Penyampaian Laporan Akuntabilitas kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) badan POM Tahun 2007

13-05-2008 Umum Dilihat 2248 kali Pusat Data dan Informasi Obat dan Makanan

Umum

Sambutan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan

Dalam beberapa tahun terakhir ini terciptanya good governance mendapatkan tempat yang sangat strategis dan berimplikasi pada seluruh institusi termasuk Badan POM. Dalam rangka menciptakan good governance di lingkungan Badan POM tersebut, LAKIP Badan POM tahun 2007 ini disusun. Sebagai bentuk pengejawantahan prinsip-prinsip transparansi dan akuntabilitas, penyampaian informasi kinerja ini merupakan bentuk pertanggungjawaban kinerja kami kepada para stakeholders kami, di samping sebagai sarana evaluasi atas pencapaian kinerja Badan POM sebagai upaya untuk memperbaiki kinerja di masa mendatang.

Sejalan dengan prioritas pembangunan jangka menengah nasional tahun 2005 – 2009, yang mengedepankan upaya perlindungan masyarakat dengan dasar analisis risiko yang dilakukan terhadap perkembangan baik internal maupun eksternal, Badan Pengawas Obat dan Makanan menyusun program dan kegiatan yang dapat mendukung terwujudnya sasaran yang telah ditetapkan.

Tahun 2007 merupakan tahun ke tiga implementasi RPJM 2005 – 2009, di mana diletakkan dasar-dasar pembangunan selama 5 tahun ke depan. Dalam meletakkan dasar-dasar pembangunan jangka menengah tersebut, dicakup peranan seluruh komponen dalam menciptakan good governance, yang pada prinsipnya berpijak pada tiga hal, yakni perlindungan masyarakat, kepemerintahan yang akuntabel dan transparan serta dunia usaha yang bertanggung jawab.

Di tahun 2007 ini, Badan POM berupaya kuat untuk meningkatkan kinerja pengawasan dalam rangka pelayanan kepada publik. Peningkatan kinerja tersebut tercermin dengan ditetapkannya indikator kinerja sasaran. Indikator kinerja sasaran 2005 – 2009 merupakan indikator outcome yang pada tahun ke tiga RPJM (tahun 2007) pencapaiannya masih relatif rendah. Namun apabila dilihat dari indikator output, maka pencapaiannya telah mencapai target tahunan.

Disadari bahwa tugas dan tanggung jawab pengawasan yang harus dilakukan oleh Badan POM semakin luas dan kompleks. Dalam melakukan pengawasan dengan lingkup yang luas dan kompleks tersebut, Badan POM tidak mungkin bertindak sebagai single player. Ada keterkaitan antara Badan POM dengan institusi yang lain, oleh karenanya perlu dikembangkan networking yang dinamis dan kohesif.

Juga disadari bahwa peran masyarakat sebagai pengguna produk dalam pengawasan Badan POM sangatlah besar. Masyarakat adalah penentu akhir apakah suatu produk akan dikonsumsinya atau tidak. Oleh karena itu pemberdayaan masyarakat adalah suatu yang juga sangat dipentingkan oleh Badan POM.

Kendala utama yang dihadapi adalah bahwa keberhasilan pengawasan obat dan makanan bukan hanya tergantung pada Badan POM saja, melainkan tergantung pula pada networking dengan instansi lain. Peningkatan beban kerja serta luas dan kompleksnya permasalahan pengawasan obat dan makanan di era global masih perlu diimbangi dengan perkuatan institusi terutama restrukturisasi organisasi, sarana, prasarana dan jumlah tenaga pengawas di lapangan dan tenaga profesional di laboratorium.

Akhir kata, kami berharap Laporan Akuntabilitas Kinerja ini dapat menjadi media pertanggungjawaban bagi Badan POM dan dapat memberikan sumbangan bagi peningkatan kinerja Badan POM dari tahun ke tahun.

Jakarta, Maret 2008
Badan Pengawas Obat dan Makanan
Kepala,

ttd

Dr.Husniah Rubiana Thamrin Akib,M.S.,M.Kes.,Sp.FK


Data terkait dengan laporan Akuntabilitas kinerja instansi pemerintah :

Ringkasan Eksekutif
BAB I PENDAHULUAN
BAB II RENCANA STRATEGIS DAN RENCANA KERJA TAHUN 2007
BAB III AKUNTABILITAS KINERJA
BAB IV PENUTUP
lampiran RKT
lampiran PKK
lampiran PPS
lampiran Pengukuran Efisiensi

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana