Seperempat Abad Mengabdi, Mengawal Obat dan Makanan Berkualitas untuk Indonesia Emas

02-02-2026 Kerjasama dan Humas Dilihat 591 kali Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat

Jakarta - Malam diawali dengan performa teduh dan tenang dalam harmoni BPOM Choir, saat rangkaian kegiatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 BPOM berjalan menuju puncaknya. Semangat kebersamaan menyatu dalam irama, mengolektifkan rasa bangga yang terasa dalam setiap alunan merdu para penyanyi. Diiringi musik yang berwibawa sekaligus membangkitkan semangat visioner BPOM, perayaan 25 tahun pengabdian membangun negeri pun bergulir khidmat. Malam itu menjadi saksi yang tak bisu, segala makna terang benderang terungkap lengkap dalam “Malam Inaugurasi HUT ke-25 BPOM” yang diselenggarakan di Aula Gedung Merah Putih, Kantor Pusat BPOM, Sabtu (31/1/2026).

Kemudian lagu kebangsaan Indonesia Raya berkumandang, disertakan dengan Mars BPOM sebagai satu kesatuan yang utuh. Dua lagu ini menjadi pengingat akar nasionalisme dan identitas, bahwa setiap kinerja dan pengabdian yang dilakukan senantiasa berlandaskan komitmen untuk Indonesia dan bagi BPOM tercinta. Tak kurang dari seratus tamu undangan yang hadir turut mengalunkan lagu kebanggaan tersebut. Selain jajaran internal BPOM, acara ini juga dihadiri oleh perwakilan berbagai institusi, pelaku usaha, media, serta kalangan akademisi.

Malam Inaugurasi HUT ke-25 BPOM menjadi momentum rasa syukur, kegembiraan, sekaligus refleksi atas perjalanan seperempat abad pengabdian. Bakti dan dedikasi selama 25 tahun dalam mengawal keamanan serta mutu obat dan makanan menjadi pondasi penting bagi pembangunan bangsa menuju Indonesia Emas 2045. Mengusung tema “Komitmen 25 Tahun Mengawal Kualitas Obat dan Makanan Menuju Indonesia Emas 2045”, BPOM menegaskan bahwa obat dan makanan yang aman dan bermutu merupakan prasyarat utama dalam membangun sumber daya manusia yang unggul. Perjalanan panjang tersebut kini mencapai tonggak penting di usia ke-25, yang diperingati pada malam ini.

Iringan doa menyertai peringatan ini sebagai ungkapan rasa syukur atas perjalanan yang telah dilalui, sekaligus memohon kekuatan dan keistiqamahan dalam mengemban amanah hingga masa mendatang. Doa dipimpin oleh Ustadz Das’ad Latif dengan penghayatan yang mendalam dan penuh makna, mengajak seluruh hadirin untuk sejenak menundukkan hati dan kepala. Melalui doa tersebut, dipanjatkan harapan agar setiap ikhtiar dan kebaikan dibalas dengan kebaikan yang berlipat, senantiasa diberi keberkahan dan perlindungan dalam setiap langkah pengabdian, serta menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir tanpa terputus.

Doa dan ucapan selamat juga secara khusus disampaikan oleh Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka bagi keluarga besar BPOM. “Semoga BPOM semakin maju dan dapat menjadi garda terdepan yang melindungi masyarakat melalui pengawasan obat dan makanan. Saya juga berharap semoga BPOM dapat terus berinovasi untuk menciptakan ekosistem perizinan yang lebih cepat, transparan, dan akuntabel,” ungkap Gibran melalui tayangan video.

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala BPOM Taruna Ikrar menyampaikan bahwa pada usia ke-25 tahun, BPOM berkomitmen untuk terus mengawal kualitas obat dan makanan menuju Indonesia Emas. Menurutnya, amanah pengawasan obat dan makanan merupakan tugas mulia dalam mewujudkan kemajuan negeri. “Tugas yang mulia karena langsung berhadapan dengan setiap titik jiwa yang ada di manusia. Bukan hanya dalam konteks keindonesiaan, tetapi secara keseluruhan pada umat manusia,” ungkapnya. Lebih lanjut, ia menekankan bahwa tugas tersebut merupakan amanah luhur yang bermakna jihad apabila dijalankan dengan penuh ketulusan.

Kepala BPOM juga meyakini bahwa usia 25 tahun menjadi tonggak penting bagi BPOM untuk melakukan lompatan besar menuju cita-cita yang lebih tinggi, dengan komitmen yang semakin kuat dalam mengawal kualitas obat dan makanan menuju Indonesia Emas 2045. Seluruh jajaran BPOM bersama pilar dan pemangku kepentingan diharapkan dapat terus bekerja secara kolaboratif, berlandaskan aturan dan sains.

Sebagai wujud komitmen tersebut, dalam momentum malam inaugurasi ini, BPOM juga memberikan BPOM Achievement Award kepada para penggerak perubahan dari kategori Pemerintah, Bisnis, dan Komunitas Media. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi dan sinergi dalam mewujudkan ekosistem obat dan makanan yang aman di seluruh pelosok negeri, termasuk dalam mendukung program prioritas Presiden, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG).

Salah satu penerima penghargaan tersebut adalah PT Nose Herbal Indo sebagai Perusahaan Kolaborator ABG (Academic, Business, and Government). Mewakili perusahaan, General Manager Marketing Sri Rahayu Widya Ningrum menyampaikan harapannya, “Ke depan semoga lebih banyak lagi ekstrak-ekstrak dari tanaman asli Indonesia yang bisa dipakai dalam produk-produk suplemen kesehatan”.

Selain rangkaian acara utama, BPOM juga meluncurkan buku berjudul “25 Tahun Mengawal Bangsa: Badan POM dari Penjaga Bangsa Menuju Otoritas Global”. Buku ini merekam perjalanan dan kiprah BPOM dari masa ke masa sebagai garda terdepan dalam pengawasan obat dan makanan, hingga diakui sebagai otoritas regulatori berkelas dunia. Pada kesempatan yang sama, BPOM menerima penghargaan dari Lembaga Prestasi Indonesia-Dunia (LEPRID) atas inisiatif kampanye penanaman pohon secara serentak. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas komitmen nyata BPOM dalam mendukung pelestarian lingkungan hidup sekaligus berkontribusi terhadap peningkatan kesehatan masyarakat.

Pada akhirnya, perjalanan 25 tahun ini bukanlah sebuah titik akhir, melainkan awal dari langkah panjang tanpa henti dan tak kenal lelah dalam berkinerja untuk Indonesia. Usia perak menjadi penanda untuk selalu bergerak meneguhkan tekad dan terus melompat lebih tinggi melalui penguatan kolaborasi dan sinergi dengan berbagai pihak. Sebab kerja pengabdian ini tak pernah dapat ditempuh oleh BPOM sendiri. Untuk melangkah jauh dan bertahan lama, kebersamaan adalah pilihan utama. Terus berbakti bagi negeri, menapaki jalan menuju terwujudnya visi besar Indonesia Emas yang Bersatu, Berdaulat, Maju, dan Berkelanjutan. (HM-Hendriq)

Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat

 

Berita Terkait

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana