Diorama BPOM: Sejarah, Kinerja, dan Harapan

07-10-2025 Kerjasama dan Humas Dilihat 703 kali Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat

Jakarta - Kepala BPOM Taruna Ikrar meresmikan Diorama BPOM yang terletak di Gedung Merah Putih pada Senin (6/10/2025). Acara ini dihadiri oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dan Kepala BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti. Diorama ini merupakan representasi visual dan digital yang menggambarkan peran arsip dalam mendukung kinerja organisasi serta sebagai bukti akuntabilitas dan pertanggungjawaban BPOM kepada publik.

Penandatanganan prasasti peresmian Diorama dilakukan Kepala BPOM Taruna Ikrar didampingi Ketua Dharma Wanita Persatuan BPOM Ny. Elfi Taruna Ikrar. Pembangunan Diorama ini dilakukan sebagai bentuk transformasi arsip menjadi karya seni dengan sentuhan teknologi. Tujuannya adalah untuk menginformasikan kinerja BPOM kepada masyarakat secara menarik dan edukatif. 

Diorama menampilkan profil BPOM secara digital yang mencakup visi, misi, sejarah, karya Kepala BPOM, struktur organisasi, filosofi ikon dan logo, serta hasil pengawasan. Miniatur fisik Diorama memperlihatkan sejarah perkembangan atribut seragam pegawai BPOM. Sementara, potret kinerja BPOM ditampilkan melalui foto-foto kegiatan dan penghargaan yang diraih BPOM.

Kepala BPOM Taruna Ikrar dalam sambutannya menyampaikan bahwa diorama ini sangat penting bagi keluarga besar BPOM karena menghadirkan arsip dan perjalanan sejarah lembaga secara menarik dan edukatif. “Perjalanan panjang BPOM dari masa ke masa telah mencatat berbagai capaian besar. Di balik setiap capaian, ada dedikasi, kerja keras, dan semangat kolaborasi insan BPOM dan unit pelaksana teknis (UPT) di seluruh Indonesia bersama para mitra strategis kami,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa Diorama ini juga merefleksikan perjuangan bangsa Indonesia dalam mewujudkan obat dan makanan yang aman. “Melalui Diorama ini, kami berharap publik dapat lebih memahami peran strategis BPOM. Masyarakat mengenal lebih dekat tugas dan fungsi kami sehingga memupuk rasa percaya terhadap upaya pemerintah dalam memastikan keamanan, manfaat/khasiat, dan mutu obat dan makanan,” kata Taruna Ikrar.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin turut mengapresiasi peluncuran Diorama tersebut. “Saya ucapkan selamat kepada BPOM untuk Diorama ini, bagian dari sejarah. Kita tidak tahu 10–20 tahun ke depan akan seperti apa. Masyarakat kita membutuhkan obat dan makanan makin lama makin meningkat, dan semua negara jumlah populasinya bertambah terus. Begitu juga jenis dan varian obat dan makanan akan bertambah terus, artinya risikonya juga akan semakin meningkat,” ungkapnya.

Ia menekankan bahwa BPOM ke depan akan menghadapi tantangan yang semakin kompleks sebagai penjaga kesehatan masyarakat. “Semoga perkembangan kebutuhan obat dan makanan bisa dijaga dengan baik, sesuai dengan logo BPOM sebagai perisai,” tutup Menteri Kesehatan.

Diorama BPOM bertujuan melestarikan memori kolektif dan sejarah pengawasan obat dan makanan di Indonesia, yang dapat mendukung indikator kinerja pengarsipan dan pelayanan publik. Selain itu, bertujuan sebagai media sosialisasi yang efektif dan interaktif untuk meningkatkan literasi masyarakat mengenai fungsi pengawasan obat dan makanan di Indonesia, serta membangun citra lembaga yang transparan dan mudah dipahami. 

Filosofi Menjulang, Membumi, dan Mengakar diterapkan Taruna Ikrar dalam konsep pengawasan obat dan makanan. “Menjulang” melambangkan cita-cita tinggi dan visi ke depan BPOM untuk mencapai standar internasional. “Membumi” bermakna kedekatan dengan masyarakat dan manfaat nyata dari pengawasan BPOM. “Mengakar” menggambarkan pondasi kuat dan nilai-nilai integritas serta komitmen dalam sistem kerja BPOM.

Peresmian Diorama ini menjadi langkah penting dalam memperkuat komunikasi publik dan memperkenalkan BPOM sebagai lembaga pengawas yang responsif, adaptif, dan inovatif. Dengan jejak digital kinerja pengawasan BPOM yang terekam dalam Diorama, memacu BPOM untuk terus memperbaiki pelayanan publik yang selalu berorientasi pada perlindungan kesehatan masyarakat. (HM-Benny)


 Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat

Berita Terkait

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana