Pemusnahan Obat dan Makanan di Bumi Cendrawasih

28-05-2013 Umum Dilihat 1838 kali Pusat Data dan Informasi Obat dan Makanan

Umum

Senin, 27 Mei 2013, produk obat, obat tradisional, kosmetik, dan pangan, senilai hampir 500 juta rupiah, dimusnahkan di Jayapura. Pemusnahan obat dan makanan ilegal dan/palsu hasil pengawasan Balai Besar POM di Jayapura tersebut dilakukan secara simbolis oleh Kepala Badan POM dan Deputi Bidang Pengawasan Keamanan Pangan dan Bahan Berbahaya, yang didampingi oleh Asisten III Setda Provinsi Papua, Kejaksaan Tinggi, Polda, dan Pengadilan Tinggi Provinsi Papua.

Pada sambutannya, Kepala Badan POM, Dra. Lucky S.Slamet, M.Sc, menyampaikan bahwa pemusnahan ini merupakan tindak lanjut dari temuan hasil pengawasan Balai Besar POM di Jayapura. Tindakan hasil pengawasan yang dilakukan Badan POM bisa berupa pembinaan, pengenaan sanksi administratif, hingga pro-justitia.

Permasalahan yang sering timbul di masyarakat adalah seringnya masyarakat tergiur oleh harga produk yang murah, bahkan seringkali di bawah harga pasar. Di lain pihak, banyak produsen nakal yang memanfaatkan celah tersebut dengan menjual produk ilegal, dimana keamanan, manfaat/khasiat, dan mutu produk tidak terjamin. Hal ini membuat ekspektasi publik kepada Badan POM untuk memberikan perlindungan terhadap produk yang beredar makin meningkat.

Permasahan pengawasan obat dan makanan yang kompleks tersebut, sangat membutuhkan sinergitas antara Balai Besar POM di Jayapura dengan Pemerintah Daerah, serta seluruh instansi terkait, untuk melindungi masyarakat di Bumi Cendrawasih dari obat dan makanan yang berisiko terhadap kesehatan.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Badan POM sekaligus meresmikan gedung baru Balai Besar POM di Jayapura. Dengan gedung baru tersebut, diharapkan akan meningkatkan kinerja Balai Besar POM di Jayapura untuk terus melakukan pengawalan terhadap obat dan makanan yang beredar di Papua, guna memberikan perlindungan kepada masyarakat agar terhindar dari risiko produk yang berbahaya bagi kesehatan. (HM06)

Biro Hukmas


Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana