Kerjasama Sosialisasi Penggunaan Bahan Pengawet Alternatif

17-01-2006 Umum Dilihat 3655 kali Pusat Data dan Informasi Obat dan Makanan

Umum
Bertempat di kantor Badan Pengawas Obat dan Makanan, pada hari Senin tanggal 16 Januari 2005 diadakan pertemuan dalam rangka penandatanganan kerjasama antara Dewan Koperasi Indonesia (DEKOPIN) dengan Pusat Pengolahan Kelapa Terpadu (P2KT). Kerjasama ini terkait dengan sosialisasi penggunaan bahan pengawet alternatif yang dikembangkan oleh peneliti dari Universitas Gadjahmada Yogyakarta yaitu asap cair tempurung kelapa (liquid smoke).

Penandatanganan MOU dilakukan oleh Adi Sasono sebagai Ketua DEKOPIN dan DR. AH Bambang Setiadji sebagai Direktur Pusat Pengolahan Kelapa Terpadu, dengan disaksikan oleh Kepala Badan POM RI, Drs. H. Sampurno, MBA. Disepakati dalam MOU tersebut bahwa perlu segera diwujudkan pemenuhan kebutuhan akan pengawet alami sebagai antisipasi terhadap dampak penggunaan formalin yang isunya merebak belakangan ini. Gerakan ini perlu didukung oleh Koperasi dalam bentuk wujud nyata menghindari penggunaan formalin dalam produksi bahan makanan serta mensosialisasikan penggunaan asap cair sebagai pengawet alternatif melalui gerakan Koperasi.

Pada kesempatan ini, yang dihadiri juga oleh wartawan media cetak dan elektronik, DR. AH Bambang Setiaji dalam presentasinya memaparkan tentang penggunaan asap cair tempurung kelapa sebagai bahan pengawet alami, yang antara lain dapat dimanfaatkan untuk mengawetkan bahan makanan melalui sifat antimikrobial dan antioksidannya. Sebelumnya bahan pengawet ini juga telah dimanfaatkan dalam industri perkebunan (pengawet karet) dan industri kayu (untuk menghindari serangan rayap).

Pengawetan dengan asap memang sudah dari zaman dahulu dilakukan secara turun-temurun, namun pelaksanaan secara konvensional terkadang menimbulkan dampak yang kurang memuaskan misalnya bau yang kurang enak serta asap yang mencemari udara sekitar, namun dengan pengolahan menjadi asap cair (asap yang dikondensasi) maka dampak pencemaran udaranya bisa diatasi meskipun bau kurang enak pada bahan yang diawetkan masih tetap ada. Kandungan kimia asap cair dari tempurung kelapa yang berperan dalam pengawetan adalah senyawa asam, fenol dan karbonil yang masing-masing komposisinya sebesar 10,2%, 4,13% dan 11,3%.

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana