Jakarta – Kepala BPOM Taruna Ikrar menegaskan pentingnya kolaborasi erat antara regulator dan profesi apoteker guna mengimbangi pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan serta teknologi kesehatan di Indonesia. Penegasan tersebut disampaikan saat memberikan sambutan dalam acara Pelantikan Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia (PP IAI) Periode 2026–2030 yang diselenggarakan di Jakarta, Minggu (11/10/2026).
Dalam sambutannya, Kepala BPOM menyampaikan ucapan selamat serta apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran pengurus baru yang resmi dilantik. “Selamat kepada Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia (PP IAI) Periode 2026–2030 yang dilantik hari ini. Apresiasi atas komitmen IAI dalam mengembangkan kompetensi dan profesionalisme apoteker untuk mendukung pembangunan kesehatan nasional,” ungkap Kepala BPOM.
Taruna Ikrar mengungkapkan bahwa profesi apoteker memegang peranan yang sangat vital di institusi yang dipimpinnya. Berdasarkan data yang dipaparkan, sekitar 70% pegawai BPOM berasal dari latar belakang profesi apoteker. Selain itu, hampir 60% jajaran pimpinan tinggi madya dan hampir 100% pimpinan tinggi pratama di BPOM juga diisi oleh para apoteker. Dengan pengalaman belajar dan pendalaman pada bidang farmasi farmakologi selama lebih dari 10 tahun, Ia mengaku merasa sangat nyaman dan bangga dikukuhkan sebagai pengurus besar Ikatan Apoteker Indonesia secara ex-officio serta menjadi bagian dari keluarga besar PP IAI.
Lebih lanjut, Kepala BPOM menyoroti tantangan dunia kesehatan, di mana ilmu pengetahuan berkembang sangat luar biasa melampaui deret ukur layaknya dapur teknologi, sementara regulasi sering kali berjalan lebih lambat bagaikan deret hitung. Menyadari kondisi tersebut, ia berkomitmen agar regulasi di BPOM tidak mengalami keterlambatan, melainkan berjalan seimbang dengan kemajuan teknologi agar tidak menghambat hak asasi masyarakat dalam mengakses obat-obat inovatif.
"Oleh karena itu dalam hal regulasi pada tahun 2025, BPOM menerbitkan 38 Peraturan BPOM yang baru. Dan pada tahun 2026, sudah hampir 20 peraturan kami terbitkan. Dalam waktu 2 tahun hampir 60 peraturan baru. Peraturan tersebut bisa secepat itu karena adanya kerja sama dengan asosiasi atau stakeholder yang memiliki kepentingan tersebut," ungkap Taruna Ikrar.
Tidak hanya itu, Kepala BPOM juga mengajak para apoteker, khususnya jajaran PP IAI sebagai salah satu stakeholder utama, untuk membangun kemitraan strategis dalam penyusunan regulasi ke depan. "Kami berharap dalam menyiapkan peraturan-peraturan berikutnya, kami sangat membutuhkan teman-teman profesi apoteker, maka input atau pemikiran akademik dan pemikiran profesi kami butuhkan untuk melahirkan peraturan-peraturan. Mari teman-teman profesi apoteker terlibat dalam berbagai macam keputusan hingga peraturan yang akan kami lakukan," ajak Kepala BPOM.
Sebagai bagian dari keluarga besar apoteker, Kepala BPOM menegaskan keterbukaannya terhadap ruang diskusi yang kritis demi kemajuan dunia farmasi. "Sebagai Kepala BPOM, saya berharap apa pun yang dilakukan BPOM, silakan diberikan input. Saya sebagai bagian dari Ikatan Apoteker Indonesia akan sangat nyaman mendapatkan kritikan, masukan, dan nasihat dari kawan-kawan semuanya," tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, dukungan dan ucapan selamat turut disampaikan oleh para pemangku kepentingan (stakeholder) lain yang hadir. Salah satunya oleh Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Lucia Rizka Andalusia yang menyampaikan apresiasinya kepada para pengurus yang baru dilantik. Ia mengungkapkan keyakinannya terhadap eksistensi IAI sebagai organisasi besar di bidang farmasi untuk mewujudkan profesionalisme apoteker.
Sementara itu, Ketua Umum PP IAI Periode 2026–2030 Lilik Yusuf Indrajaya menekankan pentingnya perluasan dialog dengan Kementerian Kesehatan, BPOM, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan pemangku kepentingan lainnya. Tujuan dialog tersebut yaitu agar setiap permasalahan dapat diselesaikan secara kondusif dan menghasilkan kemitraan yang profesional.
Acara pelantikan PP IAI juga dihadiri oleh Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Provinsi Bengkulu Destita Khairilisani. Selain itu, hadir pula Sekretaris Utama BNPB Rustian, Ketua Dewan Pengawas PP IAI Muhammad Yamin, serta Ketua Majelis Kode Etik Apoteker Indonesia Gemini Alam.
Mengakhiri sambutannya, Kepala BPOM menyampaikan pesan hangat agar pengurus baru PP IAI dapat mengemban amanah 4 tahun ke depan dengan penuh integritas dan tanggung jawab. Taruna kemudian memungkasnya dengan sebuah pantun, “Pergi ke sawah hendak menanam padi. Singgah ke kebun memetik rambutan. Kepada PP IAI selamat mengabdi. Semoga terus membawa kemajuan bagi kesehatan.” tutup Kepala BPOM. (HM-Hendriq)
Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat
