Balikpapan - Melanjutkan rangkaian kunjungan kerja ke Kalimantan, Kepala BPOM RI, Penny K. Lukito menghadiri dan membuka secara resmi Kampanye Cerdas Menggunakan Kosmetik untuk Generasi Milenial di Balikpapan, Kamis (17/01). Turut hadir dalam acara tersebut jajaran Pemerintah Kota Balikpapan dan Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah, serta peserta dari beberapa SMA/SMK di kota Balikpapan yang merupakan generasi milenial target dari kampanye tersebut.
“Semoga dengan dialog dan diskusi, para siswa mendapat banyak pengetahuan tentang kosmetik, bisa menjadi kader, bisa menyampaikan kepada teman-teman yang lain agar bisa menjadi konsumen yang cerdas, terutama dalam penggunaan kosmetik,” harap Kepala BPOM membuka acara. Strategi promosi kosmetik di dunia digital semakin berkembang, antara lain dalam bentuk review produk oleh vlogger dan blogger, endorsement oleh selebriti atau public figure idola generasi milineal, serta penjualan pada toko online dan market place. “Iklan-iklan yang belum tentu benar, terutama di media sosial harus diwaspadai. Harus lebih hati-hati sebelum membeli kosmetik, jangan sampai kita membeli produk ilegal yang belum memiliki Nomor Notifikasi bahkan produk yang berbahaya,” jelasnya.
Dalam acara tersebut mewakili Walikota Balikpapan, Asisten Perekonomian Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Kota Balikpapan, Diah Muriani menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi atas dibangunnya Kantor BPOM di kota Balikpapan. “Semoga kehadiran kantor BPOM di Balikpapan bisa mendukung kegiatan khususnya perekonomian, pengawasan, perlindungan kepada masyarakat khususnya terkait obat dan makanan,” harap Diah Muriani.
Balikpapan sebagai kota perekonomian yang bergerak di bidang industri, jasa, perdagangan dan kuliner, serta sebagai kota transit mempunyai pergerakan ekonomi yang semakin baik. Pada tahun 2018, Kota Balikpapan mendapatkan Kantor BPOM sebagai salah satu bentuk komitmen BPOM RI untuk lebih dekat dengan masyarakat. “Kami sudah lama menunggu ini, pelabuhan peti kemas yang ada di Balikpapan sebagaian besar membawa produk-produk dari luar, bahkan ada juga pelabuhan-pelabuhan yang tidak resmi membawa produk-produk ilegal, karena itulah kita memerlukan BPOM hadir membantu kami mengawasi,” ungkapnya lebih lanjut.
Kepala BPOM berkesempatan meresmikan operasional Kantor BPOM di Kota Balikpapan, pemberian dari pemerintah daerah dengan Perjanjian Pemanfaatan Barang Milik Daerah antara Pemerintah Kota Balikpapan dengan Kantor BPOM di Kota Balikpapan. Hal ini membuktikan bahwa adanya Kantor BPOM tersebut merupakan bentuk sinergitas BPOM RI dan Pemerintah daerah. (HM-Bayu)
Biro Hubungan Masyarakat dan Dukungan Strategis Pimpinan
