Kepala BPOM RI Kunjungi Universitas Tsinghua: Dorong Kolaborasi Riset dan Regulasi Produk Kesehatan Inovatif

05-11-2025 Kerjasama dan Humas Dilihat 1238 kali Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat

Beijing — Selasa (4/11/2025), Kepala BPOM Taruna Ikrar melakukan kunjungan resmi ke Tsinghua University, Tiongkok, dalam rangka memperkuat kerja sama akademik dan regulasi di bidang kesehatan. Kunjungan ini menjadi momentum penting dalam membangun kolaborasi antara regulator dan institusi pendidikan tinggi untuk menghadapi tantangan global di sektor obat dan makanan.

Dalam kuliah tamu yang disampaikan di hadapan jajaran pimpinan dan akademisi Tsinghua University, Taruna Ikrar menekankan pentingnya sinergi antara regulator dan akademisi dalam memastikan keamanan, mutu, dan efektivitas produk kesehatan. Khususnya dalam hal ini berkaitan dengan produk terapi lanjut (advanced therapy medicinal products/ATMP) dan produk biologis.

“Kami percaya bahwa universitas dan regulator memiliki peran yang sama pentingnya dalam memastikan ilmu pengetahuan melayani masyarakat melalui teknologi dan kepercayaan,” ujar Taruna.

Kepala BPOM memaparkan sistem pengawasan komprehensif yang mencakup regulasi pra-pasar dan pasca-pasar, penegakan hukum, serta pengembangan masyarakat. Pengawasan pasca-pasar kini diperkuat dengan sistem digital berbasis barcode dan e-labelling, yang memungkinkan deteksi dini terhadap produk ilegal dan pengambilan keputusan yang lebih cepat.

Dalam paparannya, Taruna juga menyampaikan data kontribusi sektor farmasi dan makanan terhadap perekonomian nasional. Pada 2023, sektor ini menyumbang 8,3% terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional, dengan proyeksi pertumbuhan pasar farmasi mencapai Rp174,4 triliun pada 2025.

BPOM turut menyoroti perkembangan pesat produk biologis dan ATMP secara global. Berdasarkan data IQVIA dan Maximize Market Research, pasar ATMP diperkirakan tumbuh hingga USD22,48 miliar pada 2027, dengan potensi besar dalam pengobatan kanker, penyakit genetik, dan gangguan neurodegeneratif.

Untuk mendukung akses terhadap terapi inovatif, BPOM telah merevisi sejumlah regulasi penting, termasuk pedoman uji klinis dan penilaian ATMP. BPOM juga menerapkan mekanisme "reliance", yang memungkinkan BPOM menggunakan hasil evaluasi dari regulator negara maju, seperti United States Food and Drud Administration (US-FDA), European Medicines Agency (EMA), dan Pharmaceuticals and Medical Devices Agency (PMDA), guna mempercepat proses perizinan tanpa mengorbankan kualitas.

Kepala BPOM juga menyoroti model kolaborasi triple helix antara akademisi, industri, dan pemerintah melalui konsep ABG (academic-business-government) dalam pengembangan produk biologis di Indonesia. Beberapa contoh sukses termasuk pengembangan sekretom oleh Universitas Gadjah Mada dan industri farmasi nasional Bifarma Adiluhung, serta terapi sel punca oleh Universitas Indonesia dan Kimia Farma.

Kunjungan ini turut membahas peluang kerja sama antara BPOM dan Universitas Tsinghua dalam bidang riset regulasi, pengobatan presisi, dan inovasi produk kesehatan. BPOM berharap lebih banyak ilmuwan muda Indonesia dapat belajar di Tsinghua dan membawa pulang pengetahuan untuk membangun ekosistem kesehatan nasional.

“Hari ini menandai bukan hanya kemitraan kelembagaan, tetapi juga semangat persahabatan antara Indonesia dan Tiongkok, berakar pada rasa hormat terhadap ilmu pengetahuan, pendidikan, dan kemanusiaan,” tutup Kepala BPOM. Kunjungan ini juga mencatat data kerja sama Universitas Tsinghua dengan berbagai institusi Indonesia, termasuk Universitas Indonesia, UGM, Kementerian Kesehatan, dan program beasiswa pemerintah, yang mencakup bidang matematika, inovasi, genomik, dan teknologi vokasi.

Chairman Indonesia–China Joint Research and Development Centre on Vaccine and Genomics Zhang Linqi mendorong agar penguatan kerja sama antara Tsinghua University dengan BPOM dapat segera terealisasi. Zhan Linqi mengapresiasi konsep ABG yang dikembangkan oleh BPOM di bawah kepemimpinan Taruna Ikrar dan mendukung implementasi kolaborasi lebih lanjut berdasarkan konsep tersebut. (HM-Benny)

Berita Terkait

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana