Perkuat Kolaborasi Antar Anggota JLKI untuk Berperan Aktif dalam Pengawasan Produk Kosmetik di Indonesia

16-03-2024 Umum Dilihat 12281 kali Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat

Bekasi – “Apresiasi sebesar-besarnya kepada Bapak Ibu anggota tim JLKI yang telah melaksanakan seluruh kegiatan selama tahun 2023 dengan sangat baik sesuai Plan of Action masing-masing Kelompok Kerja (Pokja)”. Demikian disampaikan Ketua Jejaring Laboratorium Kosmetik Indonesia (JLKI), Susan Gracia Arpan pada pertemuan JLKI, Jumat (15/03/2024)

Pertemuan tersebut diselenggarakan untuk membahas evaluasi Plan of Action JLKI selama tahun 2023. Pertemuan dihadiri oleh seluruh Ketua Pokja dan para anggota JLKI, salah satunya yaitu Direktur Pengembangan Standar Agro, Kimia, Kesehatan dan Penilaian Kesesuaian, Badan Standardisasi Nasional (BSN), Heru Suseno dan tim, Direktur Standardisasi dan Pengendalian Mutu, Kementerian Perdagangan, Matheus Hendro Purnomo dan tim, serta Kepala Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kimia, Farmasi dan Kemasan, Kementerian Perindustrian, Siti Rohmah Siregar dan tim. Selain itu, hadir pula perwakilan dari PT Saraswanti Indo Genetech, Dwi Lulu Agus Mulyana; perwakilan PT SGS Indonesia, M. Yusuf Suryanata K; perwakilan Direktorat Registrasi Kosmetik BPOM; perwakilan Biro Kerja Sama dan Humas BPOM; serta Tim JLKI BPOM.

“Kita harus menindaklanjuti arahan Plt. Kepala BPOM untuk memperluas kemampuan laboratorium dalam menguji cemaran. Laboratorium eksternal dapat menjadi kolaboran, sehingga memiliki kemampuan yang sama dengan BPOM dalam menguji cemaran karena pada kasus cemaran EG/DEG banyak industri yang belum memiliki laboratorium uji,” ungkap Susan Gracia Arpan dalam paparannya. 

“Pada tahun 2024, akan diselenggarakan uji kolaborasi dalam rangka harmonisasi metode analisis Identifikasi dan Penetapan Kadar EG dan DEG dalam Kosmetik secara GCMS sekaligus sebagai penilaian kinerja laboratorium eksternal terhadap parameter uji tersebut” tutupnya.

Merangkap sebagai Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Peningkatan Kompetensi SDM, Susan Gracia Arpan menyampaikan bahwa di tahun 2023 telah dilakukan identifikasi kapasitas laboratorium anggota JLKI dan telah diselenggarakan Pelatihan Validasi Metode Analisis Penetapan Kadar DEG dalam Pasta Gigi secara Kromatografi Gas-Spektroskopi Massa. ”Pada tahun 2024 kami akan menyelenggarakan Pelatihan Validasi Metode Analisis Mikrobiologi,” jelasnya.

Ketua Pokja Harmonisasi Metode Analisis, Heru Suseno, pada pertemuan ini memaparkan progres harmonisasi metode analisis menjadi Standar Nasional Indonesia (SNI), yaitu Identifikasi dan Penetapan Kadar EG dan DEG dalam kosmetik, Mikrobiologi kosmetik-Enumerasi, dan deteksi bakteri aerob mesofilik, serta Metode pengujian 1,4 Dioksan secara Gas Chromatography Mass Spectrometry-Head Space Sampler (GCMS-HSS). “Komisi teknis (komtek) 71-07 kosmetik telah dibentuk pada September 2023 lalu. Komtek ini harus mirroring dengan ISO TC 217 Cosmetics,” jelas Heru Suseno. “Kegiatan yang belum terlaksana di tahun 2023 adalah pelatihan untuk konseptor dan anggota komtek terkait penulisan dan pengembangan SNI,” imbuhnya.

Saat ini, Indonesia telah menuntaskan tugasnya dalam melakukan harmonisasi metode analisis 1,4-Dioksan di tingkat ASEAN menjadi ASEAN Cosmetic Method No. 011. Negara-negara ASEAN mengharapkan Indonesia untuk memantapkan eksistensinya di tingkat internasional dengan melanjutkan proses harmonisasi metode analisis 1,4-Dioksan ini menjadi ISO Standard. 

Di sisi lain, Indonesia sedang berproses menindaklanjuti harapan tersebut melalui pembentukan Tim Expert 1,4-Dioksan dengan project leader Prof. Abdul Rohman dari Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada. Tim tersebut akan mempresentasikan metode analisis ini pada sidang Working Group 3 ISO TC 217 Cosmetics yang akan diselenggarakan secara online pada tanggal 28 Maret 2024.

Matheus Hendro Purnomo selaku Ketua Pokja Pembangunan dan Pengelolaan Website Jejaring Laboratorium Pengujian Pangan Indonesia (JLPPI) menjelaskan bahwa website JLKI sudah siap, menjadi satu dengan website JLPPI dengan tautan https://jlppi-jlki.or.id/. “Namun, saat ini website tersebut belum banyak dikunjungi karena belum di-launching. Di tahun 2024 perlu diperbanyak artikel kosmetik agar lebih bermanfaat bagi publik. Mari kita publikasikan bersama website ini dan perlu juga diperluas dengan media informasi terkini seperti Instagram dan TikTok,” harapnya.

Ketua Pokja Uji Profisiensi, Siti Rohmah Siregar, memaparkan bahwa kegiatan pokja di tahun 2023 adalah pertemuan-pertemuan pembahasan uji profisiensi. ”Tahun 2024 diusulkan uji profisiensi identifikasi asam retinoat karena sering dipakai pada preparat untuk kulit, terutama untuk pengobatan jerawat. Saat ini, banyak dipakai untuk mengatasi kerusakan kulit akibat paparan sinar matahari (sun damage) dan untuk pemutih,” jelasnya.

”Di sisi lain asam retinoat harus diberikan oleh dokter untuk perawatan kulit, bukan sebagai kosmetik. Padahal produk kosmetik, termasuk pemutih wajah yang dijual bebas di pasaran, tidak boleh ada kandungan asam retinoat,” tambahnya.

Pada tahun 2024 juga diusulkan uji profisiensi identifikasi Staphylococcus aureus karena adanya Peraturan BPOM Nomor 17 Tahun 2014 tentang perubahan atas Peraturan Kepala BPOM Nomor HK.03.1.23.07.11.6662 Tahun 2011 tentang persyaratan cemaran mikroba dan logam berat dalam kosmetika. Dalam peraturan ini dinyatakan bahwa kosmetik yang diproduksi dan atau diedarkan, selain harus memenuhi persyaratan keamanan, manfaat, dan mutu juga harus memenuhi persyaratan cemaran mikroba. Salah satunya adalah Staphylococcus aureus harus negatif. Infeksi bakteri tersebut pada kulit dapat menyebabkan bisul, impetigo, selulitis, dan staphylococcal scalded skin syndrome. (Nany/HM-Rasyad)

 

Pusat Pengembangan Pengujian Obat dan Makanan Nasional/

Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat

Berita Terkait

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana