Peringatan Hakordia Tahun 2023: Presiden RI Apresiasi Langkah Pemberantasan Korupsi di Indonesia

13-12-2023 Umum Dilihat 772 kali Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat

Jakarta - “Tidak ada negara lain yang menangkap dan memenjarakan pejabatnya sebanyak di negara Indonesia,” tegas Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) saat menghadiri kegiatan Puncak Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) Tahun 2023 yang diselenggarakan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Istora Senayan, Kamis (12/12/2023). Kegiatan yang bertemakan “Sinergi Berantas Korupsi, Untuk Indonesia Maju” tersebut turut dihadiri oleh Menteri Kabinet Indonesia Maju; pimpinan kementerian/lembaga, Ketua dan Wakil Ketua KPK; Dewan Pengawas KPK; gubernur, walikota, dan bupati dari berbagai wilayah di Indonesia, serta para pegiat komunitas antikorupsi di tanah air.

“Komitmen pemerintah dalam pemberantasan korupsi tidak pernah surut. Upaya pencegahan juga terus dilakukan dengan membangun sistem pemerintahan dan pelayanan publik yang transparan dan akuntabel,” ucap Presiden Jokowi. Jokowi menambahkan bahwa korupsi adalah kejahatan yang luar biasa, yang dapat menghambat pembangunan, merusak perekonomian bangsa, dan dapat menyengsarakan rakyat. Dan menurutnya lagi, berdasarkan data tahun 2022, terlalu banyak pejabat di Indonesia yang ditangkap dan dipenjarakan karena tindak pidana korupsi. 

“Sejak 2004–2022, tercatat (yang melakukan korupsi) sebanyak 344 pimpinan dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), 38 menteri dan kepala lembaga, 24 gubernur dan 162 bupati dan walikota, 31 hakim, 8 komisioner, 415 dari swasta, serta 363 birokrat,” papar Jokowi. 

Melihat kenyataan tersebut, Presiden RI berpesan agar Indonesia perlu melakukan evaluasi kembali terhadap sistem pengendalian korupsi, memperkuat sistem pencegahan korupsi, termasuk memperbaiki kualitas sumber daya manusia (SDM) penegak hukumnya. Peningkatan kualitas sistem pengadaan barang dan jasa, sistem perizinan, serta sistem pengawasan internal juga perlu untuk semakin ditingkatkan. Di penghujung pidatonya, Jokowi mengajak masyarakat untuk mencegah korupsi dan memberikan efek jera kepada para pejabat yang melakukan korupsi. 

Pembukaan Hakordia diikuti oleh pemukulan gendang oleh Presiden Jokowi. Mendampingi presiden dalam pembukaan tersebut adalah Menteri Sekretaris Kabinet, Pramono Anung; Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Abdullah Azwar Anas; Kepala Kantor Staf Presiden (KSP), Moeldoko; Ketua Sementara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Nawawi Pomolango; Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI), Agus Subiyanto;  Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri), Listyo Sigit Prabowo; Jaksa Agung, ST Burhanuddin;  serta Penjabat (Pj.) Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono.

BPOM termasuk salah satu lembaga yang turut berpartisipasi pada Puncak Hakordia Tahun 2023. Pada kesempatan tersebut, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala BPOM RI, L. Rizka Andalusia menghadiri langsung pelaksanaan kegiatan. Ia sekaligus meninjau booth pameran BPOM dari sejumlah booth kementerian/lembaga/pemerintah daerah yang memeriahkan kegiatan ini. Melalui booth tersebut, BPOM mengambil andil dalam melakukan komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) kepada para pengunjung, disertai dengan permainan interaktif untuk menarik pengunjung. Pameran ini akan berlangsung hingga Rabu, 13 Desember 2023. (HM-Rizky)

Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat

Berita Terkait

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana