Dukung Peningkatan Literasi Masyarakat Terkait Obat dan Vaksin, Badan POM Gelar Pelatihan Untuk Media

20-10-2021 Kerjasama dan Humas Dilihat 3080 kali Pusat Data dan Informasi Obat dan Makanan

Jakarta – Selasa (19/10), Badan POM gelar Pelatihan Kepada Media Terkait Obat dan Vaksin di Masa Pandemi COVID-19. Pelatihan ini digelar secara daring dan dihadiri oleh perwakilan dari 15 media, baik media cetak, online, maupun elektronik. 
Materi yang disampaikan dalam pelatihan tersebut merupakan kombinasi materi teknis yang terkait dengan penanganan COVID-19 dengan teknik komunikasi. Beberapa narasumber yang dihadirkan membahas mengenai penanganan COVID-19, antara lain Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor dan Zat Adiktif Badan POM, Mayagustina Andarini dengan topik Peningkatan Literasi Terkait Obat dan Vaksin; Ketua Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI), Sri Rezeki S. Hadinegoro dengan topik Intervensi Kesehatan dalam Penanganan Pandemi COVID-19; Ketua Komite Nasional Pengkajian dan Penanggulangan Kejadian Ikutan Pasca-Imunisasi (Komnas PP KIPI), Hindra Irawan Satari dengan topik terkait Penanganan KIPI dan Komunikasi Risiko Keamanan Vaksin; serta Ahli Pulmonologi dan Respirasi Rumah Sakit Umum Pusat Persahabatan, dr. Erlina Burhan dengan topik Rekomendasi Organisasi Profesi tentang Penatalaksanaan COVID-19. 
Sementara itu narasumber lain yang turut mengisi materi yaitu Ahli Komunikasi Publik, Hery Margono yang mengangkat topik terkait Strategi Komunikasi Publik/Komunikasi Risiko. Juga menghadirkan Wartawan Senior, Carry Nadeak yang membahas seputar Teknik Menulis yang Efektif dan Kreatif.
Kepala Badan POM RI, Penny K. Lukito yang memberikan sambutan secara virtual pada kegiatan tersebut menyampaikan bahwa dalam situasi pandemi COVID-19, informasi yang kredibel dan terpercaya menjadi hal yang dibutuhkan oleh masyarakat. Untuk itu, peran media massa dalam percepatan penanganan COVID-19 sangat penting sebagai pihak yang dapat membantu diseminasi informasi secara cepat kepada masyarakat.
 
“Insan media berada di garda terdepan untuk memberikan informasi yang baik dan benar demi merespons berita-berita yang tidak benar dan masyarakat perlu kita berikan perlindungan terhadap beredarnya berita-berita yang tidak benar,” tegas Penny. 
Berdasarkan data International Telecommunication Union (ITU), peringkat literasi digital Indonesia mengalami kenaikan dari peringkat 115 ke peringkat 111 secara global. Data tersebut menandakan kemampuan masyarakat untuk memanfaatkan media digital sebagai sumber pengetahuan mengalami peningkatan. Hal ini tentu perlu diimbangi dengan informasi yang tepat dengan mengacu kepada sumber yang terpercaya, terlebih untuk informasi terkait dengan pandemi COVID-19. Mengingat tidak sedikit pula informasi tidak tepat atau hoaks seputar penanganan COVID-19 yang berpotensi menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
“Sekarang ini banyak sekali hoaks beredar yang sengaja disebarkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Sebagai contoh, berdasarkan pemantauan Kementerian Komunikasi dan Informatika hingga tanggal 11 Oktober 2021, tercatat ada 1.942 hoaks terkait COVID-19, serta 352 hoaks terkait vaksin COVID-19 yang tersebar di platform digital. Hal ini merupakan tantangan nyata bagi kita dan perlu strategi serta kolaborasi bersama agar berita tersampaikan ke masyarakat secara efektif,” tambah Penny.
Melalui kegiatan pelatihan ini, Badan POM mengajak insan pers untuk melakukan komunikasi risiko dengan baik dalam mengedukasi masyarakat melalui penyebaran informasi yang tepat terkait produk berisiko, yaitu obat dan vaksin, dalam upaya mempercepat penanganan pandemi COVID-19. Diharapkan dengan adanya  forum pelatihan hari ini, dapat memberikan ilmu dan pengalaman yang berarti, serta pemahaman yang tepat tentang obat dan vaksin dengan cakupan lingkup informasi yang komprehensif, mulai dari proses pengembangan, perizinan dan produksi, hingga proses yang dilakukan dalam menjaga mutu serta keamanan obat dan vaksin untuk digunakan oleh masyarakat. (HM-Chandra)
Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana