bahagia dan bangganya atas pengukuhan DWP Unit. Ia siap berkarya. Sepakat dengan Kepala BPOM, Maria Fatima mengatakan, “Di balik suksesnya suami, ada dukungan penuh dari istri yang tangguh,” ujarnya.
Sebelum pengukuhan, Kepala DWP BPOM berkesempatan menanam pohon di lingkungan BPOM, meninjau tempat penitipan anak (TPA) BPOM, dan donor darah bersama para istri Kepala UPT BPOM. Kegiatan ini merupakan bentuk dukungan DWP BPOM terhadap pegawai dan lingkungan BPOM. Lalu setelah pengukuhan, DWP BPOM dan DWP Unit BPOM juga diajak belajar untuk membentuk keluarga berintegritas melalui kegiatan Bimbingan Teknis Keluarga Berintegritas.
Inspektur Utama BPOM Yan Setiadi menyampaikan materi mendalam mengenai pentingnya integritas, baik dalam kehidupan profesional maupun dalam keluarga. “Integritas bukan hanya perbuatan, tapi identitas. Ini harus dibangun dari rumah, dimulai dari keteladanan, pembiasaan, hingga kontrol kualitas dalam keluarga,” ujarnya.
Yan Setiadi juga mengingatkan bahwa sering kali tanpa disadari, kita membiarkan hal-hal kecil yang keliru terus terjadi. “Biasakan yang benar, bukan benarkan yang biasa,” tegasnya. Sebagai langkah awal implementasi budaya integritas, dilakukan penandatanganan pernyataan Komitmen Dukungan Keluarga dalam Pembangunan Budaya Integritas Aparatur Sipil Negara BPOM oleh Kepala UPT dan Ketua DWP Unit.
Pada sesi siang, kegiatan dilanjutkan dengan Sosialisasi Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga Dharma Wanita Persatuan BPOM untuk DWP Unit. Secara paralel, di Auditorium Gedung Merah Putih diselenggarakan Sosialisasi Pemanfaatan Pendanaan Alternatif BPOM yang dihadiri oleh Kepala UPT.
Sekretaris Utama Jayadi yang memimpin sosialisasi anggaran menyebutkan selama lima tahun terakhir, alokasi anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) untuk BPOM masih berada di kisaran Rp2,5 triliun. Padahal, tantangan pengawasan obat dan makanan terus meningkat, terutama dengan masuknya program-program prioritas nasional. Oleh karena itu, BPOM kini mulai memaksimalkan pendanaan alternatif untuk mendukung program kerja.
Dengan dikukuhkannya DWP Unit BPOM secara resmi, diharapkan organisasi ini dapat menjadi penguat dari dalam, mendukung aparatur sipil negara BPOM melalui keluarga yang harmonis dan berintegritas. Lebih dari itu, DWP Unit BPOM diharapkan menjadi motor penggerak kegiatan sosial, edukatif, dan inspiratif di seluruh wilayah kerja BPOM. (HM-Nelly)
Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat
