Kolaborasi, Bekerja Bersama untuk Melindungi Masyarakat di Seluruh Pelosok Negeri

31-01-2024 Umum Dilihat 11886 kali Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat

Jakarta - “Cobalah kita melihat pada diri kita masing-masing. Apakah kapasitas saya ini masih bisa ditingkatkan? Apa yang bisa saya berikan untuk negara? Yang perlu kita tingkatkan kapasitas kerja kita untuk negara? Teman-teman masih muda-muda. Terus berpikir, terus berinovasi, terus memikirkan apa yang bisa kita lakukan, apa yang bisa kita berikan untuk negara.” Demikian ajakan Plt. Kepala BPOM RI, L Rizka Andalusia, kepada seluruh jajaran BPOM yang hadir pada kegiatan Town Hall Meeting, Rabu (31/01/ 2024). 

Kegiatan Town Hall Meeting yang diselenggarakan secara daring dan luring di Gedung Bhinneka Tunggal Ika BPOM ini merupakan rangkaian peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-23 BPOM yang jatuh tepat pada tanggal 31 Januari. Selain diikuti oleh jajaran BPOM di seluruh Indonesia, rangkaian peringatan HUT ke-23 BPOM hari ini juga dihadiri oleh Kustantinah dan Roy Sparringa, Kepala BPOM dari masa ke masa; juga Suratmono, Ondri Dwi Sampurno, dan A. Retno Tyas Utami, Pimpinan Tinggi Madya BPOM dari masa ke masa.

Plt. Kepala BPOM menyebutkan bahwa usia 23 adalah usia yang cukup matang. Usia ini diibaratkan sebagai tahap remaja yang harus mulai menentukan hidupnya sendiri. Untuk BPOM, usia ini adalah saatnya untuk tinggal landas, untuk BPOM bisa berdiri mandiri dan menunjukkan eksistensi sebagai lembaga pengawas yang kuat dan tangguh, serta terdepan dalam perlindungan masyarakat Indonesia.

Selama 23 tahun, berbagai tantangan dan tempaan menjadikan BPOM terus tumbuh dan makin kuat. Sejalan dengan semangat “Kolaborasi Hingga Pelosok Negeri untuk Melindungi Masyarakat” yang menjadi tema tahun ini, peringatan HUT ini menjadi momen refleksi dan evaluasi untuk meningkatkan kinerja serta kolaborasi. 

“Dalam 23 tahun perjalanan BPOM tentu banyak yang dihadapi. Baik itu pengalaman baik dan indah, maupun pengalaman-pengalaman yang sulit, yang mana kita harus mengeluarkan seluruh daya dan upaya untuk menghadapi pandemi COVID-19,” ungkap Plt. Kepala BPOM. “Pengalaman itu membuat kita harus lebih erat dalam memperkuat barisan melaksanakan berbagai upaya terobosan dan inovasi,” tegas L. Rizka Andalusia kepada seluruh jajaran BPOM dari Sabang sampai Merauke. 

Selaras dengan pernyataan tersebut, Kepala BPOM periode 2010-2012, Kustantinah, yang turut hadir pada kesempatan ini menyatakan bahwa jajaran BPOM di seluruh pelosok Indonesia pasti bisa menjawab tantangan yang dihadapi ke depan. “Apa yang menjadi tujuan BPOM pasti akan tercapai dengan kerja sama semua jajaran BPOM. Jangan sombong, kita harus bekerja bersama-sama. Tidak ada satu yang lebih dari yang lain,” ujarnya. 

Berbicara lanjut tentang kolaborasi, L. Rizka Andalusia menyebutkan bahwa 76 unit pelaksana teknis (UPT) BPOM yang berada hingga di daerah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal) menunjukkan negara hadir melindungi masyarakat dari obat dan makanan yang berisiko terhadap kesehatan. Kehadiran UPT lebih dekat dengan masyarakat ini membuka peluang lebih luas untuk BPOM meningkatkan kolaborasi dan kerja sama yang efektif dengan stakeholder di daerah. 

Peringatan HUT BPOM juga dirayakan dengan meluncurkan inovasi digitalisasi berupa aplikasi DIKOLABORASI (Digitalisasi Tata Kelola Peralatan Laboratorium dan Layanan Kalibrasi). Aplikasi ini dapat dimanfaatkan dalam pengelolaan peralatan laboratorium yang efektif dan efisien bagi Pusat Pengembangan Pengujian Obat dan Makanan Nasional dan seluruh UPT BPOM yang memiliki fungsi pengujian. 

Selain berdialog dengan jajaran BPOM, Plt. Kepala BPOM juga berkesempatan memberikan penghargaan dan apresiasi kepada unit kerja dan UPT BPOM, termasuk bagi pegawai BPOM atas berbagai kinerja dan kontribusi yang diberikan kepada BPOM dan masyarakat. Kepala unit kerja dan UPT juga diajak berdiskusi dalam acara Leaders Dialogue untuk membahas isu dan permasalahan strategis yang menjadi tantangan pengawasan obat dan makanan. 

Sekali lagi, Plt. Kepala BPOM mengajak seluruh jajaran BPOM untuk menjadikan momen HUT untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi. Tujuan akhir perkuatan tersebut adalah untuk mewujudkan derajat kesehatan masyarakat dan memberikan manfaat seluas-luasnya bagi bangsa Indonesia. (HM-Nelly)

 

Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat

Berita Terkait

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana