Dorong Penguatan Laboratorium dan Dukungan Program MBG di Provinsi Riau

13-10-2025 Kerjasama dan Humas Dilihat 510 kali Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat

Pekanbaru- Kepala BPOM Prof. Taruna Ikrar bersama Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) BPOM Ny. Elfi Taruna Ikrar, melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Riau pada 11–12 Oktober 2025. Kegiatan ini mencakup kunjungan ke Balai Besar POM (BBPOM) di Pekanbaru dan Balai POM di Dumai, dengan fokus pada penguatan kelembagaan, edukasi keamanan pangan, serta dukungan terhadap program Makanan Bergizi Gratis (MBG).

Kegiatan dimulai dengan jalan santai yang dipimpin langsung oleh Kepala BPOM dan Ketua DWP BPOM, diikuti oleh jajaran pimpinan dan pegawai dari BBPOM Pekanbaru, BPOM Dumai, dan BPOM Indragiri Hulu. Sepanjang rute yang dimulai dan berakhir di kantor BBPOM Pekanbaru, dilakukan kegiatan komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) kepada masyarakat, termasuk pembagian brosur dan leaflet tentang keamanan pangan. Tim penguji BBPOM Pekanbaru juga melakukan pengujian terhadap 5 sampel pangan yang dijual di Jalan Hangtuah. Hasil pengujian menunjukkan seluruh sampel memenuhi syarat dan bebas dari bahan berbahaya seperti rodamin, boraks, kuning metanil, dan formalin.

Setelah jalan santai, kegiatan dilanjutkan dengan ramah tamah bersama seluruh pegawai. Kepala BPOM menyampaikan filosofi kelembagaan BPOM sebagai satu badan dengan banyak organ yang harus bersinergi untuk melindungi masyarakat dari risiko obat dan makanan berbahaya. 

Kegiatan ini juga diwarnai dengan kuis interaktif bagi pegawai serta diskusi terbuka mengenai tantangan dan aspirasi pegawai di daerah. “Menjulang berarti kita harus berkarir setinggi mungkin, membumi adalah memastikan kebijakan bisa diterapkan di semua lini, dan mengakar berarti semua yang kita lakukan harus berpihak pada masyarakat dan pegawai,” ujar Taruna Ikrar. 

Ketua DWP BPOM, Elfi Taruna Ikrar, menambahkan, “Kebersamaan dan komunikasi yang hangat seperti ini adalah fondasi penting dalam membangun organisasi yang kuat dan berdampak.”

Kepala BPOM juga menyoroti urgensi dukungan terhadap program MBG, mengingat prevalensi stunting anak di Indonesia mencapai 20%, defisiensi mikronutrien 40%, dan overweight 20%. BPOM memiliki peran strategis dalam MBG, mulai dari edukasi keamanan pangan hingga investigasi saat terjadi kejadian luar biasa (KLB) keamanan pangan.

Esoknya, rombongan melanjutkan kunjungan ke Balai POM di Dumai yang saat ini masih menempati ruko sewaan. Meskipun grand design pembangunan gedung telah tersedia, proses pembangunan laboratorium sempat tertunda, akibat efisiensi anggaran tahun 2025. Taruna Ikrar menyampaikan bahwa BPOM telah memperoleh alokasi anggaran sebesar Rp2,24 triliun untuk tahun 2026. “Kita akan fokuskan sebagian besar untuk memperkuat laboratorium di seluruh UPT,” tegasnya.

Ia juga menyoroti ketimpangan antara jumlah sumber daya manusia dan wilayah pengawasan. Dengan hanya 25 pegawai mengawasi 3 kabupaten/kota, tentu tidak ideal. BPOM berharap ada penambahan calon pegawai negesi sipil atau pegawai kontrak untuk mendukung tugas pengawasan. 

Balai POM di Dumai juga diharapkan dapat berperan aktif dalam mendukung program MBG sebagai prioritas nasional, termasuk dalam pencegahan KLB akibat konsumsi pangan yang tidak aman. Namun, sarana dan prasarana yang belum memadai, terutama laboratorium, menjadi tantangan tersendiri dalam memberikan layanan optimal. 

Dalam kunjungan ini, Kepala BPOM dan Ketua DWP BPOM juga melakukan penanaman pohon sebagai simbol pohon menjadi wujud nyata kepedulian BPOM terhadap lingkungan, ungkapan harapan akan masa depan yang lebih baik, serta bentuk komitmen pada prinsip keberlanjutan. Tindakan ini juga merepresentasikan makna kehidupan, pertumbuhan, keteguhan, dan semangat pembaruan, sekaligus menggambarkan peran aktif dalam menciptakan ekosistem yang hijau dan lestari.

Kunjungan kerja ini menjadi momentum penting bagi BPOM untuk memperkuat sinergi internal, mendengarkan aspirasi pegawai daerah, serta mempertegas komitmen terhadap program nasional MBG. Dengan semangat menjulang, membumi, dan mengakar, BPOM terus berupaya melindungi masyarakat Indonesia dari risiko kesehatan yang ditimbulkan oleh obat dan makanan yang tidak aman. (HM-Benny)

Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarkat

 

Berita Terkait

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana