Perkuat Harmoni Keluarga, DWP BPOM Hadirkan Kajian Ramadan Bersama Aisah Dahlan

13-03-2026 Umum Dilihat 580 kali Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat

Jakarta – Suasana Ramadan di BPOM diwarnai dengan kebersamaan hangat dan kekeluargaan. Dharma Wanita Persatuan (DWP) BPOM bekerja sama dengan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) As-Salam menyelenggarakan Kajian Islam Spesial Ramadan bertajuk “Menjadi Pasangan yang Dirindukan Surga” pada Jumat (13/3/2026). Kegiatan ini menjadi momentum berharga untuk menambah pengetahuan sekaligus memperkuat nilai-nilai keimanan dan keharmonisan dalam kehidupan rumah tangga. 

Kajian yang menghadirkan Aisah Dahlan sebagai narasumber tersebut dilaksanakan secara hybrid, serta diikuti oleh seluruh jajaran pimpinan tinggi madya, staf ahli, pimpinan tinggi pratama, dan Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) BPOM di seluruh Indonesia. Turut hadir pula Ketua DWP BPOM Elfi Ikrar beserta jajaran pengurus DWP BPOM, serta pegawai dari berbagai unit kerja pusat dan UPT di seluruh Indonesia, baik secara luring maupun daring. 

Dalam sambutannya, Kepala BPOM RI Taruna Ikrar mengapresiasi terselenggaranya kegiatan ini. Ia menilai kajian Islam ini tidak hanya memperkuat nilai spiritual, tetapi juga meningkatkan pemahaman tentang ibadah terpanjang, yaitu ibadah berkeluarga.

“Kehidupan berkeluarga adalah perjalanan panjang yang akan dilalui sepanjang hidup. Karena itu, pasangan suami istri perlu memiliki motivasi dan tujuan yang kuat dalam menjalani rumah tangga, salah satunya dengan menjadikan cita-cita sebagai pasangan yang dirindukan surga,” ujar Taruna Ikrar.

Selain kajian islam, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pemberian tali kasih sebagai bentuk aksi kepedulian sosial melalui semangat berbagi di bulan Ramadan. Tali kasih berupa bingkisan diserahkan oleh Kepala BPOM kepada 300 tenaga outsourcing yang bertugas di area kantor BPOM, 11 guru tahsin, serta 30 anak yatim dari Sanggar Al Quran.

Ketua DWP BPOM Elfi Ikrar dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat tali silaturahmi dan mengasah empati. “Sebagai bagian dari keluarga besar BPOM, kami juga ingin memastikan bahwa kehadiran DWP BPOM tidak hanya dirasakan manfaatnya di organisasi, tapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Para peserta diajak untuk memahami peran dan tanggung jawab pasangan suami dan istri dalam membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah. Selain itu, suasana Ramadan perlu dimanfaatkan sebagai sarana memperdalam pemahaman tentang bagaimana menjadikan keluarga sebagai tempat bertumbuhnya kebaikan, kasih sayang, dan saling mendukung dalam ketaatan kepada Allah SWT. 

Dalam kajiannya, Aisah Dahlan mengajak peserta untuk melihat kembali makna pernikahan sebagai perjalanan panjang yang membutuhkan kesabaran, pengertian, serta komitmen untuk terus belajar memahami pasangan. Ia menjelaskan bahwa setiap suami dan istri memiliki cara berpikir dan merespons yang berbeda. Perbedaan tersebut bukan untuk dipertentangkan, melainkan dipahami agar tercipta komunikasi yang lebih baik dalam rumah tangga.

Melalui sudut pandang neurosains, Aisah Dahlan juga menjelaskan bahwa perbedaan tersebut berkaitan dengan cara kerja otak laki-laki dan perempuan. Secara biologis, otak laki-laki cenderung lebih fokus pada penyelesaian masalah dan berpikir secara langsung terhadap solusi. Sementara, perempuan memiliki kecenderungan untuk mengekspresikan emosi dan berbagi cerita sebagai bagian dari proses mengelola perasaan. Karena itu, ketika terjadi perbedaan respons dalam komunikasi, hal tersebut merupakan hal yang wajar.

Dengan memahami perbedaan cara kerja otak tersebut, pasangan diharapkan dapat lebih saling mengerti, tidak mudah menyalahkan, serta mampu membangun komunikasi yang lebih empatik. Menurutnya, pemahaman ini menjadi salah satu kunci penting dalam membangun hubungan suami istri yang harmonis dan saling menguatkan.

Kolaborasi antara DWP BPOM dan DKM As-Salam ini menjadi contoh bagaimana kegiatan keagamaan dapat menjadi ruang yang hangat untuk berbagi pengalaman, memperdalam pemahaman, sekaligus menumbuhkan rasa kebersamaan. Di tengah kesibukan dan tantangan kehidupan modern, kajian ini menjadi pengingat bahwa keluarga tetap menjadi tempat pertama untuk pulang, belajar, dan bertumbuh bersama. (HM-Hilmalia)

Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat

Berita Terkait

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana