Kunjungan Ilmiah Mahasiswa Jurusan Farmasi Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto, 04 Mei 2009

11-05-2009 Umum Dilihat 2559 kali Pusat Data dan Informasi Obat dan Makanan

Umum

Mahasiswa Jurusan Farmasi dari Fakultas Kedokteran dan Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto, pada hari Senin 4 Mei 2009 mengadakan kunjungan ke Badan POM RI. Kedatangan para mahasiswa diterima oleh Kepala Bagian Pengembangan Pegawai, Dra. Diah Tritunggariani, M.Kes, yang mewakili Kepala Biro Umum Badan POM. Dalam sambutannya, dijelaskan oleh Kepala Bagian Pengembangan Pegawai bahwa Badan POM selain sebagai Lembaga Pemerintah Non Departemen yang melaksanakan tugas pemerintahan di bidang pengawasan obat dan makanan juga dapat sebagai salah satu tempat untuk melaksanakan pengabdian bagi tenaga kefarmasian sebagai pegawai pemerintah. ”Dalam proses seleksi untuk menjadi pegawai Badan POM, prosesnya dilakukan melalui seleksi ketat yang terdiri dari beberapa tahap sehingga diharapkan hanya Sumber Daya Manusia (SDM) yang terbaik yang memenuhi persyaratan yang dapat bergabung menjadi karyawan Badan POM”, begitu disampaikan oleh Kepala Bagian Pengembangan Pegawai.

Pada kesempatan tersebut dipresentasikan mengenai Badan POM oleh Kepala Bidang Informasi Obat, Budi Djanu Purwanto, SH, MH. Dalam presentasi tersebut, dipaparkan tentang latar belakang berdirinya Badan POM, visi dan misi, struktur organisasi, produk yang diawasi oleh Badan POM, mekanisme pengawasan, dan sebagainya. Dipaparkan juga mengenai Pusat Informasi Obat dan Makanan (PIOM) Badan POM RI dan secara khusus juga membahas layanan apa saja yang dapat diperoleh dari PIOM. Layanan yang dimaksud diantaranya layanan dari Pusat Informasi Obat Nasional (PIO Nas), Sentra Informasi Keracunan Nasional (Siker Nas), dan Perpustakaan Badan POM RI.

“Pengawasan yang dilakukan oleh Badan POM meliputi pengawasan pre-market sebelum produk dipasarkan sampai dengan pengawasan post-market”, demikian disampaikan oleh pembicara, “Pengawasan obat dan makanan tidak hanya dilakukan oleh pemerintah (dalam hal ini Badan POM), tapi juga dilakukan oleh produsen dan masyarakat. Pada prinsipnya, pengawasan akan efektif jika tiga pihak tersebut melaksanakan fungsinya secara maksimal. Dalam hal ini, masyarakat yang pada akhirnya memutuskan memakai/tidak suatu produk, jadi peran serta aktif masyarakat, termasuk para mahasiswa sangat diharapkan untuk membantu tugas Badan POM. Apabila ada pengaduan mengenai produk dalam cakupan pengawasan Badan POM, dapat disampaikan melalui Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK) pada nomor telpon (021) 4263333 atau HP (021) 32199000. Jika diperlukan informasi tentang obat dapat menghubungi Pusat Informasi Obat Nasional (PIO Nas) di nomor telpon (021) 4259945 (jam kerja) atau HP 08121899530 (di luar jam kerja)”.

Mahasiswa yang datang berkunjung sangat antusias dengan berbagai penjelasan yang disampaikan oleh pembicara, terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan oleh peserta. Terdapat sekitar 41 orang mahasiswa yang hadir yang disertai oleh 2 orang dosen pendamping dan beberapa pertanyaan yang diajukan diantaranya mengenai sejauh mana wewenang Badan POM dalam menangani obat palsu/produk palsu dan bahan berbahaya yang lain, perpustakaan Badan POM dibuka untuk kalangan apa saja dan bagaimana cara meminjam buku, cara registrasi obat, jadwal inspeksi yang dilakukan oleh Badan POM (periodik/per kasus) serta pertanyaan-pertanyaan lainnya.

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana