Pelatihan Teknik Pengambilan Sampel dan Analisis Data Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS)

26-06-2013 Umum Dilihat 2963 kali Pusat Data dan Informasi Obat dan Makanan

Umum

Pada tanggal 23-25 Juni 2013, telah dilaksanakan kegiatan Pelatihan Teknik Pengambilan Sampel dan Analisis Data PJAS di Bogor. Kegiatan ini dibuka oleh Kasubdit Inspeksi Produk Berlabel Halal dan diikuti oleh 19 peserta dari unit Badan POM Pusat dan peserta dari bidang Pemeriksaan dan Penyidikan (PEMDIK) 31 Balai Besar/Balai POM di seluruh Indonesia. Seperti yang telah diketahui bersama, Aksi Nasional PJAS telah dicanangkan oleh Wakil Presiden RI, sejak tanggal 31 Januari 2012 dan saat ini sudah memasuki tahun kedua. Sampai semester pertama tahun 2013, telah dikumpulkan dan diuji ribuan sampel PJAS dari seluruh Indonesia. Sampel tersebut merepresentasikan sebagian besar asupan gizi yang didapat oleh anak sekolah. Dari hasil kajian awal, diketahui bahwa cemaran akibat mikroba masih menempati ranking pertama penyebab hasil uji yang Tidak Memenuhi Syarat (TMS), dan diikuti oleh penggunaan Bahan Tambahan Pangan (BTP) berlebih, penyalahgunaan bahan berbahaya untuk pangan serta cemaran logam berat timbal (Pb).

Untuk memastikan kebijakan nasional terkait Aksi Nasional PJAS berjalan dengan sinergis, maka tersedianya data yang tepat dan akurat menjadi keharusan. Data hasil uji tersebut haruslah diolah terlebih dahulu dengan metode yang tepat sehingga menghasilkan rekomendasi yang tepat pula. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi sumberdaya pengelola PJAS mutlak diperlukan agar mampu mengambil sampel dan menganalisis dengan benar. Berdasarkan database dan struktur data yang tersedia, maka dipilih jenis analisis data melalui pendekatan teori pareto.

Pareto Analysis mengemukakan bahwa mayoritas besar masalah (80%) diakibatkan oleh 20 % dari beberapa penyebab utama. Hal inilah yang dipelajari dari pelatihan selama 3 (Tiga) hari untuk mengidentifikasi masalah utama melalui scientific approach. Sebelum memulai studi kasus dengan data PJAS, disampaikan terlebih dahulu dasar-dasar teori sampling dan statistik oleh narasumber yang berkompeten dari Institut Pertanian Bogor (IPB). Setelah itu, peserta mencoba mengaplikasikan software statistik dengan data sheet yang dibawa dari masing-masing daerah. Hasilnya para peserta sudah mampu mengenali karakteristik pendekatan yang tepat untuk intervensi PJAS yang TMS sesuai daerahnya.

Setelah sesi tersebut selesai, dilanjutkan dengan diskusi serta sharing story terkait pelaksanaan Aksi Nasional PJAS di Daerah, dalam hal ini diwakili oleh Balai Besar POM di Yogyakarta dan Padang. Hal ini sangat penting untuk mengetahui bagaimana cara tiap daerah menangani persoalan PJAS yang beragam. Diharapkan dengan kembalinya peserta ke daerah dapat mengaplikasikan dan menyebarluaskan ilmu yang diperoleh selama pelatihan.

Direktorat Inspeksi dan Sertifikasi Pangan


Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana