Seminar dan Workshop "Risk Assessment dan Corrective Action and Preventive Action (CAPA) dalam Sistem Audit di Industri Farmasi"

03-09-2012 Umum Dilihat 4662 kali Pusat Data dan Informasi Obat dan Makanan

Umum

Peningkatan kebutuhan produk kesehatan yang diiringi pesatnya kemajuan perkembangan bidang farmasi membuat dinamika persyaratan global terhadap produksi obat yang bermutu. Untuk itu diperlukan peningkatan penguasaan pengetahuan dan persamaan persepsi antara Badan POM  dan industri farmasi agar perkembangan yang dinamis terhadap persyaratan Cara Pembuatan Obat yang Baik dapat diikuti dengan baik. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Badan POM, Dra. Lucky S. Slamet, M.Sc pada pembukaan Seminar dan Workshop bertema "Risk Assessment dan Corrective Action and Preventive Action (CAPA) dalam Sistem Audit di Industri Farmasi" pada hari Senin tanggal 3 September 2012 di Hotel Aston Primera, Bandung yang diselenggarakan oleh GP Farmasi Jawa Barat.

Seminar ini dihadiri oleh lebih kurang 270 peserta yang berasal dari Tim CPOB Nasional dan industri farmasi yang ada di Indonesia. Dalam kesempatan ini disampaikan bahwa salah satu komitmen yang diperlukan dalam pembuatan obat yang baik adalah adanya manajemen mutu di industri farmasi, dengan risk assessment sebagai bagian dari Quality Risk Management (QRM). Selain itu Ibu Lucky juga menekankan bahwa dengan menerapkan QRM maka industri farmasi akan terbiasa melakukan perbaikan sistem yang berkesinambungan sehingga apabila kondisi tersebut telah menjadi bagian  dari komitmen perusahaan maka jaminan mutu bukan lagi menjadi beban melainkan menjadi tujuan.

Kepala Badan POM juga berharap seminar dan workshop seperti ini dapat lebih sering dilaksanakan agar dapat terjadi pemahaman resiprokal, dari pihak industri farmasi terhadap standar dan persyaratan terkini tentang CPOB yang ditetapkan dan pemahaman dari pihak regulator terhadap kendala yang dihadapi industri farmasi.

 

Biro Hukmas

 

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana