Korpri dan DWP BPOM Dorong Kesadaran Work-Life Balance kepada ASN Perempuan

20-11-2025 Kerjasama dan Humas Dilihat 478 kali Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat

Jakarta – Pengurus Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) di lingkungan BPOM menyelenggarakan kegiatan webinar dengan mengangkat tema “Perempuan Sehat, Perempuan Hebat” pada Rabu (19/11/2025). Kegiatan yang diselenggarakan melalui kolaborasi dengan Dharma Wanita Persatuan (DWP) BPOM ini bertujuan meningkatkan kesadaran akan pentingnya work-life balance bagi perempuan dalam menjalankan peran ganda di dunia karir dan keluarga.

Webinar diselenggarakan secara luring di Aula Gedung Bhineka Tunggal Ika serta diikuti melalui sambungan Zoom oleh peserta yang mayoritas merupakan pegawai perempuan di BPOM pusat maupun Balai Besar/Balai/Loka POM di seluruh Indonesia. Webinar dibuka oleh Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan (Deputi 3), sekaligus Ketua Dewan Pengurus Korpri BPOM, Elin Herlina. Hadir pula Ketua DWP BPOM Elfi Taruna Ikrar serta Psikolog BPOM Sejiwa Luthfia Deisy Rakhmawati yang menjadi narasumber.

Elin Herlina, dalam sambutannya, memaparkan realita bahwa perempuan yang berprofesi sebagai aparatur sipil negara (ASN), khususnya di BPOM, mengemban peran ganda. ASN perempuan berperan tidak hanya sebagai tenaga kerja profesional, melainkan juga sebagai istri/ibu di rumah tangga. Peran ganda sebagai ibu serta amanah pekerjaan untuk berkinerja baik  acap kali menimbulkan stres/konflik dalam dirinya.

Elin menjelaskan bahwa dari 6.168 ASN BPOM, 70%-nya merupakan perempuan. Ia juga menambahkan bahwa data survei opini pegawai tahun 2024 menunjukkan terjadinya penurunan indeks work-life balance sebesar 1,57% dibandingkan tahun 2022. Elin menyebut data tersebut menjadi alarm bagi seluruh jajaran BPOM agar isu kesejahteraan dan kesehatan mental pegawai, khususnya pegawai perempuan, harus diprioritaskan. Menurutnya, hal ini dapat diminimalisir dengan membangun support system yang baik.

Di sinilah Korpri dan DWP BPOM memegang peranan penting. Korpri berfungsi sebagai pengayom untuk meningkatkan dan memelihara kesejahteraan anggota beserta keluarganya, baik secara material maupun spiritual. Program-program Korpri diarahkan untuk memitigasi masalah, termasuk isu-isu yang terindikasi melalui survei opini pegawai. Sementara, DWP BPOM menjadi pilar penguat integritas keluarga ASN, yang secara khusus berfokus pada pembinaan mental dan spiritual anggota.

“Maka dari itu, kolaborasi ini menjadi wujud nyata kepedulian Korpri dan DWP untuk memastikan bahwa setiap perempuan BPOM dapat menjadi perempuan sehat, perempuan Hebat, yang mampu menjaga keseimbangan dan tampil sebagai agen perubahan dengan membawa energi positif serta memastikan bahwa tuntutan karir tidak mengorbankan kebahagiaan dan kesehatan mental,” tutur Elin.

Sesi utama webinar diisi dengan penyampaian materi tentang “Work Life Balance bagi Perempuan Bekerja” yang disampaikan oleh Psikolog BPOM Sejiwa Luthfia Deisy Rakhmawati. Dalam paparannya, Luthfia menyampaikan prinsip dasar dan faktor-faktor yang memengaruhi work-life balance. Ia menjelaskan ragam upaya dalam mengelola tekanan, menetapkan batasan, menetapkan lingkar kendali, serta memahami prioritas diri. Luthfia menekankan pentingnya memahami penetapan batasan sebagai bentuk perlindungan energi dan kesehatan mental.

“Hal ini diperlukan untuk menghindari perempuan yang rentan mengalami burnout, iritabilitas, dan konflik relasi,” jelasnya.

Batasan yang perlu dijaga mencakup aspek waktu, emosional, pekerjaan, dan digital. “Dalam melakukan penetapan, kita dapat melakukan beberapa langkah praktis dalam menetapkan batasan, seperti menerapkan skrip komunikasi sopan-tegas, menguatkan prinsip yes with condition, serta membangun batasan self-acceptance dengan kesadaran bahwa tidak semua hal harus sempurna dan tidak semua peran harus dilakukan sendiri,” tegas Luthfia lagi.

Sesi webinar yang dipandu Silma Awalia ini berlanjut dengan sharing session bersama Ketua DWP BPOM Elfi Taruna Ikrar. Dalam sesi ini, Elfi  berbagi pengalamannya sebagai seorang dokter anak profesional, pendamping Kepala BPOM, serta Ibu bagi anak-anaknya. Terlebih ketika Elfi menjalani masa hidup terpisah negara dengan keluarganya karena kebutuhan untuk menyelesaikan studi lanjut. Menyiasati hal ini, Ia menekankan pentingnya menerapkan sistem prioritas, khususnya yang berkaitan dengan kebutuhan anak.

Belum lagi perannya sebagai pendamping seorang Kepala BPOM dengan agenda yang juga sangat padat dan membuat keduanya jarang bertemu. Dalam hal ini, Elfi menuturkan bahwa komunikasi yang baik serta kepercayaan yang tinggi dengan pasangan adalah resep hubungan harmonis antara dirinya dengan pasangan. Sekalipun masalah di dalam rumah tangga tidak mungkin dihindari, tetapi melalui pemahaman yang sama tentang mengelola emosi dengan baik menjadi kunci dalam menghadapi konflik atau perbedaan pendapat.

Kita harus mampu menciptakan rumah yang aman, nyaman, dan tenang. Sebagai seorang istri dan ibu, kita bisa menjembatani komunikasi antara suami dan anak. Sebagai seorang istri juga, kita harus mampu memberikan motivasi kepada suami serta menjadi pendengar dan support system terbaik bagi suami,” ucap Elfi.

Menutup rangkaian webinar, kedua narasumber mengingatkan seluruh srikandi BPOM untuk senantiasa dapat mengatur prioritas di antara berbagai peran yang dijalani serta membangun support system yang baik untuk mendukung keseimbangan karir dan kehidupan pribadinya.

“Perempuan harus cerdas menetapkan prioritas, dengan tetap menjaga keseimbangan mental dan fisik, karena istri yang bahagia akan membuat keluarga bahagia. Jangan pernah takut untuk berkata tidak. Akan tetapi, kita tentunya harus mampu mengomunikasikan dengan baik dan santun,” pungkas Elfi Taruna Ikrar. (HM-Julio/HM-Herma)

Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat

Berita Terkait

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana