Kolaborasi WHO dan BPOM Tingkatkan Akses Vaksin n-OPV Aman dan Bermutu di Dunia

04-11-2023 Umum Dilihat 2115 kali Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat

Jakarta – BPOM hadir dalam workshop yang diselenggarakan oleh World Health Organization (WHO) dengan tema “WHO Workshop on Implementation of International Standards for Quality Control of Polio Vaccines including OPV and IPV” di Jakarta, Selasa–Kamis  (31 Oktober–2 November 2023). Workshop ini dihadiri oleh peserta scientist yang bekerja di National Control Laboratory dari Arab Saudi, Belanda, Belgia, Brazil, Tiongkok, India, Jepang, Korea Selatan, Rusia, Thailand, Vietnam, Indonesia serta industri farmasi produsen Vaksin Polio dari Belanda, Brazil, Tiongkok, India, Iran, Rusia, dan Indonesia. 

Workshop ini bertujuan untuk memberikan pemahaman terkait standar internasional dalam rangka menjamin keamanan, efikasi, dan mutu Vaksin Polio (oral poliomyelitis vaccine/OPV dan inactivated poliomyelitis vaccine/IPV) melalui paparan para ahli dan studi kasus. Pelaksanaan workshop diawali dengan paparan materi oleh expert, dilanjutkan dengan studi kasus dalam bentuk sharing pengalaman dan diskusi kelompok untuk membahas kasus yang pernah terjadi.

Indonesia dipercaya dan dipilih oleh WHO menjadi tuan rumah penyelenggaraan kegiatan ini, karena tiga hal. Pertama, Indonesia memiliki PT Biofarma yang merupakan produsen Vaksin Polio. Vaksin Polio tersebut termasuk Vaksin novel Oral Polio Vaccine Tipe 2 (nOPV2) yang merupakan Vaksin Polio oral jenis baru. Vaksin ini dikembangkan untuk mengatasi permasalahan circulating Vaccine-Derived Polio Virus (cVDPV). Kedua, BPOM dinilai memiliki kapasitas dalam melakukan pengujian dan penilaian Vaksin Polio, termasuk vaksin nOPV2. Ketiga, BPOM merupakan regulator pertama di dunia (bersama dengan WHO) yang memberikan persetujuan emergency untuk vaksin nOPV2.

Pelaksana Tugas Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor dan Zat Adiktif (Plt. Deputi I), Togi Junice Hutadjulu hadir pada pelaksanaan kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, Togi menekankan bahwa vaksinasi sebagai tindakan pencegahan polio merupakan hal yang penting, mengingat tidak adanya pengobatan untuk penyakit ini. 

“WHO menganjurkan vaksinasi penuh terhadap polio bagi semua anak di seluruh dunia. Dan setiap negara wajib untuk mempertahankan cakupan Vaksin Polio yang tinggi, sehingga dapat berkontribusi penuh terhadap misi global untuk memberantas penyakit polio,” ujar Plt. Deputi I. Selain itu, Togi menekankan bahwa menjamin keamanan, khasiat, dan mutu Vaksin Polio menjadi tugas bersama badan regulator dan industri farmasi. Selain itu, memastikan kualitas, keamanan, dan mutu vaksin sangat penting demi masa depan dunia yang bebas polio.

Hadir pula dalam pembukaan tersebut, Deputy WHO Representative untuk Indonesia, Dr. Momoe Takeuchi, yang mendukung penuh kegiatan workshop ini dalam mencapai tujuan eradikasi polio. “Tujuan workshop ini adalah untuk memberikan dukungan teknis dan menyediakan platform diskusi untuk mengharmonisasikan produksi dan pemastian mutu vaksin polio di antara produsen dan regulator. Sharing informasi dan keahlian dari para expert akan mendukung perkuatan pemastian mutu dan akses terhadap vaksin polio, serta pada akhirnya dunia terbebas dari polio.” ungkap Dr. Momoe.

Sementara itu, scientist dari Norms and Standards for Biologicals Team WHO, Dr. Tiequn Zhou menyampaikan bahwa melalui workshop ini diharapkan dapat memfasilitasi dan mendorong penerapan standar WHO terkini untuk Vaksin Polio. Penerapan standar ini dilakukan dalam proses produksi oleh produsen vaksin dan dalam penerapan peraturan oleh badan regulator obat.

Tiequn juga menjelaskan bahwa WHO telah memperbarui beberapa rekomendasi agar selaras dengan kondisi Vaksin Polio saat ini, memastikan ketersediaan vaksin OPV dan IPV yang terjamin kualitas, keamanan, dan efikasi berdasarkan Global Polio Eradication Initiative (GPEI). Ke depan, beberapa standar pengukuran internasional  dan tata cara pengawasan (quality control) yang terbaru untuk vaksin polio akan terus dikembangkan.

Pada kesempatan tersebut, juga dilakukan pembahasan seputar implementasi dan sosialisasi revisi pedoman internasional Vaksin Polio terbaru yang bertajuk “Recommendation to Assure the Quality, Safety and Efficacy of Poliomyelitis Vaccine”,  yang disusun oleh Expert Committee on Biological Standardization (ECBS).

Fasilitator yang hadir dalam workshop ini merupakan expert di bidang pengembangan Vaksin Polio. Para akademisi dan regulator obat ini berasal dari George Washington University; University of Maryland Amerika Serikat; Health Canada; European Directorate for the Quality of Medicines & HealthCare (EDQM) Perancis; Medicines and Healthcare Products Regulatory Agency (MHRA) United Kingdom; dan King Mongkut's University Thailand. 

“Kami optimis para peserta workshop dapat memperoleh manfaat melalui informasi terkini dari para ahli dan pengalaman yang dibagikan dalam kegiatan ini. Kami juga mendorong semua peserta untuk berdiskusi dan berkontribusi aktif dalam workshop,” tukas Plt. Deputi I mengakhiri sambutannya. (HM-Rizky)

Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat

Berita Terkait

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana