Indonesia Jadi Tuan Rumah ACC ke-42, BPOM Tekankan Pentingnya Perlindungan Konsumen

22-11-2025 Kerjasama dan Humas Dilihat 639 kali Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat

Jakarta -  BPOM menyambut pergelaran acara The 42nd Meeting of the ASEAN Cosmetic Committee (ACC) di Jakarta, Kamis (20/11/2025). Pertemuan yang bertujuan memperkuat kerja sama dalam rangka harmonisasi regulasi kosmetik di kawasan ASEAN ini diselenggarakan oleh Sekretariat Asean, bekerja sama dengan Persatuan Perusahaan Kosmetika Indonesia (Perkosmi) di bawah naungan ASEAN Cosmetic Association.

Pertemuan ini dihadiri oleh Deputy Secretary-General of ASEAN for the ASEAN Economic Community Satvinder Singh, perwakilan ACC, perwakilan ASEAN Cosmetic Scientific Body (ACSB), perwakilan ASEAN Cosmetic Technical Laboratory Committee (ACTLC), serta delegasi dari seluruh negara anggota ASEAN. Kepala BPOM Taruna Ikrar hadir langsung dalam pertemuan ini sekaligus menyampaikan sambutan.

Dalam sambutannya, Taruna Ikrar menjelaskan bahwa lanskap industri kosmetik saat ini berubah dengan sangat cepat. Perubahan ini didorong oleh permintaan konsumen, inovasi, dan kemajuan ilmu pengetahuan. “Perkembangan ini menghadirkan peluang besar, tetapi juga tantangan regulasi yang signifikan dalam menyeimbangkan kemudahan perdagangan dengan prioritas utama yang tidak dapat ditawar, yaitu perlindungan konsumen,” ujar Taruna Ikrar.

Taruna menjelaskan bahwa kondisi tersebut menuntut terciptanya lingkungan yang memungkinkan inovasi industri terus berkembang tanpa mengabaikan aspek keamanan produk. Untuk itu, standar regulasi harus senantiasa ditinjau dan diperbarui agar tetap selaras dengan kemajuan dan inovasi pada produk maupun bahan kosmetik.

Kepala BPOM juga menuangkan pandangannya mengenai penguatan sistem pengawasan dan pengendalian pasca-pasar, seiring meningkatnya e-commerce dan penjualan daring. “Otoritas harus siap memantau, mendeteksi, dan mengambil tindakan terhadap produk yang tidak memenuhi ketentuan,” lanjutnya.

Untuk itu, perlu ada sistem informasi yang terkoordinasi dengan baik, pelaporan efek samping secara cepat, serta penegakan aturan yang lebih kuat lintas negara. Pada saat yang sama, konsumen juga perlu diberdayakan dengan pengetahuan agar dapat melindungi diri dari produk berbahaya dan melaporkan efek samping yang mereka alami.

Deputy Secretary-General of ASEAN for the ASEAN Economic Community Satvinder Singh menekankan bahwa seluruh upaya ACC berkontribusi pada tujuan besar ASEAN dalam membangun ekonomi regional yang terintegrasi, berkelanjutan, dan berorientasi masa depan. Ia menyampaikan bahwa ASEAN telah memiliki rencana strategis beserta rencana kerja lima tahun yang akan mendukung pertumbuhan dan perkembangan kawasan.

Menurutnya, sektor kosmetik memiliki potensi besar untuk berkembang, terutama pada area-area inovatif, dengan dukungan kerangka regulasi yang selaras serta kolaborasi erat antarnegara anggota. “Kita perlu bekerja secara konstruktif seperti sebuah keluarga agar kawasan kita tetap kompetitif secara global,” tuturnya.

Satvinder Singh mendorong seluruh anggota ACC untuk saling bertukar pandangan, berbagi praktik terbaik, dan menerapkan pembelajaran tersebut secara merata agar tidak ada negara yang tertinggal. “Mari kita bantu seluruh negara anggota untuk bergerak bersama,” tambahnya kembali.

Kepala BPOM juga berpesan agar seluruh pemangku kepentingan terus memperkuat kolaborasi, menjaga integritas dalam setiap proses pengawasan, serta berkomitmen untuk mengutamakan keselamatan konsumen di atas segala kepentingan lainnya. “Dengan kerja bersama yang berkesinambungan, ASEAN dapat menjadi acuan global dalam penerapan standar kosmetik yang aman, harmonis, dan berdaya saing tinggi,” pungkas Taruna Ikrar. (HM-Devi)

 

 Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat

Berita Terkait

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana