Gaungkan Kesadaran Bahaya Resistansi Antimikroba

01-12-2025 Kerjasama dan Humas Dilihat 1402 kali Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat

Jakarta — BPOM memperkuat komitmennya dalam pengendalian resistansi antimikroba (antimicrobial resistance/AMR) melalui serangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Pekan Kesadaran Resistansi Antimikroba Sedunia/World Antimicrobial Resistance Awareness Week (WAAW). Upaya pengendalian ini dirangkum melalui komitmen SIAP BerAKSI (Awasi peredaran obat, Kendalikan resistansi antimikroba, Sinergi digital, demi Indonesia yang terlindungi) yang dikampanyekan pada puncak peringatan yang digelar di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) pada Minggu (30/11/2025). 

Pengendalian AMR sangat penting mengingat Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) menyatakan AMR sebagai ancaman terbesar bagi kesehatan masyarakat dan pembangunan global. Pada 2019, AMR menyebabkan 1,27 juta kematian di seluruh dunia. Masih banyak masyarakat yang menganggap antimikroba sebagai “obat mahaampuh” untuk berbagai keluhan sehingga kerap meminta antibiotik meski tidak diperlukan secara medis.

Kepala BPOM Taruna Ikrar menyerukan pentingnya melawan AMR melalui gerakan publik yang masif seperti hari ini. “Kita tahu setiap tahun ada jutaan orang meninggal karena AMR. Orang tersebut tidak mempan lagi terhadap antibiotik. Karena itu, acara hari ini bertujuan membangkitkan kesadaran agar semua komunitas terlibat, menyadari AMR bisa menjadi ancaman nyata silent pandemic,” ujar Taruna Ikrar.

Momen puncak hari ini menghadirkan gelaran Antimicrobial Resistance Run (AMRun) sejauh 5 Km. Sekitar 2.000 peserta lintas komunitas berpacu sejak pukul 06.00 pagi mengelilingi miniatur Indonesia sebagai simbol perlawanan dan kepedulian terhadap resistansi antimikroba/AMR dari Sabang-Merauke. 

Turut hadir pada kegiatan ini Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad, yang turut melakukan flag off untuk melepas peserta AMRun. Selain itu, bergabung pula pada kegiatan hari ini Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah, perwakilan dari Kementerian Kesehatan, Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, serta Kepolisian RI. 

Kegiatan AMRun menggambarkan upaya pengendalian AMR di Indonesia yang merupakan “maraton panjang” sehingga memerlukan komitmen jangka panjang, keberlanjutan program, serta partisipasi aktif seluruh masyarakat. “AMRun hari ini adalah gerakan publik, ikon, bahwa menjaga kesehatan dan kebugaran adalah pertahanan pertama dari ancaman AMR,” tutur Kepala BPOM.

Tiba di garis finish, pelari langsung melakukan pendinginan diiringi hiburan dan ajakan untuk menggunakan antibiotik secara bijak. Pada kesempatan ini, BPOM menayangkan video penggalangan deklarasi komitmen bersama dari 325 pelaku usaha farmasi untuk ikut berpartisipasi aktif dalam upaya penanggulangan resistansi antimikroba. Deklarasi ini meraih Rekor MURI sebagai Deklarasi Video Aksi Pengendalian AMR oleh Pelaku Usaha Farmasi Terbanyak.

Penghargaan Rekor MURI tersebut diserahkan oleh Wakil Direktur Utama MURI Osmar Semesta Susilo dan diterima secara langsung oleh Kepala BPOM. Osmar menyebut ini penghargaan BPOM kelima di tahun ini yang tercatat di MURI. Rekor MURI kali ini diharapkan mampu mendorong kolaborasi pengendalian resistensi antimikroba, dan turut berperan aktif dalam pengawasan peredaran dan penggunaan antibiotik secara bijak di masyarakat.

Sebagai bagian dari edukasi publik, BPOM juga meluncurkan jingle AMR ABC+4T. ABC menggambarkan poin apa saja yang penting dipahami masyarakat mengenai AMR, yakni Apa itu resistansi antimikroba, Bahaya resistansi antimikroba, dan Cara mikroba menjadi resistan. Kemudian, tindakan penting (4T) untuk mengendalikan AMR, yakni Tidak membeli antimikroba tanpa resep dokter, Teruskan pengobatan antimikroba sesuai anjuran meski sudah merasa lebih baik, Tidak membuang antimikroba rusak/kedaluwarsa secara sembarangan, serta Tegur dan laporkan sarana yang menjual antimikroba tanpa aturan. Jingle edukasi ini diharapkan dapat dimanfaatkan di sekolah, fasilitas kesehatan, komunitas, dan media digital agar pesan penggunaan antimikroba yang bijak dapat tersampaikan secara lebih inklusif, menarik, dan mudah diingat oleh masyarakat.

Pada puncak peringatan WAAW hari ini, BPOM juga menyerahkan hadiah kepada pemenang Lomba Pre-Event Video Edukasi yang mengangkat tema utama Digital AKSI: Challenge Act Now for a Healthier Tomorrow. Lomba ini terselenggara atas kolaborasi BPOM dengan Ikatan Senat Mahasiswa Farmasi Seluruh Indonesia (ISMAFARSI). Peserta membuat video dengan mengangkat salah satu tema dari 7 pilihan tema khusus edukasi tentang pencegahan AMR. 

Rangkaian kegiatan hari ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk semakin memperkuat komitmen sekaligus mengingatkan keberlangsungan dari upaya bersama ini. Masyarakat juga diharapkan dapat lebih sadar untuk mengonsumsi antimikroba secara lebih bertanggung jawab, menggunakannya sesuai dengan resep dan arahan dokter, serta mengelola limbah antimikroba secara tepat. Hal ini untuk mewujudkan target penggunaan antimikroba hanya dengan resep dokter sepenuhnya, demi meminimalisir bahaya dari AMR bagi generasi mendatang. Act Now: Protect Our Present, Secure Our Future! (HM-Fathan) 

Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat

Berita Terkait

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana