Klinik Konsumen Obat dan Makanan di Universitas Jayabaya Jakarta

29-05-2013 Umum Dilihat 2158 kali Pusat Data dan Informasi Obat dan Makanan

Umum

Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK) BPOM sebagai wadah komunikasi dua arah antara masyarakat dengan BPOM mengembangkan strategi komunikasi dan promosi yang terintegrasi kepada masyarakat agar masyarakat dan ULPK BPOM dapat menjalin hubungan dalam rangka pemberdayaan masyarakat melalui komunikasi, informasi dan edukasi sehingga masyarakat dapat melindungi diri sendiri dari produk obat dan makanan yang berisiko terhadap kesehatan.

Untuk mewujudkan hubungan baik antara ULPK Badan POM dengan konsumen maka dilaksanakan kegiatan Klinik Konsumen dan Diskusi Interaktif tentang Obat dan Makanan dalam rangka Pengawasan Obat dan Makanan. Kegiatan ULPK Goes to Campus yang bertema “Waspada Obat dan Makanan Ilegal Bersama ULPK, Satu Tindakan untuk Semua” kali ini dilaksanakan di Fakultas Hukum Univesitas Jayabaya Jakarta pada Senin, 27 Mei 2013 lalu. Kegiatan ini di lakukan dalam upaya memperluas cakupan layanan informasi/pengaduan konsumen ke seluruh lapisan masyarakat, termasuk masyarakat perguruan tinggi sebagai sumber ilmu dan memiliki intelektualitas baik yang dapat menjadi mitra sejajar ULPK BPOM dalam pemberdayaan masyarakat di bidang perlindungan konsumen obat dan makanan.

Kegiatan yang dihadiri oleh sekitar 70 mahasiswa Fakultas Hukum dan Komunikasi, beberapa dosen pengajar dan Pudek 3 Universitas Jayabaya Ibu Yuliasara Isnaeni, SH., MH. yang sekaligus memberikan sambutan dalam acara ini. Acara ini diisi dengan Pencerahan mengenai Badan Pengawas Obat dan Makanan beserta pengawasan obat dan makanan yang berada di bawah kewenangan BPOM oleh Kepala Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat, Bapak Budi Djanu Purwanto, SH., MH. dan Diskusi Interaktif mengenai “Waspada Obat dan Makanan Ilegal”; penjelasan mengenai website BPOM dan fungsinya; penayangan foto produk obat dan makanan yang mengandung bahan berbahaya; games interaktif serta penyebarluasan brosur dan leaflet tentang ULPK serta Obat dan Makanan. Pada sesi tanya jawab mahasiswa yang hadir sangat antusias menanyakan mengenai banyaknya obat dan makanan illegal, bentuk pengawasan yang dilakukan BPOM dan cara menyampaikan pengaduan/permintaan informasi ke BPOM. Kepada para peserta yang hadir diberikan tips untuk memilih produk obat dan makanan yang aman, yaitu dengan memeriksa label yang terdapat dalam produk obat dan makanan, juga simulasi cara mencari produk terdaftar dan melihat press release/peringatan publik BPOM melalui website BPOM, www.pom.go.id.

Melalui Klinik Konsumen Obat dan Makanan di kampus ini diharapkan dapat terbentuk komunitas masyarakat kampus yang peduli terhadap kesehatan sehingga ikut berperan aktif menyebarkan informasi tentang BPOM dalam kaitan mencari informasi atau menyampaikan pengaduan produk obat dan makanan sehingga terbentuklah jejaring perlindungan konsumen obat dan makanan.

Biro Hukmas


Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana