Empowered Women, Powerful Change: BPOM Dorong Peran Strategis Perempuan di Era Digital

27-01-2026 Kerjasama dan Humas Dilihat 433 kali Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat

Jakarta - Dalam rangka memperingati hari ulang tahun (HUT) ke-25, BPOM menyelenggarakan Inspirational Woman Talk bertema “Empowered Women, Powerful Change”, Selasa (27/1/2026). Kegiatan yang dilaksanakan secara hybrid, luring di Aula Bhinneka Tunggal Ika BPOM dan daring melalui Zoom Meeting, menegaskan pentingnya pemberdayaan perempuan serta peningkatan peran strategisnya, khususnya dalam pemanfaatan media digital untuk membangun usaha di bidang sediaan farmasi dan pangan olahan.

Acara ini diikuti oleh 100 peserta luring dan sekitar 900 peserta daring. Peserta berasal dari berbagai kalangan, antara lain pegawai BPOM pusat dan unit pelaksana teknis (UPT), pengurus dan anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) BPOM, pelaku usaha obat bahan alam, kosmetik, pangan olahan, serta komunitas masyarakat.

Kepala BPOM Taruna Ikrar menyampaikan bahwa perempuan merupakan kekuatan penting dalam pembangunan. Ia mencontohkan ketangguhan perempuan yang tercermin dalam peran biologis dan sosialnya, termasuk kemampuannya menghadapi tantangan besar dalam kehidupan. Dengan kekuatan tersebut, perempuan memiliki peran strategis di berbagai sektor pembangunan, termasuk dalam pengawasan obat dan makanan. Hal ini tercermin dari komposisi sumber daya manusia BPOM yang didominasi oleh perempuan, mencapai hampir 70%.

Tak hanya di lingkungan BPOM, peran perempuan juga sangat dominan di sektor usaha. Taruna Ikrar menyebutkan terdapat sekitar 4,2 juta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di bidang obat dan makanan, yang mayoritas dikelola oleh perempuan. “Karena itu, BPOM memiliki kepentingan yang sangat tinggi untuk memberdayakan perempuan Indonesia agar mampu mendorong kemajuan bangsa,” tuturnya.

Sejalan dengan hal tersebut, Ketua DWP BPOM Elfi Taruna Ikrar menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan menjadi wadah lahirnya ide, kolaborasi, serta keberanian perempuan untuk terus berkembang. “Perempuan yang berdaya akan melahirkan perubahan yang kuat dan berdampak luas, tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga nilai bagi kesehatan, keselamatan, dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Apresiasi terhadap komitmen BPOM disampaikan Ketua Umum DWP, Ida Rachmawati Budi G. Sadikin. Dalam sambutannya, ia menilai BPOM telah membuka ruang yang luas bagi penguatan peran perempuan.

“Melalui berbagai program, kegiatan, dan jejaring yang telah dilakukan, saya berharap BPOM tidak hanya menjadi lembaga pengawas, tetapi juga turut memperkuat kapasitas perempuan di bidang kesehatan, keamanan pangan, dan keberlanjutan industri,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor dalam keynote speech-nya menekankan peran penting perempuan Indonesia sebagai ujung tombak pembangunan nasional. “Perempuan Indonesia memiliki kekuatan besar yang mampu menjadi sumber inspirasi,” tegasnya. Ia juga menyatakan kesiapan Kementerian Ketenagakerjaan untuk berkolaborasi dengan BPOM dalam pelatihan, pembinaan, serta penciptaan lapangan kerja melalui program tenaga kerja mandiri.

Apresiasi serupa disampaikan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi. Menurutnya, BPOM telah membuka ruang pendekatan berbasis komunitas dan edukasi publik yang relevan serta menjangkau perempuan sebagai agen perubahan di keluarga dan masyarakat.

“Saya melihat potensi besar BPOM untuk menjadi role model lembaga teknis yang responsif gender, baik dalam tata kelola internal maupun pelayanan publik,” jelasnya. Ia menegaskan bahwa perempuan bukan hanya penerima manfaat kebijakan, tetapi juga aktor utama perubahan.

Dalam kegiatan ini, peserta mengikuti sesi talkshow inspiratif bersama perempuan-perempuan berprestasi, antara lain Co-founder and Chief Visionary Officer (CVO) AstyFarm Asti Ananta dan Founder Artificial Intelligence Buatan Indonesia, Aling Wiratma. Salah satu pesan penting yang disampaikan Aling Wiratma adalah pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan efisiensi usaha sekaligus membuka peluang kerja baru, termasuk bagi perempuan.
“AI dapat membantu, bahkan untuk hal sederhana, seperti memberikan informasi mengenai komposisi zat aktif yang dibutuhkan dalam pembuatan produk,” terangnya, seraya mengajak peserta untuk mulai memanfaatkan teknologi secara bertahap.

Kegiatan dilanjutkan dengan workshop bertema “Build Your Own Brand, Create Impact” yang berfokus pada penguatan branding dan pemasaran digital bagi UMKM perempuan. Founder & Chief Marketing Officer PT Kelas DiGi Kreatif Said Maulana menyampaikan bahwa setiap orang memiliki potensi untuk membangun personal branding. “Temukan satu keunikan diri dan passion yang paling kuat, kemudian kenalkan kepada orang lain. Dengan begitu, orang akan mengingat kita,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, BPOM berharap dapat mendorong lahirnya perempuan yang berdaya dan mampu menciptakan perubahan yang kuat dan berkelanjutan. Empowered women will create powerful change, tidak hanya bagi diri sendiri, tetapi juga bagi keluarga, masyarakat, dan bangsa. Seperti disampaikan Asti Ananta kepada para peserta, “Mari kita bersama-sama sebagai perempuan percaya bahwa kita mampu, memiliki kapasitas untuk memimpin, berinovasi, dan memberikan dampak. Jangan pernah takut untuk membuat diri kita semakin berdaya dan bermanfaat.” (HM-Nelly)

Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat

Berita Terkait

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana