Jakarta - Kepala BPOM Taruna Ikrar menyambut kunjungan Duta Besar (Dubes) Australia untuk Indonesia Roderick Brazier di Gedung Garuda BPOM, Jumat (19/9/2025). Lawatan duta resmi negara kanguru tersebut merupakan kunjungannya yang pertama sebagai Dubes Australia untuk Indonesia yang baru dilantik.
Hadir bersama Dubes Australia dalam kunjungan tersebut, yaitu Minister Counsellor, Governance, and Human Development Tim Stapleton; Unit Manager, Health, Global Health and Development Madeleine Scott; Counsellor Commercial, Australian Trade Commission (Austrade) Lauren Adams; dan New South Wales (NSW) Trade and Investment Director Indonesia, Austrade Yonathan Wijaya. Dalam kesempatan tersebut, kedua pihak membicarakan peluang kerja sama Indonesia dan Australia, yang diikuti dengan sharing experience dari kunjungan kerja Kepala BPOM pada bulan Agustus 2025 lalu.
“Selamat dan apresiasi kepada Mr. Roderick Brazier sebagai Dubes Australia untuk Indonesia yang baru, serta penghargaan atas hubungan personal dan profesional Australia dengan Indonesia. Indonesia dan Australia memiliki kemitraan erat di bidang kesehatan dan regulasi. BPOM bangga menjadi bagian dari kerja sama tersebut,” ujar Kepala BPOM.
Taruna Ikrar menambahkan, BPOM telah bekerja sama dengan berbagai pihak di Australia, seperti Therapeutic Goods Administration (TGA) melalui Indo-Pacific Regulatory Strengthening Program (RSP), Austrade, serta Australia Awards. Selain itu, BPOM mengakui pentingnya perjanjian kemitraan komprehensif Indonesia-Australia/Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA) yang berlaku sejak 2020.
“Saat kunjungan kerja ke Australia pada 22–25 Agustus 2025, saya bertemu dengan mitra strategis BPOM, yaitu Therapeutic Goods Administration. Salah satu bentuk kerja sama yang sangat strategis adalah program magang BPOM-TGA di bawah RSP. BPOM ingin berpartisipasi dalam penilaian bersama untuk mempercepat akses obat dan meningkatkan konvergensi regulatori,” cerita Taruna Ikrar.
Tidak hanya itu, BPOM dengan TGA telah menyepakati penggunaan istilah “regulatory cooperation for market access” untuk peluang kolaborasi lebih luas. BPOM mengusulkan agar program magang otorisasi pemasaran dijalankan paralel dengan pilot project penilaian bersama. Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia dan Australia sepakat untuk memperdalam kerja sama regulatori serta komitmen bersama Indonesia-Australia dalam menjaga kesehatan publik.
BPOM menyampaikan usulan untuk berpartisipasi dalam inisiatif penilaian bersama dengan TGA. Usulan ini mempertimbangkan reputasi TGA sebagai otoritas regulatori yang tepercaya, serta pendekatannya yang konsisten dalam menerapkan prinsip ilmiah, transparansi, dan keandalan dalam proses evaluasi dokumen registrasi.
BPOM memandang TGA sebagai salah satu mitra strategis dalam kerangka reliance. Melalui kolaborasi ini, BPOM bermaksud mendorong percepatan akses masyarakat terhadap obat yang aman dan efektif, sekaligus mendorong konvergensi regulasi, serta memperkuat saling kepercayaan dan pengakuan antara kedua lembaga.
“Selalu menjadi prioritas kami untuk membangun partnership dengan Indonesia. Kami sangat senang bisa berkolaborasi lebih banyak hal. Selama ini, kami terus berfokus untuk mendukung Indonesia di bidang kesehatan, mendukung kesehatan ibu dan anak, terutama dalam ketimpangan di bidang nutrisi dan tengkes (stunting). Kami akan bergerak tidak hanya dalam skala nasional, namun di tingkat provinsi, di mana yang kira-kira dapat kami tingkatkan sehingga Indonesia dapat benar-benar meningkat dalam skala besar secara keseluruhan,” ujar Roderick Brazier mengapresiasi.
Dalam upaya membentuk sinergi dan mendorong kolaborasi nyata dari academic-business-government (ABG) yang digaungkan Kepala BPOM, pada kunjungannya bulan lalu, Taruna Ikrar berkesempatan mengisi kuliah umum di University of New South Wales (UNSW) dan bertemu dengan diaspora Indonesia di Sydney. Hal ini dimaksudkan sebagai wadah dialog akademik tentang ilmu regulasi dan riset yang kolaboratif. Sebagai wujud nyata dari kolaborasi tersebut, BPOM juga telah menjalin kerja sama dengan mitra strategis di Australia, seperti Blackmores, Austrade, Investment NSW, Recce Pharmaceutical, serta BioNyeri Pty Ltd Research Laboratory.
“Inisiatif kerja sama Indonesia-Australia yang telah dibahas [magang, penilaian bersama, inovasi regulasi, dan kolaborasi] akan memberikan manfaat nyata bagi kesehatan masyarakat Indonesia dan Australia. BPOM berharap dapat menjaga komunikasi yang erat dan bekerja sama untuk mewujudkan visi bersama menuju sistem regulatori yang lebih kuat dan tangguh di masa depan,” tutup Taruna Ikrar. (HM-Rizky)
Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat
