Surabaya – Kepala BPOM Taruna Ikrar mengunjungi 2 industri garam farmasi lokal yang berada di Jawa Timur, yaitu PT UnichemCandi Indonesia (Gresik) dan PT Garam Dua Musim (Lamongan) pada Selasa (4/2/2025). Kunjungan ini bertujuan meninjau langsung kesiapan sarana industri dalam menerapkan cara pembuatan obat yang baik (CPOB) pada produksi garam farmasi. Hal ini dilakukan dalam rangka percepatan proses sertifikasi CPOB yang tengah diupayakan terhadap keduanya.
Percepatan tersebut menjadi bagian dari pendampingan berkelanjutan yang dilakukan BPOM dalam mewujudkan kemandirian dan resiliensi industri farmasi, yang sejalan dengan visi Asta Cita Presiden RI. Salah satunya, dengan mengawal hilirisasi industri garam farmasi yang menjadi bahan baku industri farmasi. Hal ini juga telah diatur dalam Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 126 Tahun 2022 tentang Percepatan Pembangunan Pergaraman Nasional.
Garam farmasi dibutuhkan industri farmasi sebagai bahan baku obat aktif (active pharmaceutical ingredienst/API) maupun bahan tambahan obat (eksipien). Garam farmasi digunakan sebagai bahan baku sediaan infus, cairan hemodialisis, pelarut vaksin, sirop, dan oralit. Rata-rata kebutuhan garam farmasi sebesar 5.000–7.000 ton/tahun. Saat ini kebutuhan tersebut masih dipenuhi dari hasil impor, padahal kebutuhan ini diproyeksikan akan terus meningkat rata-rata 8%/tahun dalam waktu 6 tahun ke depan.
Proses produksi garam farmasi berbeda dengan garam konsumsi. Garam konsumsi (food grade) mengandung tambahan yodium dan anti-caking agent, sedangkan garam farmasi tidak mengandung bahan tambahan tersebut. Tahapan proses produksi harus dilakukan secara CPOB yang dimulai dari tahapan pengeringan, pengemasan sampai labelling
“Ranah wewenang BPOM adalah pengawasan terhadap proses sanitasi, sterilisasi, tidak ada logam berat, termasuk kesiapan produksi, dan setelah diproduksi berapa output yang dihasilkan,” jelas Taruna Ikrar saat memberikan penjelasan kepada pers.
Saat ini, Indonesia hanya memiliki 2 industri garam farmasi yang tersertifikasi CPOB, yaitu PT Karya Daya Syafarmasi (KDS) yang berlokasi di Jawa Barat dan PT Tudung Karya Daya Inovasi (TKDI) yang beralamat di Jawa Timur. Namun, kedua industri tersebut baru dapat memproduksi sekitar 2.600 ton atau sepertiga dari kebutuhan garam farmasi nasional.
“Dengan mempertimbangkan peluang dan dukungan penuh dari pemerintah, tentunya PT Unichem Candi Indonesia dan PT Garam Dua Musim diharapkan mampu mewujudkan kemandirian dan ketahanan industri farmasi nasional, serta meningkatkan produktivitas dan kualitas garam dalam negeri,” ujar Taruna Ikrar.
“Kami sangat berharap kepada kedua industri untuk memiliki strong sustainability commitment dalam hal kualitas dan keamanan produk garam farmasi, terus berinovasi, dan mengembangkan teknologi baru dalam produksi garam, juga terus berkomitmen mematuhi segala regulasi dan standar, terutama dalam hal pemenuhan CPOB,” tegas Taruna Ikrar lagi.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala BPOM menyatakan komitmennya untuk secara khusus mengawal proses kemandirian industri garam farmasi dalam negeri agar mampu memproduksi garam farmasi yang aman dan bermutu. Pengawalan tersebut salah satunya dilakukan melalui pendampingan penerapan CPOB di industri garam farmasi.
Pendampingan diberikan melalui pelatihan maupun asistensi regulatori. Sinergi dengan para pemangku kepentingan pun akan terus dilakukan secara rutin melalui forum komunikasi lintas sektor bersama Kementerian Kesehatan, Kementerian Perindustrian, Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta pihak industri garam farmasi.
“BPOM juga terus mengupayakan percepatan sertifikasi CPOB bagi industri garam farmasi potensial untuk mencukupi kebutuhan garam farmasi nasional,” lanjut Taruna Ikrar.
Menyambut dukungan yang disampaikan Kepala BPOM, PT Unichem turut menyatakan kesanggupannya untuk mendukung ketersediaan 12 ribu ton garam farmasi. Demikian pula dengan PT Garam Dua Musim. “Kami siap untuk berkontribusi menyediakan garam farmasi dengan kapasitas produksi 700–1.000 ton/tahun sehingga kebutuhan nasional dapat terpenuhi,” ujar Direktur Utama PT Garam Dua Musim Rahmanu Zilaini. (HM-Rasyad)
Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat
