Mantapkan Diplomasi Kesehatan, Kepala BPOM Dorong Kerja Sama Global di Shanghai Summit 2025

10-11-2025 Kerjasama dan Humas Dilihat 408 kali Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat

Shanghai, Tiongkok – Kepala BPOM Taruna Ikrar menyampaikan opening remarks dalam Health and Life Science Summit 2025 yang menjadi rangkaian kegiatan China International Import Expo (CIIE) pada Minggu (9/11/2025). Kegiatan yang diselenggarakan di Shanghai National Exhibition and Convention Center ini mengangkat tema Building New Channels for Going Global and Industry Collaboration”.

Melalui paparannya, Taruna Ikrar menekankan pentingnya kolaborasi lintas negara dan lintas sektor dalam memperkuat inovasi kesehatan. Ia kembali membahas mengenai penerapan kolaborasi lintas sektor yang disebut dengan konsep triple helix academia-business-government (ABG). “Collaboration is better than competition. Working together is better than standing alone,” ujarnya.

Ia menyampaikan bahwa BPOM telah bekerja sama dengan lebih dari 170 perguruan tinggi dan lebih dari 270 industri di Indonesia dalam mendorong inovasi dalam pengembangan obat, untuk dapat memberikan akses bagi masyarakat Indonesia terhadap obat yang inovatif, aman, dan bermutu. “Kolaborasi diperlukan untuk mempercepat riset dan kesiapan industri menghadapi perkembangan teknologi kesehatan,” ungkapnya.

Sejalan dengan tema kolaborasi yang diusung, kegiatan ini diikuti oleh perwakilan pemerintah, akademisi, dan industri dari berbagai negara di kawasan Asia Tenggara. Pembicara yang turut hadir, antara lain Academician of the Chinese Academy of Sciences and Director of Hangzhou Institute of Medicine Chinese Academy of Sciences Tan Weihong. Ia membahas mengenai perkembangan fasilitas kedokteran molekuler untuk mendukung Healthy China. Kemudian, Chairman of Hong Kong Biotechnology Organization President Albert Cheung Hoi Yu, yang menyoroti peran strategis Hong Kong dalam kolaborasi global sektor life science.

Selain itu, Board Director and Executive Vice President of Hengrui Pharmaceuticals Zhang Lianshan membahas strategi ekspansi global Hengrui Pharmaceuticals. Turut hadir pula Kepala Balai Besar Biomedis dan Genomika Kesehatan Kementerian Kesehatan RI Indri Rooslamiati. Ia menjelaskan pemanfaatan teknologi genomik untuk mendorong inovasi medis di Indonesia.

Di hari yang sama setelah menghadiri Health and Life Science Summit 2025, Kepala BPOM melanjutkan kunjungannya ke Shanghai Global Health Innovation Institute (GHII). Di sana, Ia bertemu dengan Founding President of GHII He Ruyi, dengan didampingi oleh delegasi BPOM lainnya, perwakilan Konsulat Jenderal RI di Shanghai, serta perwakilan industri farmasi.

Pertemuan tersebut membahas peluang kerja sama dalam pengembangan produk kesehatan berbasis kebutuhan pasar serta penguatan harmonisasi regulasi di bawah kerangka konsep kolaborasi ABG. Hal ini disambut baik oleh GHII sebagai bentuk peningkatan kapasitas dari kedua instansi. Selama ini, GHII sendiri sudah memiliki jaringan kerja sama dengan Indonesia untuk pengembangan produk kesehatan, institusi riset dan klinik, kolaborasi dengan industri farmasi, global health donors, juga jalur pengadaan publik dan regulatori.

Founding President of GHII He Ruyi menyampaikan komitmen GHII dalam pengembangan produk obat dan layanan kesehatan, yang juga memperoleh dukungan dari Pemerintah Shanghai serta Gates Foundation. “GHII fokus pada penanganan tuberkulosis, malaria, [penyakit akibat] human immunodeficiency virus (HIV). Kami berencana memperluas perhatian pada kesehatan ibu dan anak. Untuk itu, kami menyambut baik kerja sama lebih lanjut dengan BPOM,” ujarnya.

Dari pertemuan ini, kedua belah pihak mengusulkan beberapa potensi kegiatan yang dapat dikolaborasikan. Salah satunya dalam pengembangan produk obat berdasarkan kebutuhan pasar serta perkuatan kolaborasi regulatori untuk mempercepat akses produk inovatif. Kerja sama lainnya adalah untuk pengembangan kapasitas yang sistematis dengan pertukaran best practices dari kedua negara.

Melalui rangkaian kegiatan ini, Kepala BPOM berharap dapat semakin memperkuat jejaring kolaborasi internasional serta ekosistem riset dan inovasi kesehatan nasional. “Bersama kita dapat membawa inovasi menjadi produk yang berdampak nyata bagi kesehatan masyarakat nasional dan dunia,” tutup Taruna Ikrar mengakhiri pertemuan. (HM-Zalfa/HM-Herma)

Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat

Berita Terkait

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana