Kolaborasi BPOM dan UNICEF untuk Mewujudkan Lingkungan Pangan Sehat bagi Anak Indonesia

21-07-2026 Kerjasama dan Humas Dilihat 667 kali Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat

Jakarta – Menjelang peringatan Hari Anak Nasional pada 23 Juli, Kepala BPOM Taruna Ikrar menyatakan kembali komitmen lembaganya dalam mewujudkan lingkungan pangan yang lebih sehat bagi masyarakat, khususnya bayi dan anak Indonesia. “Komitmen BPOM ini kami wujudkan dengan kolaborasi bersama lembaga dunia UNICEF. Kami ingin agar anak-anak dapat meningkat kualitas hidupnya, tumbuh kembang, dan mewujudkan potensi mereka secara maksimal, terutama melalui pangan dan gizi yang cukup,” jelasnya.

BPOM belum lama menandatangani Programme Document (ProDoc) Kerja Sama Tahun 2026–2030 pada Senin (22/6/2026). ProDoc merupakan dokumen operasional yang mendukung implementasi Country Programme Action Plan (CPAP) Indonesia 2026–2030 antara Pemerintah Indonesia dan United Nations Children's Fund (UNICEF). Kerja sama dengan UNICEF atau Dana Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa ini bertujuan utama yaitu mewujudkan lingkungan pangan sehat bagi anak Indonesia. 

ProDoc tersebut ditandatangani secara desk-to-desk oleh Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan (Deputi 3) BPOM Elin Herlina, Representative UNICEF Indonesia Maniza Zaman, serta disaksikan oleh Deputi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Bappenas Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Pungkas Bahjuri Ali. Penandatanganan ini menjadi tonggak dimulainya implementasi kerja sama dalam mendukung terwujudnya lingkungan pangan yang lebih sehat, khususnya bagi bayi dan anak di Indonesia.

Melalui kerja sama tersebut, BPOM menguatkan perannya sebagai regulator di bidang pengawasan pangan olahan melalui pengembangan kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy) dan penguatan regulasi. Tidak hanya itu, BPOM juga berupaya terus meningkatkan kapasitas kelembagaan serta memperkuat sistem pengawasan yang mendukung terciptanya lingkungan pangan sehat sebagai bagian dari upaya pencegahan malnutrisi, obesitas, dan penyakit tidak menular.

Deputi 3 BPOM Elin Herlina, dalam kesempatan terpisah, menjelaskan bahwa kolaborasi dengan UNICEF ini sejalan dengan agenda nasional pemerintah Indonesia, yaitu untuk mendorong peningkatan kualitas gizi masyarakat, memperkuat lingkungan pangan sehat, serta mendorong kebijakan pangan olahan yang selaras dengan bukti ilmiah dan selaras dengan praktik terbaik internasional. “Dari kerja sama ini diharapkan sinergi lintas sektor dapat semakin diperkuat, terutama dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia Indonesia yang sehat, berkualitas, dan berdaya saing,” tutur Elin.

Pelaksanaan kerja sama akan dituangkan setiap tahun dalam Annual Work Plan (AWP) yang disusun secara adaptif menyesuaikan dengan prioritas pembangunan nasional. Dengan dukungan technical assistance dan capacity building dari UNICEF, kedua belah pihak akan melaksanakan berbagai kegiatan strategis. Langkah yang akan dilakukan, antara lain pengembangan nutrition profile model (NPM), penyusunan kebijakan front-of-pack nutrition labelling (FOPNL), penguatan kebijakan pembatasan pemasaran pangan kepada anak, kajian mengenai ultra-processed foods (UPF), serta penyusunan berbagai kajian ilmiah dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang pengawasan pangan olahan.

Penyusunan ProDoc merupakan hasil koordinasi intensif antara BPOM, UNICEF, dan Bappenas sejak awal tahun 2026. Proses tersebut menghasilkan kerangka kerja sama yang komprehensif, mencakup mekanisme implementasi, tata kelola program, serta rencana kegiatan selama periode 2026—2030.

Melalui kerja sama ini, BPOM dan UNICEF berkomitmen untuk terus memperkuat kebijakan dan sistem pengawasan pangan olahan yang berbasis sains, dan meningkatkan kapasitas kelembagaan. Kedua pihak juga sepakat memperluas kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk mewujudkan lingkungan pangan yang lebih sehat menuju satu tujuan bersama, yaitu memberikan perlindungan yang lebih optimal bagi masyarakat, khususnya bayi dan anak Indonesia. (KS-Widhi/HM-Herma)

Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat

Berita Terkait

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana