Jakarta - Tragedi kemanusiaan masih belum berhenti terjadi di Palestina. Selain serangan beragam senjata, rakyat Palestina juga harus melawan kelaparan yang kini melanda akibat keterbatasan bahan makanan.
Perjuangan rakyat Palestina menjadi inspirasi banyak orang untuk tetap tangguh berjuang mempertahankan keyakinan. Pesan ini disampaikan Syekh Anas Majdi Ilyan Al-Masry yang menjadi penceramah dalam Kajian Islam Spesial Masjid As-Salam BPOM, Selasa (29/7/2025).
Kajian Islam Spesial kali ini dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an surat Ar-Rum ayat 1-8 oleh Najib Kamal Badri. Secara keseluruhan, kedelapan ayat ini mengajak manusia untuk merenungkan kebesaran Allah melalui tanda-tanda kekuasaan-Nya di alam semesta, serta untuk tidak hanya fokus pada kehidupan dunia, tetapi juga mempersiapkan diri pada kehidupan akhirat.
Selanjutnya, Kepala BPOM Taruna Ikrar dalam sambutannya mengutip surat Al-Isra ayat 1. Ayat ini menjelaskan tentang perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa dan keistimewaan lingkungan Masjidil Aqsa sebagai daerah yang diberkahi Allah.
Kepala BPOM mengutarakan, saat ini Palestina, tempat di mana Masjidil Aqsa berada, sedang berusaha direbut/diambil oleh Israel. “Perang [yang terjadi saat ini] bukan keinginan warga Palestina. Yang menjadi target, bukan yang seharusnya dalam perang. Melainkan masjid, rumah sakit, dan sekolah,” tuturnya. “Yang menjadi korban juga adalah warga lemah, anak-anak, dan ibu-ibu,” lanjut Kepala BPOM.
Taruna Ikrar menegaskan saudara di Palestina tidak bisa menghadapi ini sendirian. “Kita muslim adalah satu tubuh. Jika ada yang sakit, maka semua merasakan sakit tersebut,” ujarnya. Karena itu, Kepala BPOM mengajak semua peserta kajian untuk ikut berjuang bersama dengan Palestina. Salah satunya dengan memberikan bantuan terkait yang mereka butuhkan.
Sementara itu dalam ceramahnya, Syekh Anas Majdi Ilyan Al-Masry menyebutkan satu ayat, yaitu surat Al-Isra ayat 1, yang khusus menyebutkan tentang Al-Aqsa, menunjukkan keistimewaan masjid ini. Firman Allah SWT dalam ayat tersebut menyiratkan Al-Aqsa sebagai salah satu simbol iman umat Islam. “Masjid ini merupakan kiblat pertama untuk umat Islam, sebelum hijrah,” tuturnya.
Syekh Anas menerangkan salah satu kewajiban umat Islam terhadap Masjidil Aqsa adalah menunaikan salat di sana. Dalam kondisi perang saat ini, kewajiban tersebut diwujudkan melalui perjuangan untuk memerdekakan wilayah di mana Al-Aqsa berada. Inilah yang sedang dilakukan oleh rakyat Palestina selama dua tahun terakhir.
Kepada peserta kajian yang hadir secara luring di Masjid As-Salam dan daring melalui Zoom Meeting, Syekh Anas menceritakan kondisi keluarganya yang saat ini masih tinggal di Gaza. “Ibu saya masih tinggal dan tidur di jalanan karena hampir semua rumah dan tempat tinggal keluarga sudah hancur karena bom,” ungkapnya.
Syekh Anas melanjutkan, selama dua tahun ini setidaknya 1.500 masjid sudah hancur di Gaza. “Dua tahun sudah tidak ada salat wajib, tidak ada Salat Jumat, tidak ada anak-anak sekolah dan kuliah, tidak ada orang tua yang bekerja,” ungkapnya.
Saat ditanya peserta mengapa rakyat Palestina masih bertahan hingga saat ini, Syekh Anas menjawab rakyat Palestina yakin akan janji Allah. Allah menjanjikan kemenangan bagi umat Islam yang beriman dan berjuang di Palestina. Allah menjanjikan perlindungan dan pertolongan bagi mereka yang membela agama-Nya di Palestina.
“Saya ingin semua bantu saudara kita di Gaza Palestina, ini bukan perang mereka, ini perang kita bersama. Perang untuk memerdekakan Masjidil Aqsa,” ajak Syekh Anas kepada peserta kajian. Kajian ini diharapkan mengobarkan jiwa dan semangat kita untuk menjaga dan membantu saudara kita di Palestina.
Selain sambutan dan ceramah, pada kajian kali ini dilakukan penyerahan secara simbolis sumbangan Kepala BPOM untuk Palestina melalui Masjid As-Salam. Juga diadakan lelang kebaikan untuk Gaza yang terdiri atas jersey, syal, dan tumbler. (HM-Nelly)
Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat
