Padang – Kepala BPOM Taruna Ikrar menjadi salah satu narasumber dalam Talk Show Think+ “Indonesia Punya Kamu: Connecting Generations” yang diselenggarakan oleh Garuda TV bersama Universitas Andalas (Unand) pada Selasa (15/9/2026). Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Universitas Andalas tersebut mempertemukan ribuan mahasiswa dan alumni dalam forum lintas generasi yang membahas peran generasi muda dalam menghadapi perubahan dan membangun masa depan Indonesia.
Kegiatan dihadiri oleh Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Wali Kota Padang Fadly Amran, Rektor Universitas Andalas Efa Yonnedi, Direktur Utama Garuda TV Fahmi Muhamad Anwari, serta sivitas akademika dan mahasiswa Universitas Andalas. Mengusung tema “Connecting Generations”, kegiatan ini menjadi ruang pertemuan antara alumni, profesional, dan generasi muda untuk menghubungkan pengalaman, pengetahuan, kreativitas, dan gagasan dalam menjawab tantangan masa depan.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala BPOM Taruna Ikrar menyampaikan 5 isu utama yang menjadi bagian dari materi public lecture, yaitu global megatrends, transformasi melalui kerangka neuroleadership, world-class university (WCU), sinergi academia-business-government (ABG), serta penerapan neuroleadership untuk membangun masa depan yang lebih baik.
Menurut Taruna Ikrar, transformasi menuju WCU perlu diawali dengan growth mindset sebagai fondasi pengembangan institusi dan sumber daya manusia. Hal tersebut kemudian perlu diterjemahkan ke dalam 4 karakteristik utama, yaitu riset yang berdampak tinggi, keberadaan renowned faculty, reputasi dan sumber daya global, serta lulusan berkualitas tinggi.
“Transformasi menuju world-class university tidak hanya berbicara mengenai reputasi, tetapi juga bagaimana perguruan tinggi mampu menghasilkan riset yang berdampak, memiliki sumber daya manusia yang unggul, serta melahirkan lulusan berkualitas yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan perkembangan zaman,” ujar Taruna Ikrar.
Lebih lanjut, Ia menekankan bahwa transformasi WCU perlu didukung oleh pemanfaatan teknologi modern dan pengelolaan risiko yang baik. Ekosistem pendidikan tinggi juga perlu menghubungkan riset, inovasi, regulasi, hingga proses hilirisasi agar hasil pengetahuan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Tak hanya WCU, Kepala BPOM juga mengajak mahasiswa untuk memahami potensi besar yang dimiliki otak manusia. Ia menjelaskan mengenai neuron dan konektivitas antar sel saraf berdasarkan konsep neural connectivity dan neurosynaptic yang menjadi bagian dari bidang risetnya.
“Satu sel saraf itu lebih canggih daripada handphone tercanggih sekarang. iPhone 18 pun kalah canggih dengan sel saraf kita. Kalau mau dikatakan di mana letak superkomputer itu, ada di kepala Bapak, Ibu, adik-adik semuanya,” ungkap Taruna Ikrar.
Menteri Koperasi Ferry Juliantono, yang turut menjadi narasumber dalam acara tersebut, menyoroti pentingnya peran generasi muda dalam pengembangan kewirausahaan dan koperasi. Ia menjelaskan bahwa pemerintah tengah mendorong rebranding koperasi agar semakin relevan bagi generasi milenial dan Gen Z, termasuk melalui digitalisasi dan pembenahan tata kelola.
Ferry juga mengajak mahasiswa untuk melihat koperasi sebagai salah satu alternatif bentuk usaha yang dapat dikembangkan generasi muda, sekaligus berkontribusi terhadap penciptaan lapangan kerja dan penguatan ekonomi daerah. Kementerian Koperasi, lanjutnya, siap memberikan dukungan bagi mahasiswa yang ingin mengembangkan usaha.
Sementara itu, Rektor Universitas Andalas Efa Yonnedi yang menyampaikan sambutan di awal acara, memberikan apresiasi atas kehadiran para tokoh nasional dalam kegiatan tersebut. Ia menyebut Unand yang akan memasuki usia ke-70 terus berkomitmen menjadi mitra pemerintah dalam mendukung berbagai program pembangunan. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran penting dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul dan menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Universitas Andalas berkomitmen untuk menjadi partner dan supporter pemerintah dalam berbagai program. Kami ingin ikut mengantarkan Indonesia menjadi negara maju pada 2045 melalui sumber daya manusia yang unggul dan inovasi yang bermanfaat,” tutur Efa.
Direktur Utama Garuda TV Fahmi Muhamad Anwari menambahkan bahwa kegiatan “Indonesia Punya Kamu” merupakan bagian dari upaya membuka ruang bagi generasi muda untuk mendapatkan pengalaman dan kesempatan berkarya di industri media. Garuda TV ingin menjaring talenta terbaik dari berbagai perguruan tinggi, termasuk memberikan peluang bagi mahasiswa, untuk terlibat secara langsung dalam pekerjaan di industri televisi, seperti menjadi news anchor.
Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Kementerian Koperasi dan BPOM tentang Pemberdayaan Koperasi dalam Pemenuhan Keamanan, Khasiat/Manfaat, dan Mutu Sediaan Farmasi dan Pangan Olahan. Kerja sama ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pemberdayaan koperasi agar mampu berperan dalam ekosistem sediaan farmasi dan pangan olahan dengan tetap memperhatikan aspek keamanan, khasiat/manfaat, dan mutu sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Rangkaian kegiatan di Universitas Andalas juga diisi dengan Dialog Interaktif bersama pelaku usaha rendang dan akademisi bertema “ABG (Academia, Business, Government) untuk Akselerasi Produk Gastronomi Nusantara”. Dalam dialog tersebut, Kepala BPOM Taruna Ikrar menyoroti potensi rendang sebagai mahakarya kuliner Minangkabau yang telah dikenal hingga mancanegara. Menurutnya, diperlukan sinergi antara akademisi, dunia usaha, dan pemerintah untuk mendorong rendang tidak hanya menjadi ikon gastronomi, tetapi juga berkembang sebagai produk pangan global yang memenuhi standar keamanan, mutu, dan persyaratan internasional.
Salah satu pelaku usaha rendang, Rina dari Himpunan Pengusaha Rendang Minangkabau (HIPERMI), menyampaikan sejumlah tantangan yang dihadapi pelaku usaha untuk dapat meningkatkan daya saing dan memperluas pasar rendang, khususnya dalam upaya memasuki pasar ekspor untuk supply pangan jemaah haji dan umrah. Ia menyampaikan bahwa keterbatasan dapur produksi menjadi salah satu kendala, mengingat saat ini fasilitas produksi rendang masih terbatas di Kota Padang dan Payakumbuh. Keterbatasan peralatan produksi juga menjadi tantangan dalam memenuhi permintaan pasar, termasuk peluang ekspor.
Menanggapi hal tersebut, Taruna Ikrar menyampaikan bahwa BPOM siap memberikan dukungan kepada pelaku usaha untuk memenuhi persyaratan pasar internasional, termasuk pasar Arab Saudi. Dukungan tersebut sejalan dengan kerja sama yang telah terjalin antara BPOM dan Saudi Food and Drug Authority (SFDA). Namun demikian, Ia menegaskan bahwa produk yang akan masuk ke pasar Arab Saudi tetap harus memenuhi standar dan persyaratan yang ditetapkan oleh SFDA, termasuk persyaratan terkait proses pengolahan dan keamanan mikrobiologi pangan.
Melalui rangkaian kegiatan di Padang, sinergi antara perguruan tinggi, dunia usaha, dan pemerintah diharapkan dapat terus diperkuat untuk mendorong pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan potensi generasi muda serta produk unggulan daerah. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya bersama dalam menyiapkan generasi unggul dan membangun ekosistem inovasi yang berkontribusi bagi Indonesia menuju Indonesia Emas 2045. (HM-Devi)
Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat
