Obat Ilegal Intai Generasi Muda, BPOM Kolaborasi dengan Pemprov DKI Jakarta

28-10-2026 Kerjasama dan Humas Dilihat 621 kali Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat

Jakarta – Ancaman peredaran obat ilegal, penyalahgunaan obat-obatan tertentu, hingga keracunan pangan terus menjadi perhatian serius dalam menjaga kualitas kesehatan masyarakat, khususnya generasi muda. Menanggapi ancaman tersebut, BPOM memotori gerakan kolaborasi lintas sektor melalui kegiatan Training of Trainer (ToT) Pencegahan Penyalahgunaan Obat dan Keracunan Pangan di Auditorium Lantai 7 i3L University, Jakarta, Selasa (27/10/2026).

Kegiatan yang digelar secara daring dan luring oleh Balai Besar POM (BBPOM) di DKI Jakarta ini melibatkan tak kurang dari 500 peserta. Acara ini diinisiasi bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta serta Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia (GPFI) DKI Jakarta sebagai langkah konkret menciptakan kader edukator di berbagai lini masyarakat. Sejumlah tokoh dan pejabat lintas instansi tampak hadir memberikan dukungan penuh, di antaranya Wakil Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Savitri Handayana, yang hadir mewakili Gubernur DKI Jakarta; Ketua Dewan Pakar Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi; Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak Cornelia Agatha; perwakilan Satuan Intelijen Medis Bais TNI, Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya, perwakilan pemerintah kota se-DKI Jakarta, jajaran pimpinan BPOM, dan akademisi.

Dalam arahannya, Kepala BPOM Taruna Ikrar menegaskan bahwa tugas pengawasan obat dan makanan tidak akan berhasil jika hanya dibebankan kepada BPOM semata. Diperlukan sinergi yang kokoh antara pemerintah daerah, penegak hukum, akademisi, dunia usaha, media, hingga organisasi kemasyarakatan.

"Saya kira, kita tidak mampu bekerja sendiri. Kami harus bersama-sama dengan pemerintah daerah, kawan-kawan dari kepolisian, kawan-kawan dari BPOM, serta para pemangku kepentingan terkait," tegas Kepala BPOM saat membuka acara.

Taruna menjelaskan bahwa pelatihan ToT ini menyasar elemen strategis, terutama lingkungan sekolah tingkat SMP dan SMA, untuk membentengi para siswa dari bahaya penyalahgunaan obat dan pangan tercemar. Melalui pembekalan ini, para kader diharapkan dapat dengan cermat mengenali serta memutus rantai peredaran obat-obatan berbahaya maupun bahan berbahaya pada makanan, seperti zat pengawet, pewarna, dan pemanis buatan yang tidak sesuai standar.

Langkah kolaboratif ini disambut hangat oleh Pemprov DKI Jakarta. Wakil Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Savitri Handayana mengapresiasi tinggi inisiatif BPOM yang mengintegrasikan berbagai elemen untuk perlindungan warga Jakarta.

"Melalui kegiatan pada hari ini, kami Pemprov DKI Jakarta berharap tercipta sinergi yang handal melalui kolaborasi lintas sektoral, serta partisipasi aktif warga dan masyarakat dalam mewujudkan Jakarta sebagai kota yang tidak sekadar tumbuh secara ekonomi, tetapi juga sehat, tangguh, dan berdaya saing," ungkap Savitri.

Dukungan serupa mengalir dari jajaran pemerhati anak. Ketua Dewan Pakar LPAI, yang biasa dipanggil Kak Seto, menyatakan komitmen penuhnya terhadap program pengawasan yang dinilainya sangat menentukan kualitas masa depan anak bangsa.

"Kami dukung sepenuhnya juga dari BPOM, yang telah betul-betul mengedepankan kepentingan terbaik bagi anak Indonesia dalam rangka menuju Indonesia Emas tahun 2045," tutur Kak Seto. Ia meyakini bahwa dengan bimbingan dan edukasi yang tepat, para pelajar mulai dari SD hingga tingkat remaja SMA akan semakin paham dalam memilih makanan yang sehat serta menggunakan obat secara bijak dan tepat.

Para kader yang disiapkan dalam ToT ini meliputi guru, anggota Pramuka dari Saka POM, tenaga penyuluh instansi, hingga para apoteker di puskesmas di DKI Jakarta. Untuk memperluas jangkauan dan kesinambungan edukasi, BPOM juga mengoptimalkan platform pembelajaran mandiri berbasis digital, Learning Space for Cadres (LSC) 2.0, yang menyediakan fitur microlearning, video edukasi, simulasi kasus, hingga rencana aksi kader di lapangan. (HM-Hendriq)

Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat

Berita Terkait

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana