Pengawasan Barang Beredar di Balikpapan

20-07-2012 Umum Dilihat 4542 kali Pusat Data dan Informasi Obat dan Makanan

Umum

 Ini merupakan komitmen Badan POM untuk memberikan perlindungan kepada konsumen, Ujar Kepala BPOM RI selaku Wakil Ketua TPBB (T im Pengawasan Barang Beredar), Dra. Lucky S Slamet, M.Sc, kepada seluruh rekan wartawan pada sidak yang dilakukan di Balikpapan, pada 20 Juni 2012 lalu.

Pada kesempatan ini, Wakil Menteri Perdagangan didampingi Kepala Badan POM, Dirjen Standardisasi dan Perlindungan Konsumen, be rsama TPBB yang terdiri dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Perdagangan, Badan POM, Kementerian Perindustrian, Kementerian ESDM, Bareskrim Mabes Polri, Ditjen Bea dan Cukai, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kalimantan Timur, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Balikpapan serta Balai Besar POM di Samarinda , mengadakan inspeksi mendadak (sidak) pengawasan barang beredar ke berbagai tempat di Kota Balikpapan, diantaranya Pasar Kebun Sayur, toko Remedia dan Pasar Pandan Sari.

Sidak terhadap produk pangan mengandung bahan berbahaya menemukan sebanyak 38 sampel yang diambil langsung dari pasar tersebut dan diuji di tempat dengan menggunakan mobil laboratorium keliling Badan POM. Diantaranya; mi basah, tahu, kerupuk, bakso, ikan basah, dan ikan kering yang semuanya memenuhi persyaratan keamanan (tidak mengandung bahan berbahaya) dan aman untuk di konsumsi.

Untuk produk non pangan, sidak dilakukan di toko Remedia dan men emukan sekitar 4 kantung besar kapsul yang tidak berlabel dan tidak sesuai dengan ketentuan penyimpanan, serta kemasan bekas kosmetik untuk didaur ulang. Di PasarKebunSayurditemukan 101 item kosmetik yang tidakmemenuhisyarat, palsu/ilegal. Ditemukan juga kurang lebih 100 produk alat-alat rumah tangga seperti gelas, piring dan peralatan makan lain yang mengandung melamin. Dalam sidak TPBB kali ini sekaligus diberikan “Penghargaan Bintang memiliki potensi sebagai pelaku usaha yang peduli serta ramah konsumen” kepada Pasar Pandan Sari, Gajah Mada dan Hypermart.

Khusus di Provinsi Kalimantan Timur, sebagai wilayah kerja Balai Besar POM di Samarinda, sampai dengan Juni 2012 telah dilaksanakan pengawasan obat dan makanan dengan melakukan pengujian pangan olahan sebanyak 577 sampel, dengan hasil 475 sampel memenuhi syarat dan 102 sampel tidak memenuhi syarat, dan melakukan penyidikan (pro-justitia) atas 2 pelanggaran pidana yang telah P-21, yaitu mengedarkan kosmetika dan pangan illegal atau tanpa nomor izin edar.

Pengawasan barang beredar oleh TPBB ini sangat penting dilakukan secara terus menerus dan berkesinambungan , untuk itu TPBB akan terus berkoordinasi lebih intensif guna melindungi konsumen dari produk yang tidak memenuhi standar dan persyaratan, termasuk produk pangan impor ilegal di wilayah perbatasan. Konsumen pun terus dihimbau untuk menjadi konsumen cerdas yang bersikap kritis sebelum membeli dan mengonsumsi barang dan jasa di pasaran. Label bahasa Indonesia untuk produk pangan maupun non-pangan pada setiap barang dan kemasan wajib memberikan informasi tentang barang tersebut demi keamanan, keselamatan dan kesehatan masyarakat.

 

Biro Hukmas

 

 

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana