Pokjanas Penanggulangan Obat Tradisional Mengandung Bahan Kimia Obat

11-04-2013 Umum Dilihat 2019 kali Pusat Data dan Informasi Obat dan Makanan

Umum

“Memantapkan peran masing-masing instansi terkait dalam mencegah beredarnya obat tradisional mengandung bahan kimia obat”

Senin, 8 April 2013, Kepala Badan POM RI mencanangkan Kelompok Kerja Nasional (POKJANAS) penanggulangan obat tradisional (OT) mengandung bahan kimia obat (BKO) yang bertempat di aula gedung C Badan POM RI. POKJANAS tersebut dibentuk karena permasalahan OT mengandung BKO di Indonesia tidak pernah ada hentinya, seakan-akan seperti penyakit kronis.

“Hal itu disebabkan karena adanya permintaan (demand) masyarakat untuk mendapatkan obat tradisional yang cespleng. Kesempatan tersebut dimanfaatkan oleh produsen untuk menyediakan (supply) OT mengandung BKO, yang pada akhirnya menghasilkan potret bahwa OT mengandung BKO selalu ada di peredaran”, demikian ungkap Kepala Badan POM pada sambutannya saat membuka acara tersebut.

Hubungan demand dan supply ini menggambarkan masyarakat Indonesia percaya bahwa obat tradisional mampu memberi efek instan alias “cespleng”. Hal tersebut menyebabkan masyarakat terus mencari OT mengandung BKO tanpa menyadari bahwa pada saat yang bersamaan, konsumen telah dihadapkan pada efek yang merugikan kesehatan.

Hadir dalam pencanangan POKJANAS tersebut; Kepala Badan POM RI, Dra. Lucky S. Slamet, MSc.; anggota Komisi IX DPR RI, Endang Agustin Syarwan Hamid; Ketua GP Jamu, Charles Saerang; Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Kosmetik dan Produk Komplemen, Drs. T. Bahdar Johan H., Apt., M.Pharm., Pejabat dari Kementerian Kesehatan, Para Kepala Balai Besar/Balai POM di seluruh Indonesia, serta pelaku usaha dibidang Obat Tradisional.

Melalui pencanangan POKJANAS Penanggulangan OT mengandung BKO tersebut, dan dengan dukungan semua pihak, Badan POM menargetkan bahwa pada tahun 2015 tidak ada lagi OT mengandung BKO beredar di wilayah RI.

Biro Hukmas

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana