Rapat Koordinasi Nasional Badan POM Tahun 2009

30-03-2009 Umum Dilihat 2400 kali Pusat Data dan Informasi Obat dan Makanan

Umum

RAKONNAS Badan POM Tahun 2009

Pada tanggal 23 – 26 Maret 2009, BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI menyelenggarakan RAPAT KONSULTASI NASIONAL bertempat di Bandung, Jawa Barat, dengan tema ”Meningkatkan Perlindungan Masyarakat Melalui Pengamanan Produk Tanpa Izin Edar (TIE) serta Produk yang Mengandung Bahan Berbahaya”. RAKONNAS 2009 tersebut dibuka oleh Kepala Badan POM, Dr. Husniah Rubiana Thamrin Akib, MS, MKes, SpFK dan dihadiri oleh 130 orang terdiri dari para Deputi, para Kepala pusat, para direktur, para Kepala Balai Besar/Balai POM seluruh Indonesia serta Kepala Subdit/Kepala Bidang dan staf yang dipilih mewakili unit.

Kepala Badan POM menjelaskan beredarnya produk makanan yang mengandung bahan berbahaya dan terlarang seperti formalin dan melamin, akan menjadi beban ekonomi rakyat dan juga dunia usaha. Masyarakat harus menanggung kerugian langsung maupun tidak langsung akibat gangguan kesehatannya; dunia usaha merugi akibat kepercayaan dunia yang hilang, serta Pemerintah kemungkinan harus menyediakan anggaran lebih banyak untuk pelayanan pengobatan, disamping kemungkinan terjadinya peningkatan proporsi masyarakat yang tidak produktif. Terkait dengan pembuktian kandungan bahan berbahaya dalam produk pangan tersebut ditegaskan agar standar / metoda uji dan pelaksanaan sampling dilakukan secara independen, profesional dan sesuai protap (SOP) yang ditetapkan Badan POM RI. Untuk itu, penegakan Quality Management System secara konsisten di masing-masing unit kerja terkait merupakan salah satu kata kunci.

Badan POM dalam menjawab tantangan tersebut, disamping mengantisipasi kompleksitas pengawasan ke depan, menyusun tata laksana kerja yang efektif guna mencapai visi dan misi dengan memanfaatkan seluruh komponen Grand Strategy yang telah ditetapkan untuk menjamin semua produk yang beredar: aman, bermanfaat dan bermutu; serta untuk melindungi masyarakat kita dari risiko kesehatan akibat konsumsi berbagai produk yang diawasi oleh Badan POM.

Plh Sestama, Dra. Lucky S. Slamet, MSc, dalam laporannya menjelaskan salah satu faktor lingkungan strategis yang dominan saat ini dan secara tidak langsung mempengaruhi tugas Badan POM adalah adanya resesi ekonomi dunia. Oleh karena itu Pemerintah perlu melakukan langkah-langkah antisipatif terhadap hal tersebut guna memperkuat ketahanan ekonomi nasional yaitu dengan mengamankan pasar domestik, memperketat impor dan upaya ekspor produk secara ekspansif. Dalam kaitan ini, Badan POM RI dituntut untuk lebih meningkatkan upaya pengawasan obat dan makanan, mulai dari masuknya produk obat dan makanan di entry point sampai produk-produk tersebut beredar di pasar dalam negeri.

Sasaran pengawasan di lapangan perlu ditingkatkan dengan melaksanakan operasi intensif terhadap pemasaran produk-produk obat dan makanan yang masuk tanpa ijin edar maupun yang mengandung bahan-bahan terlarang / berbahaya.

Selain itu, faktor lingkungan strategis internal di negara kita yang terkait dengan tugas dan fungsi Badan POM yang perlu di perhatikan adalah adanya PP No. 38 tahun 2007 tentang pembagian urusan pemerintah antara pemerintah, pemerintah daerah provinsi dan pemerintah daerah kabupaten/kota.

Materi RAKONNAS Badan POM yaitu Penyajian dari Deputi I, Deputi II dan Plt Deputi III tentang Hasil Kajian Risiko Produk Obat dan Makanan TIE serta Produk yang menjadi Ancaman Utama Kesehatan Masyarakat. Terkait dengan PP No. 38 tahun 2007, Deputi I menyampaikan presentasi tentang NSPK di Bidang Pengawasan Produk Terapetik, sebagai Lampiran Permenkes 922 Tahun 2008 tentang Pedoman Teknis Pembagian Urusan Pemerintahan di Bidang Kesehatan.

Presentasi Issue dan Temuan Operasi Penertiban Produk Obat dan Makanan Impor disampaikan oleh Kepala Pusat Penyidikan Obat dan Makanan, Drs. Weddy Mallyan. Sebagai penyajian panel disampaikan juga presentasi Tinjauan Efektifitas Tata Hubungan Kerja Kantor Pusat – Balai POM dalam Penanganan Kasus KLB oleh Plt Deputi III. Kemudian dilanjutkan pembahasan dan mencari solusinya dalam diskusi kelompok.

Pada RAKONNAS tahun 2009 juga diisi dengan pelantikan 22 inspektur Nasional CDOB dan 24 inspektur Nasional CPOB, serta pemberian tanda kasih kepada 5 purna bakti mantan pejabat eselon 1 dan eselon 2 Badan POM.

Khusus pejabat Badan POM dapat membuka PORTAL Badan POM untuk melihat acara lengkap hasil RAKONNAS, termasuk bahasan dalam diskusi kelompok dan pleno

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana