Rapat Konsultasi Nasional 2012

18-04-2012 Umum Dilihat 1642 kali Pusat Data dan Informasi Obat dan Makanan

Umum

Penajaman program pengawasan obat dan makanan yang berorientasi kepada hasil dan berpihak kepada kepentingan rakyat merupakan hal yang harus kita lakukan dengan bersungguh-sungguh, demikian disampaikan oleh Dra. Lucky S. Slamet, M.Sc – Kepala Badan POM RI pada sambutannya di acara pembukaan Rapat Konsultasi Nasional (rakonas) yang diselenggarakan di Padang pada 17 April 2012.

Rakonas yang pembukaannya turut dihadiri oleh Prof. DR. H. Irwan Prayitno, Psi., M.Sc selaku Gubernur Sumatera Barat; Kapolda Sumatera Barat; Kepala Kejaksaan Tinggi Provinsi Sumatera Barat; Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat; dr. Rosmini Safitri selaku Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat ini merupakan satu mata rantai dalam sistem perencanaan Badan POM yang diselenggarakan untuk menyusun rencana kerja seluruh unit jajaran Badan POM, baik yang dipusat maupun yang di daerah. Arti penting dari pertemuan ini adalah mengakomodasi sejauh mungkin perkembangan aspirasi daerah sehingga strategi nasional yang telah disusun, konsisten dengan dinamika pembangunan maupun kondisi lingkungan masing-masing wilayah kerja Balai POM.

Dalam Rapat Kerja Nasional di Batam beberapa waktu lalu, telah disepakati bersama Rencana Tindak Badan POM termasuk new initiative dari unit pusat yang akan dilaksanakan bersama Balai Besar/Balai POM, yang kemudian dituangkan dalam Rancangan RKP Tahun 2013. Penyusunan new initiatives diutamakan untuk program/kegiatan yang berdampak nasional dan mendukung prioritas pembangunan nasional dalam RPJMN 2010-2014, yang merupakan kesempatan bagi Badan POM untuk menunjukkan kontribusinya pada pembangunan nasional utamanya pembangunan bidang kesehatan. Termasuk dalam new initiatives Badan POM Tahun 2013 adalah :1) Program Nasional Penanggulangan Penyalahgunaan Obat, Bahan Obat dan Bahan Berbahaya lain; 2) Peningkatan Kemandirian Balai Besar/Balai POM dalam rangka meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengawasan obat dan makanan di daerah utamanya soft intervention dan hard intervention di seluruh sub sistem pengawasan obat dan makanan; serta 3) Peningkatan kesiapan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) obat tradisional, kosmetika dan pangan dalam menghadapi Harmonisasi ASEAN.

Selain presentasi dan diskusi mengenai program new initiatives selama empat hari tersebut, pada kesempatan rakonas ini juga dilaksanakan penyerahan sertifikat ISO 9001:2008 kepada 30 Kepala Balai Besar/Balai POM di seluruh Indonesia oleh Kepala Badan POM.

Keberhasilan Badan POM dalam melakukan pengawasan obat dan makanan merupakan keberhasilan seluruh pemangku kepentingan; instansi terkait, pemerintah daerah, termasuk masyarakat/konsumen dari berbagai kelompok dan lapisan, serta dunia usaha dan industri lain yang terkait.

 

“Jalan-jalan membeli sprei, sprei dipasang di kamar depan.
Rakonas kini telah selesai, mari tindak lanjuti hasilnya dengan berkesinambungan.”

 

 

Biro Hukmas

 

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana